
di tempat varel dan naila
Mereka sedang menyusuri seisi rumah. naila yg berdiam diri dan terus berjalan mengikuti varel, akhir nya membuka suara.
"kita mau kemna sih?" tanya nya penasaran.
"ikutin aja"jawab varel dingin dan terus berjalan.
"tapi gue capek.."batin naila merengek.
mereka terus berjalan sampai varel membuka pinta ruangan.
"udah sampe?"tanya naila antusias.
"hmm" jawab varel.
naila yang mendengar itupun senang dan langsung menerobos masuk mendahului varel. naila langsung melempar tas nya diatas meja dan segera duduk.
"capek banget"ucap naila bersandaran dan menutup matanya.
"gitu aja capek"ucap varel dingin dan terus memandangi naila.
"imut" batin varel yg memandangi wajah naila.
"lo bilang gitu aja??" membuka matanya dan duduk menatap varel.
"iya"jawab varel datar.
"woi nyadar, woi... dari pulang sekolah sampai kita kemall beli nih barang2( menunjuk barang2) lo gk ada tu inisiatif ngajak istirahat dulu,,," ucap nya kesal memandang varel
"emang perlu, lo aja gk ada bilang" jawab varel datar.
" gue udah bilang kali. tapi lo (menunjuk varel) nanti aja, lemah bangat ( berbicara dengan memanyunkan bibir nya) gak nyadar lo" ucap naila sinis.
" yaampun lucu banget ni anak, pengen gue cubit deh" batin varel gemas dengan naila.
"owhh." jawab varel meletakkn semua nya dan merapikan nya.
"aaargghh yatuhann boleh gue bunuh ni orang ngeselin bnget kek putry" batin naila kesal dengan varel.
__ADS_1
"huffff, sudah lah marikita kerjakan cepat" ucap naila merendahkan suaranya.
"hmmm" jawab varel.
mereka mengerjakan dengan duduk berdua dan kompak.
ditempat ricko dan putry.
mereka telah sampai ditaman.bahkan mereka juga sudah memulai melukis nya.
"put.. kek gini bagus gak?" tanya ricko duduk berseblahan dengan putry.
"hmm mna coba lihat" menoleh kearah ricko. ricko pun menoleh disaat itu juga sehingga terjadilah pandang2an.
"copot ni jantung gue"batin ricko deg degan bertatap tatapan dengan putry.
"hufff jantung tolong jangan bikin ulah" batin putry.
putry segera mengalih kan pandangan, ia takut jika terus bertatap tatapan akan membuat janting nya copot.
"bagus kok" jawab putry,
mereka kembali melukis dan sesekali mereka bertanya kepada satu sama lain dan memberi saran. ada perasaan senang yang mengelilingi mereka.
di tempat ahfan dan risma
mereka sudah duduk dan sudah memulai melukis. risma fokus melukis, sedangkan ahfan sesekali melihat muka risma yang serius itu membuat nya tersenyum tipis.
"ris liat sini dih bentar" ucap ahfan
"ap.."ucapan nya terputus ketika dia menoleh kuas yg dipegang ahfan sudah menyentuk pipinya, sehingga cat yg ada dikuas tersebut menempel.
"hhhhhhh😂" tawa ahfan pecah saat itu.
"ih kak ahfan" risma menghapus cat yg ada di pipunya.
"hhhh sorry2 abis nya sih elo fokus amat" ucap ahfan.
"hehehe kan mau cepat selesai biar cepat istirahat" jawab risma.
__ADS_1
" tapi gk fokus gitu juga kali ris" ucapnya mengacak2 rambut risma.
" ihh suka banget ya kak ngacak2 rambut risma??" tanya nya.
" ia udah kebiasaan" ucap tersenyum
" gak papa kan?"tanya nya
"gk pp lh kax,," ucap risma tersenyum.
"ternyata benar ya kata naila" ucap radit melihat kedepan dan sudah menurun kn tangan.
"ha??" bingung risma dan mrngerutkan dahi nya.
" kata naila, lo itu orang nya humorias, dan yg berpikiran dewasa selain dea didalam geng kalian." ucap ahfan melihat risma.
" lo tau naila selalu bilang kalau lo itu selalu memberikan kasih sayang seorang kakak yang gak pernah dia dapat kan dari gue, dia juga pernah cerita bagaimana lo nolongin dan nencemaskan dia layak nya seorang kakak" ucap ahfan sedikit sedih.
" dia selalu nyeritain itu semua bagaimana sikap lo, prilaku lo dan tindakan lo yang mencermin kan seorang kakak yg ia dambakan, sedang kan gue selalu bertengkar dan selalu sibuk dengan urusan gue sendiri." ucap ahfan menunduk. risma memegang tangan radit.
" hmm mungkin yang kakak bilang itu salah, aku memng menjaga sahabat2 ku dan menyayangi mereka layak nya saudara sendiri. tapi apa kakak tau, naila selalu menyayangi kakak dan bersyukur memiliki kakak, dia juga bilang kak ahfan itu orang nya nyebelin, suka buat rusuh, ngajak gedul dan bikin orang kesal, tapi apa kakak tau dia bilang bahwa dia bersyukur memiliki kakak yang bisa menjadi teman nya, kakak tau dia selalu menyayangi kakak, walau kakak mempunyai kekurangan dalam memberi dan menunjukan kasih sayang tersebut, tapi kakak selalu melindungi naila sebisa mungkin. itu lah yang naila katakan bahwa gak ada yg bisa gantiin posisi kakak bagi dia." ucap risma panjang lebar. ahfan yang dari tadi mendengarkan dan melihat risma.
" benarkah?" tanya ahfan.
" hemmm kakak adalah kakak nomor 1 didunia bgi naila, " jawab risma.
"jadi kakak gak perlu sedih, naila menyayangi kakak apa adanya, ia selalu bangga mempunyai kakak seperti kak ahfan. walau kakak taukan kalau naila itu orang nya gengsi minta ampun." risma terkekeh mendengar ucapan nya sendiri.
"makasih" senyum ahfan
" buat apa?" tanya risma
"udah jadi pendengar yang baik" melihat risma.
"santai aja kali kak." jawab risma.
" ya udah yuk lanjut lukis lagi" ucap risma.
"aku bahagia bertemu dengan kamu ris, makasih udah selalu ada buat aku dan naila" batin ahfan.
__ADS_1
merema melanjutkan nya dengan semangat dan tidak lupa bersenang srnang.