
ayo, siapa takut kata ennie. jawab momo ayo. momo dan ennie pun berjalan pelan pelan ke arah rissa dan carra. aduh gimana nih ris kata carra jawab rissa ayo kita lakukan saja. lakukan apa kata carra. ayo kita seperti tidak mengenal mereka. kata rissa jawab carra tapi gimana. maaf kak nama kakak siapa yah kata momo. nama ku cika dan ini teman ku namanya merliss kata rissa jawab momo ooo nama ku momo dan ini ennie kalian ini mirip dengan teman ku dan sepupuku. nah apa kamu percaya sekarang mo kata ennie. hihi iya jawab momo sambil malu. yaudah terima kasih yah kata momo dan ennie dan mereka berdua mulai pergi. hah syukurlah kata carra. jawab rissa apa ku bilang rissa nih dan ayo kita harus belanja. tunggu kita kalo udh selesai belanja bawanya gimana. kata carra. hmmmmm. kita titip sama kakaknya aja. yah kan lebih mudah dan kita harus memberi kan dia uang sebagai upah mau gak itu cara lebih simpel jawab rissa. iya sih tapi aku khawatir aku nggak bisa bahasa italia kata carra. mudah sekarang kan jaman semakin caanggih dan teknologi semakin berkembang kenapa gak pakai google terjemahan yah kan tor. iya sih jawab autor. hm...... yaudah ayo. kata carra. kami jalan dengan pelan pelan dan masuk ke swalayan dan kami membeli barang yang di butuhkan camille lalu kami titip dan kami turun kebawah dan mengechat momo dan bertemu di cafe lalu setelah itu cami belanja dan rissa mengambil barang dengan alasan mau ke toilet dan setelah itu kami pergi ke taman kota lalu duduk dan berfoto bersama dan kami kembali ke hotel. lalu ku beri barangnya camille dan rissa mengantar kami pulang dan dia ikut bersama ku ke kamar camille lalu pulang dan hari berikutnya kami menjelajahi bangunan bersejarah di italia dan mengunjungi cafe terkenal di sana lalu membeli barang barang lalu ke bandara saat itu kak bes sedang bersama ayahnya lalu kami pergi dan pulang kerumah masing masing dan kak bes mengurus ayahnya sedangkan aku di jemput supir peribadi dan setelah sampai di rumah aku ke kamar langsung dan melemparkan diri ku ke kasur karena capek aku tertidur nyenyak dan aku bangun jam 20.09 malam dan tersadar kalau aku ada di rumah sakit. dandi samping ku ibu sedang duduk dengan senyum manisnya yang indah dan berkata sayang apa kamu baik baik saja sekarang.ku sadarin aku telah di pasang alat alat di tubuh ku. dan alat itu hampir semua nya. sakit sih tapi aku nggak berdaya. ku tanyak ibu kenapa aku di sini ibu bilang kalau aku tidak sadarkan diri saat di kamar ku jawab padahal aku hanya tidur bu. jawab ibu mungkin kamu ke capekan. ibu tinggal sebentar yah. lalu setelah ku pikir pikir kalau aku tertidudur juga karena banyak pikiran dan aku tertidur. tidak sengaja aku mendengar percakapan dokter dan ibu. kata dokter kalau aku sakit kanker otak stadium awal kata dokter aku pernah terbentur para tapi bukan masalah besar dan di tambah banyak pikiran aku jadi kena. setelah ku ingat ingat aku pernah pas usia 14 tahun aku terbentur yang cukup para saat tertabrak mobil saat mengejar bola tapi aku bisa bangkit dan tak ada darah lalu ku lihat ibu masuk dan wajahnya tampak sedih dan khawatir. aku tidak bisa bilang satu kata pun. aku cuman terpakuh tak berdaya aku hanya takut kalau aku lupa ingatan selama lamanya. aku hanya nggak mau ke hilangan ingatan suka duka bersama sahabat ku yaitu camille momo ennie kak bes rissa stevan aku menangis seperti seakan akan tak ada harapan. aku terkena kanker dan aku harus apa sekarang. aku cuman bisa berdoa dan berharap juga menanggis ku peluk ibu. aku menangis di pelukan nya tangisan itu membuat ibu menanggis aku berkata pada ibu. maafkan aku bu tolong maafkan lah putri mu ini. ia hanya berkata ini bukan salah mu sayang. dan pelukan ibu membuat aku tenang. aku takut ma. kata ku. jawab ibu. tenang sayang kita akan melewatin masalah ini dan kamu hanya istirahat. makan dan minum obat. baiklah kata ku. yahudah ibu mau kerja dulu apa kamu bisa sendiri kata ibu aku bisa kok jawabku. setelah itu aku tidur dan aku terbangun dan ada orang disamping ku. siapa dia?