
(Catatan : Rasanya sedikit tidak enak jika harimau tersebut tidak memiliki nama, oleh karenanya berikut adalah nama yang penulis berikan kepada keluarga Bali :
- Tian Ying (Harimau Bali jantan Dewasa)
- Tian Hua (Harimau Bali Betina Dewasa)
- Tian Jian (Anak harimau tertua berkelamin jantan, memiliki corak berupa gambar pedang di dekat lehernya)
- Tian Chun (Anak harimau betina satu-satunya, sangat suka bermain serta satu-satunya harimau yang mengijinkan dirinya untuk di-sentuh oleh Zhu Wang)
- Tian Rou (Anak harimau termuda, berkelamin jantan serta memiliki sifat yang sangat pemalas sekali)...
Baiklah itu saja nama serta sifat dari keluarga harimau yang memiliki tiga anak tersebut, mari kita mulai masuk ke ceritanya)
.
.
.
__ADS_1
Merasa khawatir, itulah yang tengah di rasakan oleh Zhu Wang serta keluarga harimau Tian Ying. Entah bagaimana ceritanya, kita dapat melihat sesosok manusia dengan empat ekor harimau terlihat tengah berjalan mondar-mandir di depan anak tangga kastil kuno...
Meski hal yang lebih membuat kita takjub ialah Zhu Wang nampaknya tidak terlalu merasa terganggu dengan keberadaan empat ekor harimau tersebut, bahkan sesekali kita dapat melihat seekor anak harimau tengah memanjati kaki-nya???
"Tian Chun berhentilah memanjati kaki-ku, bagaimana jika kamu terjatuh anak kecil?? Bisa-bisa kedua orang tua-mu malah menerkam diriku..." Merasa sedikit risih sekaligus merasa gemas kepada salah satu anak harimau tersebut, Zhu Wang-pun mengangkat Tian Chun dan memposisikan harimau betina kecil itu ke dalam rangkulannya....
"Puff.." Seolah-olah membalas ucapan Zhu Wang, Tian Chun meresponnya dengan sebuah geraman cuffing (Sebuah teknik yang digunakan harimau untuk berkomunikasi, biasanya berguna untuk menunjukkan keramahan mereka terhadap manusia ataupun harimau lainnya)
"Puff.. Puff.. Sebagai seekor harimau, Tian Chun pastilah yang paling cantik bukan begitu Tian Hua??" Ujar Zhu Wang sembari mengangkat tinggi-tinggi Tian Chun, hanya bisa setinggi kepala-nya sebab Tian Chun memiliki berat yang bisa dikatakan lumayan berisi juga...
"Roarrr!!" Tanpa mengubris perkataan dari Zhu Wang, Tian Hua justru mendadak berlari dengan sangat cepat menuju pepohonan rimbun membuat Zhu Wang terkejut seketika.
Nasib baik Zhu Wang bisa mengambil respon dengan tanggap dan langsung mengamankan dua ekor harimau kecil lainnya yakni Tian Jian serta Tian Rou yang terlihat ingin mengikuti langkah Tian Hua sang ibu harimau.
Tidak peduli seberapa imutnya seekor anak harimau, mereka masihlah seekor predator puncak. Kekuatan serta cakar milik Tian Jian membuat Zhu Wang sadar kalau ia harus lebih berhati-hati saat mendekati ketiga ekor anak harimau ini!!!
Meskipun lambaian cakar Tian Jian hanya memberikan luka berupa goresan semata, nyatanya hal itu membuat Tian Chun merasa sangat kesal kepada sang kakak tertua??
"Puff.. Puff!!!" Sebuah seruan cuffing dengan nada tinggi-pun muncul dari Tian Chun seolah-olah mengisyaratkan "Brother kenapa kamu malah melukai manusia ini?? Aku sangat menyukainya, sebaiknya kamu memberikan penjelasan kepadaku jika tidak aku akan mengadu kepada ibu dan ayah!!"
__ADS_1
Adegan ini pun memancing perhatian Tian Rou yang saat ini tengah bersantai ria di atas salah satu batu, membuat si bungsu langsung terbangun dan mendekati kedua kakak-kakaknya tersebut.
Zhu Wang jelas tidak ingin anak-anak harimau yang lucu itu bertengkar satu sama lain, sehingga ia-pun bertindak dengan mengangkat Tian Chun ke dalam pelukannya mencoba menjauhi Tian Jian.
"Tenanglah Tian Chun, luka ini tidak seberapa lagipula ini hanyalah sebuah goresan saja. Lihat aku baik-baik saja bukan??" Ucap Zhu Wang sembari mengelus-elus pelan tubuh Tian Chun sekaligus menunjukkan pergelangan tangan kanannya yang telah di cakar oleh Tian Jian.
"Snift.. Lick.." Setelah mengendus bekas luka itu, Tian Chun-pun mengambil langkah yang sangat mengejutkan Zhu Wang yakni menjilati luka cakaran tersebut.
Yang dimana tindakan ini jelas membuat Zhu Wang merasa sangat tersentuh sekali terhadap tindakan harimau betina kecil tersebut, "Kamu sangat imut sekali, aku sangat menyukaimu Tian Chun!!!" Merasa senang Zhu Wang langsung menciumi dahi milik Tian Chun serta menempelkan wajah Tian Chun ke wajahnya juga.
Sebuah tindakan kecil yang sengaja dilakukan oleh Zhu Wang untuk menunjukkan kalau dia telah sepenuhnya menghilangkan kewaspadaan kepada Tian Chun, "Puff" Memberikan sebuah balasan berupa cuffing bernada ramah, Tian Chun-pun menjilati wajah Zhu Wang.
Nasib baik duri-duri pada lidah milik Tian Chun belum berkembang sepenuhnya jika kulit wajah serta daging Zhu Wang akan terkupas dengan jilatan lidahnya tersebut, "Eits, jangan menjilatiku Tian Chun.. Jika kamu terus menjilatiku bisa-bisa wajah tampanku ini akan hancur kamu buat" Ucap Zhu Wang sembari menghindari jilatan kedua dari Tian Chun.
.
.
.
__ADS_1
Jadi bagaimana menurut kalian, di antara kelima harimau yang ada. Manakah yang menjadi favorit kalian??
Penulis sendiri sangat menyukai Tian Chun yang memiliki kepribadian lembut sekaligus mengemaskan!!!