
...HAPPY READING🍭...
Salsa sekarang sedang tertidur pulas di atas ranjang quen sizenya. Sedangkan Alisya dan Kinara, mereka sedang duduk di kursi yang berada di kamar Salsa.
Cklek
"Ehh bunda," sapa Alisya pada Rahma, bunda Salsa.
"Sya, kenapa Salsa bisa sakit gitu?" Tanya Bunda Salsa.
"Gak tau bun, kan tadi kita lagi di kantin lagi makan bakso, nah tiba-tiba Salsa lari ke toilet," jelas Alisya.
"Dan aku sama Kinara susul, kita tanya kenapa? Ehh ternyata Salsa jawab dia sakit perut," tambahnya.
"Mungkin dia makan pedes ya Sya? Soalnya kalau dia makan pedes suka sakit," ujar Bunda.
"Gak tau bun, soalnya Salsa bilang sama abang tukang bakso nya enggak pedes tapi kok dia tiba-tiba ke toilet," ujar Kinara aneh.
"Yaudah kalian makan gih biar bunda aja yang nungguin Salsa," ujar Bunda.
"Kita udah makan tadi bun," tolak Alisya.
Sedangkan di lain tempat, Arga sedang uring-uringan mengingat kejahilannya pada Salsa. Ia sangat keterlaluan, itu yang dipikirkan oleh Arga.
"Arghhh gue merasa bersalah kalo gini," ujar Arga pada dirinya sendiri.
"Ya besok gue harus minta maaf," ujar Arga.
...🍭🍭🍭...
Pagi ini Salsa tidak masuk sekolah, karena ia masih merasakan sakit di perutnya. Dan itu sukses membuat Arga merasa bersalah besar.
"Salsa kemana Kin?" Tanya Arga pada Kinara.
"Sakit perut dia," ujar Kinara.
"Oh," jawab Arga pura-pura tidak tahu.
"Tumben lo nanyain biasanya juga lo ajak berantem kaya kucing sama tikus," ujar Alisya.
"Timbin li nyiriin Biisinyi jigi li ijik birintim kiyi kicing sini tikis," ujar Arga meniru ucapan Alisya.
"Kurang asem lo Ga, kalau bukan temen gue udah gorok pala lu," ujar Alisya ngegas.
"Ihhh siapa juga yang mau temenan sama elo, idih najis," ujar Arga lalu pergi ke bangkunya.
Arga bener-bener kurang asem
"Sabar Sya sabar, ini ujian," ujar Alisya pada dirinya sendiri sembari mengelus-ngelus dadanya.
Hari ini tidak ada kegiatan belajar mengajar, karena guru-guru sedang rapat bersama kepala sekolah. Jadi siswa-siswi SMA Kusuma Bangsa di pulangkan.
"Kin kita ke rumah Salsa yuk," ujar Alisya.
"Kuyyy"
__ADS_1
"Ehhhh gue ikut," ujar Arga.
"Ngapain lo, emang di ajak," ketus Alisya.
"Udah lah Sya, ajak aja napa," ujar Rangga.
"Ngapain lo ikut-ikutan hah?" Ketus Alisya.
"Mak lampir ngamuk," ujar Rangga pada Alex pelan. Namun masih bisa di dengar oleh Alisya.
"Gue denger ogeb," ujar Alisya.
"Udahlah yuk Kin kita ke rumah Salsa, ngapain disini bikin pala gue panas," ujar Alisya.
Alisya dan Kinara pergi meninggalkan Arga dkk. Alisya dan Kinara masuk ke dalam mobil Alisya, lalu mobil Alisya melaju dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di rumah Salsa, Alisya memasukkan mobilnya ke gerasi rumah Salsa. Jangan aneh emang dia suka begitu apabila main ke rumah Salsa, serasa rumah sendiri.
Lalu, Alisya dan Kinara masuk ke dalam rumah Salsa dan langsung menuju kamar Salsa. Sedangkan Arga dkk mengikuti Alisya dari belakang.
Arga mengetuk pintu rumah Salsa. Lalu terbukalah pintu dan munculah seorang wanita paruh baya, kalo Arga tebak sih pembantu di rumah Salsa.
"Iya den, ada apa?" Tanya bi Asih, pembantu di rumah Salsa.
"Oh jadi gini bi, kita temen sekelasnya Salsa, mau jenguk Salsa," ujar Arga.
"Oh mau jenguk non Salsa, yaudah non Salsa nya ada di kamar," ujar bi Asih.
"Kamarnya di mana bi?" Tanya Arga.
Arga dkk mengikuti bi Asih ke lantai atas dan mengarahkan dimana letak kamar Salsa. "Yang ini den," ujar Bi Asih.
"Non, ada temen sekolah non nih," ujar Bi Asih sambil mengetuk pintu.
"Ohh suruh masuk aja bi," ujar Alisya.
"Silahkan masuk den, kalau gitu bibi ke dapur dulu," ujar bi Asih.
"Iya bi makasih," ujar Arga.
"Sama-sama den," ujar bi Asih lalu pergi ke lantai bawah.
Perlahan Arga membuka pintu kamar Salsa. Dan mereka belum ngeh kalo yang datang adalah Arga dkk.
Alisya melirik ke arah pintu, "Eh ngapain lo kesini," ujar Alisya.
"Sans aja dong Sya, jangan marah-marah mulu nanti cepet tua loh," ujar Alex dan diiringi tawa oleh teman-temannya.
"Eh lo pada kalo mau bikin berisik jangan kesini pergi sana," ujar Kinara.
"Ehh ngapain lo ngusir-ngusir emang ini rumah elo," ujar Rangga.
"Udah lah Sya, Kin, gak papa," ujar Salsa dengan nada lemah.
"Ngapain lo pada kesini," ujar Salsa.
__ADS_1
"Ya gue mau jenguk elo," ujar Rangga.
Arga berjalan ke arah ranjang Salsa dan ia mulai mendekati Salsa. Dan ia mengusir Alisya yang sedang duduk di bibir ranjang Salsa.
Arga perlahan memegang tangan Salsa dan itu sukses membuat wajah Salsa bersemu merah. Meskipun Arga orang nya nyebelin tapi sukses membuat dia bulshing.
"Sal gue mau minta maaf," ujar Arga memohon.
"Maaf buat?" Tanya Salsa bingung.
"Yaaa anu ituuu sebenarnya, yang emm masukin sambal ke bakso lo itu gue," ujar Arga lalu menunduk.
"Mau kan Sal lo maafin gue," ujar Arga menampilkan wajah memohon.
"Apa? Jadi elo yang ngasih sambal di bakso Salsa? Wah Ga, lo udah keterlaluan sampai anak orang sakit gini," ujar Alisya naik darah.
"Udah lah Sya, gue maafin tapi---," Salsa menggantung omongannya.
Jangan di gantung woyyy, di gantung itu sakit.
Back to topik
"Tapi apa Sal?" Tanya Arga.
"Ada syaratnya," ujar Salsa.
"Syarat? Syarat apaan?" Tanya Arga.
"Lo harus mau kalo gue suruh alias lo harus jadi babu gue selama satu minggu, gimana?" Ujar Salsa.
Arga mengangguk setuju, karena ia ingin di maafkan oleh Salsa. "Oke gue mau," ujar Arga.
"Hahahahaha si Arga jadi babu bhahahha," tawa Alisya menggelegar.
"Diem lo," ujar Arga.
"Makanya Ga, kalo jahil itu jangan keterlaluan kan jadi repot hahahha," ujar Kinara sambil tertawa.
Begitu pula dengan Rangga dan Alex, ya kali mereka kaga ikut ketawa, temen susah tuh malah di ketawain bukannya di bantu. Hahahaha.
"Mulai besok lo jadi supir gue, dan lo harus mau kalau gue suruh kemana-mana," ujar Salsa.
"Oke gue besok jemput lo," ujar Arga.
Bersambung............
HAIHAIHAI GIMANA PART INI? SERU NGGAK? MAAF KALO CERITANYA GAJE
TYPO BERTEBARAN
MAKASIH BUAT KALIAN YANG UDAH BACA CERITA AKU DAN MAKASIH BUAT KALIAN YANG UDAH NUNGGU CERITA AKU
JANGAN LUPA VOTE AND COMMENT
OKE BY BY!
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART!