
setelah kembali dari supermarket Akash langsung ke kamar karna baru menerima telfon, sedangkan bila langsung menghampiri damian untuk memberikan minuman kaleng pesanan Damian
mereka berbicara beberapa waktu sampai Akash akhirnya turun
"aku punya tugas untukmu"ucap Akash pada bila
"tugas apa tuan?"tanya bila
"kau bisa mengehack kan?"bukannya menjawab Akash malah kembali bertanya
"bisa tuan"jawab bila yakin
"baiklah sekarang bantu aku mengehack data Mr.jay"ucap Akash yang diangguki bila
"laptop saya ada dikamar tuan"ucap bila, setelahnya dia pergi ke kamar diikuti Akash
sesampainya dikamar bila langsung mengambil laptopnya dan duduk di kasur Akash duduk di sebelah bila
bila langsung mengetik laptopnya sedangkan Akash hanya memperhatikan saja
setelah beberapa menit dia mendapatkan semua informasi yang diminta oleh Akash
"sudah selesai tuan ini"ucap bila sambil memberikan laptopnya
__ADS_1
"baiklah, ternyata kau tidak berbohong kalau kau bisa mengehack"ucap Akash yang dibalas dengusan bila
"Besok kita akan merampok bank"ucap Akash
"bank mana tuan?"tanya bila
"bank xxxx "jawab Akash
"tuan bukankah itu bank kecil"ucap bila yang dibalas senyum smirk Akash
"kita tidak akan merampok banknya karna kau memang benar itu hanya bank tapi kita akan mengambil Red diamond"perkataan Akash membuat bila bingung mana mungkin bank kecil menerima diamond yang harganya begitu fantastis
"tuan mana mungkin mereka memberikan Red diamond kepada bank kecil yang pengamanannya sedikit bukankah itu berbahaya"ucap bila yang membuat Akash kesal kenapa gadis ini bodoh sekali seperti itu batin Akash berkata
(apa pria ini kerasukan) batin bila bergidik ngeri
"ya kau benar tuan "ucap bila sambil melihat Akash yang berjalan ke balkon dia menyusul Akash disana dia lihat Akash lagi duduk di sofa
"tuan minggir sedikit saya mau duduk"ucap bila yang tidak didengarkan Akash, melihat itu bila jadi kesal
"tuan jika anda tidak bergeser saya akan duduk dipangkuan tuan"ucap bila mengancam, bukannya takut mendengar ancaman bila Akash malah menantang
"duduk saja"jawab Akash menantang, membuat bila semakin kesal karna ancamannya tidak didengarkan,dia langsung duduk dipangkuan Akash membuat Akash kaget dia langsung memeluk pinggang bila sedangkan bila dia melingkarkan tangannya di leher Akash membuat mereka saling menatap
__ADS_1
"kau salah menantang orang tuan"ucap bila dengan sombong membuat Akash memutar bola mata malas
"turun lah badan mu berat"ucapan Akash tentu saja kebohongan, gadis yang berada di dalam gendongannya tentu saja ringan baginya tapi jantungnya berdetak sangat kencang membuat dia takut gadis itu mendengarnya
"tidak mau tuan aku nyaman disini"ucap bila dengan tetap berada dipangkuan Akash
"tuan kau tau aku sangat menyukai bulan"kata kata bila membuat Akash bingung
"kenapa kau menyukai bulan?"tanya Akash
"karena di bulan bisa bersinar diantara kegelapan, seperti seseorang bisa tersenyum diantara luka dan penderitaan"ucap bila sambil menatap Akash
"setiap kali aku sedih aku selalu menatap bulan,jika bulan saja tidak menyerah dan tetap bersinar di antara kegelapan,lalu mengapa aku menyerah diantara luka dan penderitaan aku akan tetap tersenyum sampai penderitaan tau bahwa dia tidak akan bisa membuat ku menyerah"ucap bila dia tersenyum diakhir Kalimat
"kenapa kau bisa berfikir seperti itu?"tanya Akash karna bingung dengan pemikiran gadis ini
"itu hanya pemikiran ku dan motivasi ku untuk tidak menyerah tuan"ucap bila
"apa hidupmu ada masalah?"tanya Akash penasaran
"tidak ada tuan,tuan sebaiknya kita masuk dan tidur ini sudah malam"setelah mengatakan itu dia langsung pergi ke kamar
__ADS_1