
ling tian masuk dalam keadaan bingung dengan pertanyaan
siapa aku?
apa tujuan ku?
bagaimana nasib ku?
apa yang aku mau kerjakan?
apa aku bisa menanggung beban di dunia ini?
***
begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam pikiran ling tian bahkan hampir menganggu kultivasinya
[selamat anda naik ke master spritual 11]
[selamat anda naik ke master spritual 12]
mendengar itu ling tian senang
[selamat anda memasuki tingkat prajurit 1]
[anda mendapatkan kotak misteri tingkat legenda]
.
.
[selamat anda naik ke prajurit 2]
kemudian ling tian membuka matanya dan yang di rasakan nya adalah senang.Ling tian melihat ke arah jam dinding yang arah jarum jam menunjukkan ke angka vlll malam
"saatnya tidur"kata ling tian menarik selimut dan berbaring, kemudian menutup matanya
keesokan harinya...
ling tian membuka matanya dia melihat hari yang cer-.Maaf hari yang gelap pertanda akan turun hujan
segera ling tian membersihkan badannya dan menggunakan pakaian hitam tingkat misterius yang bisa berkumufase menjadi tingkat pro
setelah itu ling tian keluar dari kamar dan berjala pergi meninggalkan penginapan
"zero buka kotak misteri legenda"kata ling tian
[ Selamat anda mendapatkan teknik tarung:petarung sejati {100}]
[Selamat anda mendapatkan sihir array yang nama anda bisa mengendalikan roh jahat]
[selamat anda naik dari prajurit 2 ke prajurit 5]
[selamat anda membuka kapasitas PS dan pp infinite]
[selamat anda mendapatkan sihir gerbang neraka]
[selamat anda mendapatkan elemen petir merah]
[selamat anda mendapatkan jenis tubuh:gila akan materi]
[selamat anda mendapatkan sihir berpindah tempat]
Lin tian sangat terkejut dengan apa yang dia dapatkan
apa kapasitas infinite?
tubuh akan gila materi yang ada di alam semesta?
sihir gerbang neraka?
wow..wow...wow
__ADS_1
ling tian segera menghilangkan rasa keterkejutan agar tidak di lihat oleh orang orang.Ling tian berjalan ke arah kompetisi
"silahkan ini nomor anda"ucap pria yang sebelumnya memberikan sebuah nomor
"nomor 140 tidak buruk"gumam ling tian berjalan ke arah kursi peserta
"selamat datang kepada para calon murid sekte Phoenix emas"ucap seorang di arena
"sebelum itu kita akan sambut pemimpin sekte yaitu yuan wu berserta istri dan anaknya"lanjutnya memberi hormat ke salah satu ruangan
sementara itu di dalam ruangan pemimpin sekte
"yuan Lin yang mana namanya ling tian?"tanya yuan wu
"ayah lihat saja nanti"jawab yuan Lin
"ayah jadi penasaran apa yang di rasakan oleh anak itu ketika sedang tidur abadi?"tanya yuan wu
"mungkin buruk ayah di karenakan ling tian tidak mua menceritakan prihal itu"kata yuan Lin
di tempat ling tian
ling tian sedang mencari keberadaan ling Kris di karenakan kompetisi sudah di majukan yang mana seharusnya satu bulan lagi tapi di majukan.Mungkin pemimpin sekte ingin secepatnya bertemu dengan ling tian
tiba tiba...
"bah..apa kabar ling tian"kata ling Kris
"oh sudah sampai"kata ling tian
ling Kris duduk di sebelah ling tian
"tanpa berlama lama kita mulai saja kompetisinya"ucap pria itu melemparkan api yang ketika di atas meledak pertanda awal mula kompetisi
"yang akan masuk ke sekte adalah 100 orang dan 100 orang itu akan di bagi kategorinya sesuai dengan peringkatnya"Kata pria itu"pertama nomor 192 melawan 01"lanjut pria itu
ling tian dan ling Kris berbincang bincang
"apa reaksi mu ketika pemberitahuan di majukan nya kompetisi?"tanya ling tian
"pemenangnya nomor 192"ucap pria itu atau kita panggil saja
wasit
"selanjutnya nomor 158melawan 100"kata wasit
"itu aku"kata ling Kris berjalan pergi
di arena
"mulai"ucap wasit
ling Kris mengeluarkan tombak yang di berikan oleh ling tian.Lawan ling Kris memakai pedang dan dia langsung menyerang ling tian
ling Kris juga menghilang dan tiba di atas lawannya
"kena kau"ucap lawan ling Kris
tiba tiba badan ling Kris berubah menjadi bayangan menghindari pedang yang di arakan ke atas dan ling Kris menendang tubuh lawannya hingga keluar dari arena
"apa tubuh bayangan"ucap mereka terkejut
"pemenangnya nomor 158"ucap wasit terkejut
ling Kris kembali ke kursi peserta
"lumayan"ucap ling tian
"yah tidak sebanding dengan kau"kata ling Kris
.
__ADS_1
.
30 menit kemudian...
"kita lanjut pertandingan selanjutnya nomor 10 melawan 140"kata wasit
"saatnya aku"kata ling tian berdiri
"semangat"kata ling Kris
terdapat banyak cacian dari orang orang yang mana ling tian sedikit memadatkan energinya yang berada di tingkat perkembangan 11.Ling tian tidak mempedulikannya, ling tian terus pergi ke arena
di ruangan pemimpin
"Lin'er yang mana ling tian?"tanya yuan wu
"yang memakai master hitam itu ayah"jawab yuan lin
"tidak mungkin dia masih berada di tingkat perkembangan 11"ucap tuan wu tidak percaya
"aku juga tidak tahu ayah mungkin dia menyembunyikan auranya"kata yuan Lin bingung
"mulai"ucap wasit
kemudian lawan ling tian menghilang dan mulai menyerang ling tian menggunakan dua pedang
sementara itu ling tian hanya menangkisnya menggunakan tongkat senjata
"pedang guntur"ucap lawan ling tian
ketika pedangnya beradu dengan tongkat tiba tiba suara gemuruh terdengar.Ling tian terganggu walaupun sebenarnya tidak
lawan ling tian menendang ling tian
"bola api"ucap lawan ling tian mengeluarkan bola api dan melemparkan bola itu
ling tian menangkisnya
"ling tia. jika kau tidak serius maka kau akan berurusan dengan ku"ujar yuan wu di jendela ruangan yang mengarah ke arena
semua orang bingung apa yang di bicarakan oleh pemimpin?
"sialan tua bangka"ucap ling tian di dalam hati
"hah..kilat petir"ucap ling tian menunjuk ke lawannya dan menurunkan jari telunjuknya
sedetik kemudian muncul petir merah yang menyambar ke lawan ling tian.Wasit melihat kondisi lawan ling tian dan keadaannya dia pingsan
"pemenangnya nomor 140"kata wasit
semua orang terkejut dengan kekuatan ling rian
"mungkin saja dia menyembunyikan tingkatkan nya"gumam yuan wu
kemudian ling tian berjalan ke kursi peserta
"itu hebat ling tian"ucap ling Kris
"itu hanya serangan biasa"kata ling tian duduk di kursi
.
.
.
.
waktu terus berjalan, sudah 2 jam kompetisi di mulai dan ling Kris dan ling tian memasuki ke 20 besar
__ADS_1
"baiklah kita akan melanjutkannya 2 hari lagi jadi besok untuk 20 besar persiapkan diri kalian dan yang kalah jangan berkecil hati nanti akan ada masanya kalian menjadi murid dalam"kata wasit menutup pertandingan dengan bertepuk tangan
ling tian ling Kris berjalan ke luar dari tempat kompetisi