
...DEAN /// WANG YIBO...
...by : hi cliene hi...
...IG : hi cliene hi...
...~~~~~~~~...
Sudah dua tahun kepergian Dean dari kota Jonsan.
Hari hari begitu sibuk hingga Dean sedikit demi sedikit melupakan Qilan yang berada di sana.
Hari ini akan ada meeting dengan klien dari Jonsan, mendengar namanya Dean mengingat janjinya dengan Alfian tempo tahun lalu.
«kemungkinan gadis itu sudah sarjana dan bekerja atau dia sudah menikah» pikir Dean.
Banyak hal terjadi, perubahan Dean pun dibilang cukup drastis, dari mulai fashion sampai menanggapi semua orang baru.
"Direktur sekarang anda harus meeting!" Josua.
"Terimakasih sudah mengingatkan" Dean.
«ternyata aku terlalu lama merenung tadi sampai tidak sadar sudah waktunya meeting» gumam Dean.
Disisi lain Qilan berada di Kanada, dia sekarang bekerja dengan sebuah perusahaan lokal di Jonsan.
Sesuai dengan dugaan Qilan adalah sekertaris pribadi dari perusahaan milik Jonsan yang akan melakukan kontak dengan perusahaan milik Dean di Kanada.
Qilan sama sekali tidak mengetahui bahwa perusahaan itu adalah milik keluarga Dean.
Sungguh takdir mempermainkan mereka kembali.
...🥀🥀🥀...
Satu jam sudah meeting berjalan dengan lancar di dalam ruangan tersebut.
Meeting yang akhirnya berujung manis, yaitu penanda tanganan kontak dengan masing-masing perusahaan.
Qilan menunggu direktur nya keluar dari ruangan meeting tersebut, dia menunggu dengan beberapa sekertaris lain di sana.
Tibalah pintu terbuka yang pertama keluar adalah Dean, sontak kemunculan Dean ini membuat Qilan sangat terkejut.
Penampilannya kini sangat berubah, dari yang tidak suka memakai pakaian formal dan sekarang dia memakai pakaian formal lengkap dengan sapu tangan di saku jasnya, sungguh terlihat sangat berwibawa.
Qilan tak bisa mengatakan apapun karena sangat terkejut, wajahnya terlihat sangat tegas sekarang namun tidak banyak berubah, hanya cara berpakaian dan bentuk tubuh yang penuh dengan otot di seluruh tubuhnya yang membuat dia sangat berkarisma.
"Kau sedang melihat apa Qilan?" Donna.
__ADS_1
"Ah itu saya sedang terkejut karena lelaki yang barusan saja lewat!" Qilan.
"Maksudmu direktur Dean? Bukannya dia sangat gagah dan tampan bukan, namun sayangnya menurut kabar dia sudah memiliki tunangan di sini!" Donna.
"Benarkah direktur?" Qilan.
"Tentu, namun aku juga kurang tahu kebenarannya!" Donna.
Betul, direktur atau atasan Qilan adalah seorang wanita yang sudah menikah namun sang suami tiada akibat kecelakaan pesawat beberapa bulan lalu.
Dan kabar tentang tunangan Dean masih samar-samar di telinga orang yang mendengarnya.
Kemungkinan ia di jodohkan oleh keluarganya saat sampai di Kanada.
...🥀🥀🥀...
Hari sekarang sudah mulai menunjukkan bintang dan bulan nya.
Pikiran Qilan masih terbesit satu nama yaitu Dean.
«dean bertunangan? Siapa gadis beruntung itu?, Ku kira dia menyukaiku» Qilan.
"Tunggu kenapa gw berfikir kaya gitu? Lagian dulu gw cuman kaya sugar baby nya kok, wajar lah di buang kan udah nggak dibutuhkan" Qilan.
Qilan beranjak ke ranjang dan merebahkan dirinya.
Sebenarnya dia menikah karena dijodohkan oleh Qilan, pasalnya mengingat umur Taka yang sudah tak muda lagi.
"Gw kangen kakak gw, tapi ganggu apa nggak yah? Di Kanada baru jam 19.00 tapi di Jonsan sudah jam 01.00 pagi. Huft, lagian kenapa juga sih harus liat Dean dadakan mana katanya udah tunangan lagi" Qilan.
...Takakak...
Kak apa masih tidur?
"Bodo ya iya lah, kok gw jadi aneh gini, udah lah mending gw tidur aja kan besok gw bakalan banyak kerjaan di cabang huft, ayo Qilan tidur.... Jangan ganggu kakak mu yang lagi pelukan sama calon anaknya" Qilan.
Qilan menaruh handphonenya di sebuah meja dekat ranjangnya sambil mengisi daya baterai handphonenya.
...🥀🥀🥀...
Pagi yang indah bersinar lewat sela sela jendela apartment nya.
Alarm pun berbunyi, tergambar sudah jam 07.00 pagi.
Tidak telat karena dia akan masuk kantor jam 08.00 pagi.
Sebenarnya jika Qilan tidak lemot sih pasti pas satu jam atau malah kurang dari satu jam untuk bersiap-siap.
__ADS_1
Qilan bangun dan langsung mematikan bunyi alarm yang terus berdengung di sesi ruangan.
Dengan cepat Qilan pergi mandi karena melihat angka pada jam alarm nya.
Tak lama hanya 15 menit untuk mandi, namun yang membuatnya lama adalah memilih outfit untuk ke kantor.
Di ruang ganti Qilan mulai memilih baju yang cocok dengan mood nya sekarang. Tak disangka moodnya sekarang sedang tidak karuan, antara gugup, senang, malas, dan sedikit bingung.
"Apa gw harus pake baju warna warni gitu? Kaya ondel-ondel jatuhnya nanti atau kaya badut ulang tahun bocil. Emmm paduan biru dan warna gelap saja seperti hitam, merah darah atau abu gelap, iya pasti bakalan bagus, terus sepatu nya menyesuaikan warna bajunya saja biar matching" Qilan.
Setelah 20 menit berganti baju Qilan segera merias wajahnya walaupun riasannya tipis tapi itu tetap wajib untuk menutupi ke bulukan mode pabrik rahim.
Setelah selesai Qilan langsung mengemasi berkas dan beranjak berangkat.
Melihat layar handphonenya namun masih tidak ada jawaban dari Taka, apakah dia se sibuk itu untuk menyambut anak pertamanya?.
Qilan langsung berlari ke arah parkiran, namun di sana dia bertemu atasannya Bu Donna.
"Selamat pagi Qilan!" Donna.
"Selamat pagi bu Donna" Qilan.
"Mau berangkat bareng saya?"Donna
"Memangnya boleh ya bu?"Qilan
"Iya, ayo masuk mobil kita berangkat bareng ke kantor!" Donna
Di perjalanan banyak hal yang mereka bicarakan, mulai dari kontrak baru dengan perusahaan milik keluarga Dean dan sampai membahas tipe pria idaman Qilan.
...Bersambung...........
...🥀🥀🥀...
...HAI APA KABAR?...
...MAAF KARENA SAMPAI SATU BULAN TIDAK UPDATE LAGI......
...TERIMA KASIH SUDAH SETIA MENUNGGU SI DEAN INI.......
...MAFIA BERKEDOK CEO DI KANADA....
...BY THE WAY SEBENARNYA SIAPA YAH TUNANGAN QILAN ITU.......
...SUDAHLAH JANGAN PUSING PUSING MENDING KITA DUKUNG QILAN BIAR BISA BARENG DEAN LAGI 😉...
...SAMPAI JUMPA DI EPISODE BERIKUTNYA...
__ADS_1
...DADAH HONEY........