
Sebelumnya saya mohon maaf karena masih banyak typo🙏🏻, dan 🙂 tetaplah jadi pembaca yg bijak tanpa mengomentari dengan kata² kasar.
Malika yang memikirkan iqmal karna sikap iqmal yang mulai berubah terhadapnya dan terus Berdoa agar hari² nya menyenangkan di hari esok sampai malika tidak bisa tidur Lalu pagi pun tiba.
Setelah memakai pakaian dan scincare malika bergegas ke dapur untuk membuat sarapan ke sukaan iqmal yang di beri tahu mamah iqmal.
Dengan berharap lebih malika terus bergeming memikirkan iqmal ( Yaallah semoga iqmal suami hamba mulai mau memaafkan hamba dan tidak ber perasangka buruk)batin malika berdo'a.
Setelah selesai malika memasak nasi goreng lalu dia pun membuat susu hangat dan di letakan di meja makan.
Malika yang dari tadi sudah menunggu iqmal untuk sarapan tapi iqmal tidak kunjung keluar untuk sarapan.
"Yaudah, Aku panggil aja kali ya?", ucapnya.
Malika menaiki tangga 1/1 menuju kamar iqmal, setelah sampai malika mengetok pintu lalu memanggil mana iqmal.
__ADS_1
"Dok, sarapannya sudah jadi, apa dokter sudah bangun!" teriak malika dari luar pintu.
Di sisi lain!
Iqmal yang sedang sedikit pusing karna tadi malam dia bergadang untuk mengerjakan surat² penting, merasa risih dan janggal karna menurutnya mengganggu dan tidak penting baginya .
"Dokter iqmal, Saya menunggu mu di meja makan, wk", ucap malika.
(Terserah mu saja, yg pasti saya tidak akan memakan sarapan tersebut jika masih ada kamu di rumah ini, jijik aku jijik, jijik lu mal) batin iqmal.
Di lihatnya jam tangan itu yang menunjukan pukul 6;50, (Apa, ini sudah hampir telat!) batin iqmal lalu keluar kamar dan mengambil kunci mobil di ruang tv tanpa sarapan terlebih dulu.
Malika yang sedari tadi menunggu iqmal keluar kamar untuk sarapan dengan tertegun ia melihat iqmal yang terburu-buru.
"Dokter iqmal, gak mau sarapan terlebih dahulu, saya sudah membuat nasi goreng ke sukaan kamu!" ucap malika dengan sedikit teriak.
__ADS_1
Iqmal yang mendengan ucapan malika dengan jijiknya ia mengatakan hal sebenarnya yang ia rasakan.
" Saya tidak akan sarapan degan mu lagi, bahkan saya melihat Nuka mu saja sudah hampir muntah, inget kamu gak usah ngarep berlebih karna saya menganggap kamu hanya sebagai sampah dari keluarga saya!" Kata-Kata kasar iqmal.
Bagai tersambar petir malika yang dari tadi pagi senang Tanpa rasa sedih kini ia merasa lemas dan kaku untuk berbicara bahkan untuk berjalan pun ia tidak bisa.
(Perkataan mu benar iqmal, mungkin saya yang terlalu berlebih untuk tadi malam, bodoh sangat bodoh ,ya allah bodoh sekali hamba mengharapkan yang seharusnya terlebih dahulu hamba berkaca apa hamba pantas di banggakan oleh seorang iqmal, !) batin malika.
Iqmal mengendarai mobil sambil mengingat-ngingat apa yang di lakukan malika terhadapnya dengan seringai liciknya iqmal merasa jijik.
(**Bodoh kamu malika, bahkan di panggil dokter malika rasanya tak pantas yang pantas untuk panggilan kamu adalah "Sampah murahan") batin iqmal.
Bersambung.
HAI 👋 Sebelumnya maaf ya kalau author jarang up 🙂 Karna aku oranya gampang nolep, Jangan lupa untuk tinggalkan Like, koemtar dan Jadikan Favorit ❤....Semoga harimu menyenangkan reader's😍
__ADS_1