
Jordan tidak mengerti mengapa teman-teman bisa kembali di tangkap.
"Jordan Lin. Jika kau ingin teman-teman mu hidup, serahkan dirimu baik-baik pada kami", ujar salah satu anggota Chiu Weng.
"Dasar pengecut. Menggunakan sandera untuk bisa mendapatkan kemenangan? Kalian tidak lebih hanyalah sampah", teriak Jordan geram.
"Bukan kami yang menjadi lawan mu", ujar orang tersebut.
Selesai berkata demikian, muncul seseorang dengan badan kekar tinggi dengan perawakan menyeramkan.
"Aku mendengar kau membunuh banyak muridku sebelum kesini", ujar orang tersebut.
"Itu tidak ada hubungannya denganmu", teriak Jordan lagi.
"Tidak sopan bila kita tidak mengenal satu sama lain. Namaku Xiu Weng adik dari Chiu Weng", ujar Xiu Weng.
Jordan terkejut mendengar hal tersebut. Bahkan Jordan merasa ada yang tidak beres dengan hadirnya adik Chiu Weng untuk melawannya.
"Aku tidak perduli siapa kau dan keluarga darimana kau. Lepaskan teman-teman ku atau aku akan membunuh kalian semua", ujar Jordan sembari mengeluarkan Aura bertarung yang hebat.
"Menarik. Aku ingin tahu seberapa hebat dirimu", ujar Xiu Weng yang juga mengeluarkan aura bertarung yang dahsyat miliknya.
Jordan melesat dengan kecepatan penuh begitu juga dengan Xiu Weng. Kepalan pukulan mereka bertemu menciptakan gelombang kejut yang membuat sekitarnya menimbulkan angin kencang.
"Luar biasa anak muda. Masih begitu muda memiliki kekuatan pendekar Langit", ujar Xiu Weng.
Jordan terkejut bak di sambar petir. kekuatan seseorang hanya bisa di lihat bilah mereka setara atau lebih tinggi dari si target.
"Kau orang tua banyak omong kosong. pergilah ke neraka", Ujar Jordan yang dengan cepat melancarkan serang demi serang ke arah Xiu Weng.
Setiap serangan Jordan dapat di tepis oleh Xiu Weng dengan mudah dan bahkan Xiu Weng dengan cepat membalas serangan Jordan memaksanya ke posisi bertahan.
"Orang tua ini. Kekuatannya mengerikan", gumam Jordan dalam hatinya.
Karena serangan Jordan tidak ada yang mengenai tubuh Xiu Weng, Jordan mencoba cara yang lain.
"Cakar Harimau Surgawi"
Cahaya biru membentuk cakar bersinar terang di tangan Jordan. Dengan cepat Jordan menyerang Xiu Weng dengan sangat ganas.
Tetapi tetap saja, serangan demi serangan yang di lancarkan Jordan tidak berpengaruh kepada Xiu Weng.
__ADS_1
"Bahkan jurus andalan keluarga Lin tidak bisa menyentuhnya", gumam Jordan geram.
Jordan menyerang secara terus menerus dan tidak memberikan kesempatan bagi Xiu Weng untuk menyerang balik padanya.
"Memang keluarga Lin sesuai dengan isunya. Kekuatan kalian memang bukan sembarangan", ujar Xiu Weng sembari menunjukan efek dari serangan Jordan.
Jordan dibuat terkejut kembali karena efek serangan yang dia berikan membunuh sebagian besar orang yang berada di belakang Xiu Weng.
Jordan hampir saja membahayakan teman-temannya karena jurus yang baru saja ia keluarkan.
"Kau memancingku untuk bisa menyerang dan hampir melukai teman-teman ku?", ujar Jordan geram.
"Hahahaha. Keluarga Lin memang terkenal sangat setia kawan. Aku sampai terharu mendengar ya", ujar Xiu Weng.
"Memang banyak omong kosong. Apa hubungannya asal usul keluarga ku dengan dirimu? Aku akan menghabisi mu untuk menyelamatkan teman-teman ku", ujar Jordan.
Mereka kembali beradu serangan tetapi tetap saja tidak ada salah satu dari mereka yang berhasil menyerang satu sama lain.
Jordan tidak lagi menyerang menggunakan jurus Cakar Harimau Surgawi, karena Jordan tidak ingin melukai teman-temannya.
"Apa yang kau lakukan anak muda? Jangan membuatku penasaran. Aku sangat senang bisa melihatmu menggunakan segenap kekuatanmu", ujar Xiu Weng.
Jordan Tampa sengaja mengaktifkan segel pedang Cahaya dan Pedang Kegelapan sekali lagi. Kedua pedang tersebut muncul karena merespon kekuatan Chi Yin dan Yang.
Tiba-tiba Jordan memasuki ruang Jiwa karena sebuah panggilan aneh.
"Gunakan kami tuan Lin", ujar kedua pedang tersebut.
Jordan kebingungan karena asal suara tersebut. Setelah Jordan mencari-cari akhirnya Jordan menyadari, kedua pedangnya lah yang telah berbicara padanya.
"Kalian?", tanya Jordan heran.
"Kami adalah Roh Pusaka Pedang Cahaya Dan Pedang Kegelapan. Kami adalah senjata pusaka keluarga Lin dari generasi ke generasi", ujar kedua pedang tersebut.
"Anda telah mengaktifkan segel untuk kedua kalinya Tuan Lin", jelas mereka.
"Baiklah aku membutuhkan bantuan kalian berdua", ujar Jordan.
"Baik Tuan Lin", ujar kedua pedang tersebut.
Jordan kembali dari ruang Jiwa dan mendapati dirinya masih bertarung tanpa henti bersama Xiu Weng.
__ADS_1
"Apa yang terjadi padamu anak muda? Apakah kau ta........", perkataan Xiu Weng belum sempat ia selesaikan tangannya sudah tidak ada lagi bersamanya.
Setelah menyadari tangannya sudah tidak berada di tempat nya lagi, Xiu Weng melompat dengan cepat.
"Apa yang.............", teriak Xiu Weng yang terdiam saat melihat Jordan sedang menggenggam dua buah pedang yang satu bercahaya terang dan yang satu bercahaya hitam seperti gelapnya malam.
"Tidak mungkin. Itu Pedang Cahaya Dan Pedang Kegelapan dalam legenda", ujar Xiu Weng terkaget.
"Terkejut? aku masih mempunyai beberapa trik untuk melenyapkan mu", ujar Jordan mengejek.
"Kau bagaimana bisa kau memiliki kedua pedang itu. Kedua Pedang itu telah menghilang ribuan tahun yang lalu", ujar Xiu Weng khawatir.
"Tidak perlu kau tau dari mana asal kedua pedang ini dan bagaimana keluarga kami bisa menjadi tuan atas kedua pedang ini. Yang pastinya kau Akan mati dengan kedua pedang ini", ujar Jordan.
Pedang Cahaya dan Pedang Kegelapan terkenal dengan kehebatannya. Banyak pendekar yang mengingini kekuatan dari kedua pedang tersebut. Ketajaman serta kekuatan yang kedua pedang ini tunjukan menandakan kedua pedang ini merupakan senjata pusaka.
Banyak yang menginginkan kedua Pedang ini tetapi banyak dari mereka yang mati karena mereka lenyap karena keserakahan mereka. Dan pada akhirnya, keluarga Lin menyegel kedua pedang ini hingga sekarang.
Xiu Weng tidak tinggal diam. Walau dia tidak bisa mengalahkan Jordan dalam pertempuran, setidaknya dia harus melawan dengan cara yang sama. Menggunakan pusaka untuk melawan pusaka.
Xiu Weng mengetahui bahwa pusaka ya tidak akan bertahan melawan Kedua Pedang milik Jordan dan dirinya hanya bisa berharap. Sembari menutup lukanya dengan tenaga dalam, Xiu Weng fokus dengan gerakan yang bisa berakibat fatal baginya bila lengah.
"Mari kita selesaikan ini orang tua. Aku akan membawamu ke neraka lebih awal", ujar Jordan yang kemudian menyerang dengan kecepatan penuh.
"Langkah Angin"
Jordan bergerak cepat dan menyerang Xiu Weng dengan membabi buta. Setiap serangannya mengandung tenaga dalam dan Chi yang besar.
"Memang keluarga Lin Tidak membual sedari dulu. Kalian memiliki kekuatan sebesar ini. Memang pantas kalian di anggap sebagai ancaman sedari dulu", ujar Xiu Weng.
Jordan tidak mendengarkan perkataan Xiu Weng. Jordan terus menyerang tanpa memberikan Xiu Weng kesempatan membalas.
Mereka beradu kekuatan menandakan pertarungan keduanya berat sebelah. Sampai pertarungan berada pada puncaknya tetapi tidak seperti yang Jordan kira.
***Buat Teman-teman yang sudah membaca dan mensuport saya sampai sekarang terima kasih. Saya hanya ingin meminta maaf karena update kali ini terlalu lama karena berhubung saya sedang sakit jadi dokter menyarankan untuk istirahat selama 2 hari.
Mungkin Setelah update kali ini saya ingin istirahat. Tetapi bila ada waktu saya akan coba Update DE walau hanya sedikit.
Jika kalian suka. Tinggalkan Like dan jika kalian ada saran silahkan koment di bawah.
THANKS FOR YOU MY FRIENDS***
__ADS_1