
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
🔙 Episode Sebelumnya 🔜
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Akhirnya, aku menemukan keluarga asliku. Mereka telah lama mencariku. Semua hal yang mereka lakukan dengan menelantarkanku adalah demi hidupku, demi kebahagianku, demi keselamatanku, demi tetap menjaga keseimbangan lima alam, dan demi tahta.
Awalnya aku tidak mengetahui alasan mengapa kedua orangtua angkatku merahasiakannya dariku. Tetapi ketika usiaku 3000 tahun atau 17 tahun di dunia manusia, aku mengetahui tentang rahasia kelam mengenai jati diriku yang sebenarnya.
Aku sangat terkejut mengetahui rahasia itu. Aku merasa sesak dan berkata di dalam hati, "Mengapa harus di ulang tahunku yang ke 17 baru aku boleh mengetahuinya ?".
Ada rasa sesak yang kurasa, dan begitu banyak pertanyaan yang terlintas di benakku yang harus di lontarkan.
Setelah mengetahui itu, aku pun meninggalkan aula pesta dan menuju kamarku. Aku pun menangis di kamarku hingga tertidur. Saat aku tertidur, mimpi itu pun hadir di dalam penglihatanku....
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
• 3.000 Tahun yang lalu •
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Pernikahan Raja Pierra Anumerta Dementor dengan Ratu Anastasya Dark Lord berlangsung megah. Perayaan itu di laksanakan setelah kemenangan dunia alam kegelapan dari peperangan akan hausnya perebutan tahta tertinggi di alam semesta.
"Selamat atas pernikahan Yang Mulia Raja Pierra dengan Yang Mulia Ratu Anastasya. Pernikahan Yang Mulia adalah anugerah bagi kaum kegelapan seperti kita".
Ucapan selamat yang datang dari seluruh kaum kegelapan dan keempat alam lainnya yang tunduk pada kekuasaan tertinggi yang setingkat di bawah kekuasaan Tuhan sang Maha pencipta.
"Terima kasih kepada seluruh kaum yang telah berkenan hadir di acara pernikahan kami. Silahkan menikmati hidangan yang tersedia. Dan juga silahkan tanda tangani surat ini dengan darah kalian masing - masing".
Raja Pierra dengan Ratu Anastasya pun secara bersamaan mengucapkan terima kasih atas doa yang di berikan kepada mereka. Mereka pun menggunakan sihir persatuan membentuk sebuah surat perjanjian yang sangat panjang dan di tanda tangani dengan darah seluruh kaum.
Pesta resepsi pernikahan pun di akhiri ketika matahari terbit. Bagi kaum kegelapan, matahari adalah musuh abadi mereka. Karena matahari dapat memusnahkan mereka.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
1 Tahun Setelah Pernikahan
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
1 tahun kemudian setelah pernikahan, putri Anaerra pun terlahir. Kebahagiaan terpancar dari pasangan Pierra dan Anastasya, tetapi seminggu kemudian, pancaran kebahagiaan berubah menjadi pancaran kesedihan.
Kebahagiaan itu terpancar karena kehadiran putri mereka yang cantik jelita. Tidak ada kekurangan apapun dari putri mereka itu. Makhluk sempurna.
Pancaran kesedihan terjadi ketika mereka harus menelantarkan putri mereka demi keselamatan putri mereka dan demi keseimbangan alam semesta.
Anaerra Pierra Dementor Lord putri tunggal dari pasangan Anastasya Dark Lord dengan Pierra Anumerta Dementor. Anaerra pemilik Darah suci dan darah kristal terakhir. Demi menjaga kestabilan lima alam, Anaerra pun di titipkan kepada pelayan setianya Yuyan Vano Scarlet. Tetapi karena persembunyian Yuyan di hutan altar, akhirnya Yuyan menitipkan kepada sepupunya Grey Valermo Scarlet. Untuk merahasiakan identitas dari orang - orangnya Ratu Viora yang turun ke bumi, Grey pun mengganti nama Anaerra menjadi Gracia Grey Scarlet.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Istana Safir
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
"Yang Mulia Ratu, kita telah sampai di kediaman saudari tiri Yang Mulia. Apakah kita masuk dengan cara paksa atau meminta pengawal mereka membukakan pintu gerbang untuk kita ?".
Yasvia pelayan setia Ratu Viora Dark Lady menanyakan cara mereka masuk ke Istana Safir itu.
"Pergi dan katakan kepada pengawal mereka itu untuk membukakan pintu buat kita".
Ratu Viora pun memberi titahnya kepada pelayan setianya itu.
"Siap laksanakan Yang Mulia".
Yasvia yang mendapatkan titah itu menjawab dan bergegas menuju pintu gerbang dengan lesatan yang sangat cepat.
Kedatangan Yasvia membuat Yansen dan Yuyan terkejut. Yansen menghadang Yasvia, sementara Yuyan bergegas menuju singgasana untuk memberitahukan kepada keluarga kerajaan akan kedatangan Yasvia dengan lesatan yang cepat.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Singgasana Istana Safir
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
"Gawat.... Gawat... Yang Mulia Ratu, maafkan kelancangan hamba. Tetapi ada hal yang lebih genting".
Pelayan Yuyan yang telah tiba di Ruang Singgasana pun dengan segera melapor tanpa memberi hormat terlebih dahulu.
"Aku memaafkanmu. Katakanlah wahai saudara Yuyan, hal genting apakah itu ?".
Ratu Anastasya pun memaafkan ketidak sopanan Yuyan hari ini. Ratu Anastasya pun meminta Yuyan untuk mengatakan apa yang ingin di sampaikannya.
"Ratu Viora datang dan membuat kekacauan agar dapat menerobos masuk ke istana".
Yuyan pun mengatakan hal yang membuat Ratu Anastasya segera bangun karena terkejut.
"Pergi selamatkan putriku. Bawalah dia lari ke dunia manusia. Lakukan segera !".
Ratu Anastasya pun bergegas memberi titah untuk membawa putrinya Anaerra Pierra Dementor Lord ke dunia manusia untuk di selamatkan.
Yuyan bergegas menuju kamar putri Anaerra lalu menggendong putri Anaerra yang berada di baby box. Setelah menggendongnya, Yuyan pun menggunakan kekuatannya untuk menghilangkan aura mereka sambil membuka portal dimensi menuju Alam makhluk hidup.
Ratu Viora yang tidak merasakan lagi aura keberadaan Putri Anaerra seperti saat kedatangannya, Ratu Viora bergegas mendekati dan membantu pelayannya dan berhasil menerobos masuk ke Istana Safir. Dengan lesatan yang sangat cepat, Viora pun telah tiba di singgasana Istana Safir. Ratu Viora pun segera berbincang dengan saudari tirinya itu.
"Hei kakak, sudah lama kamu tidak mengunjungiku. Apakah kamu telah melupakanku ? Karena itu aku harus bersusah payah untuk datang ke kediamanmu yang megah ini. Dimana kakak ipar dan keponakanku berada ?".
Ratu Viora mendekati Ratu Anastasya dan sedikit berbincang dengan saudarinya itu. Raja Pierra mendengar semua perbincangan mereka karena Ratu Anastasya masih terhubung dalam telepati dengan suaminya itu. Raja Pierra yang masih di perjalanan pulang pun sangat merasa resah dengan pikiran yang berkecamuk.
"Aku tidak dapat berkunjung ke Istana Violence sejak ibu Viola melakukan kudeta. Ibu Viola tidak bersedia untuk meminta maaf atas penculikanku dengan Gisella. Suamiku sedang menjalani tugas negara dan putriku ikut bersama dengannya".
Ratu Anastasya pun menjawab pertanyaan saudari tirinya itu dengan jawaban yang berusaha meyakinkan saudari tirinya yang kejam itu.
"Apa kamu berusaha membohongiku ? saat aku datang ke istana ini, aku masih bisa merasakan aura keponakanku itu. Tetapi baru lima menit sudah hilang sehingga aku harus turun tangan membantu pelayanku menerobos tempat ini. Apa kamu ingin mati ?".
__ADS_1
Ratu Viora yang mendengar jawaban saudarinya merasa murka, Viora pun melesat mencengkram leher Ratu Anastasya dan memberikan ultimatum peringatan.
"Aku tidak berbohong kepadamu, wahai saudariku. Jika kamu tidak mempercayai perkataanku, maka periksalah seluruh istana ini. Aku memberikanmu izin dengan bebas".
Ratu Anastasya yang di cengkram merasa sesak, hingga berbicara pun terbata - bata. Ratu Anastasya pun meminta Ratu Viora untuk memeriksa seluruh istana dengan izinnya untuk membuat viora percaya dengan perkataannya.
"Baiklah, aku akan mencari keseluruh istanamu. Jika aku mengetahui kalau kakak berbohong padaku, kakak akan tau akibatnya".
Ratu Viora pun melepas tangan yang mencengkram kakak tirinya itu. Viora pun melesat mencari keponakannya itu di seluruh penjuru istana Safir.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Sementara itu di dunia makhluk hidup....
Bumi (Hutan Altar)
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
"Tuan putri, walau bagaimanapun, aku akan menyelamatkanmu walau dengan taruhan nyawaku".
Pelayan Yuyan melesat dengan kecepatan penuh ke arah hutan Altar setelah keluar dari portal dimensi. Setelah tiba di hutan altar, Yuyan pun duduk di bawah pohon beringin untuk beristirahat sejenak dengan Putri Anaerra di pangkuannya.
Ketika Yuyan dan Anaerra beristirahat, rumput - rumput di sebelah mereka pun menari di terpa angin. Yuyan pun kembali menggendong putri Anaerra dan berjalan mendekati rumput itu dengan rasa kewaspadaan tingkat tinggi.
Saat Yuyan meraih rumput, terlihat sesosok yang di kenalnya sedang berburu dan meminum darah segar rusa itu. Dia adalah Grey Valermo Scarlet. Grey Valermo Scarlet adalah saudara angkat Anastasya dan Gisella saat mereka di culik dan tinggal di dunia manusia.
"Grey, apa yang sedang kamu lakukan disini ?".
Yuyan sepupunya Grey kaget melihat Grey sedang berburu hewan hutan. Kaget karena Greya tidak pernah menyentuh darah meskipun iya masih keturunan Vampire. Yuyan menyapa Grey dengan pikiran yang sangat bertanya - tanya akan hal apa yang telah terjadi dengan perubahan sepupunya itu.
"Ka... Kamu... Yuyan ? Aku haus. Aku berburu di sekitar sini. Lalu apa yang kamu lakukan di dunia manusia ? Lalu siapa anak yang berada di gendonganmu ? Apakah kamu telah menikah ?".
Grey yang sedang menikmati darah segar itu, seketika membuang ke tanah rusa yang sedang di pegangnya. Grey terkejut dan menoleh karena mendengar suara yang tidak asing untuknya. Grey pun menjawab pertanyaan dengan pertanyaan juga.
Grey sangat kaget melihat bayi yang cantik jelita berada di gendongan Yuyan yang belum menikah itu.
"Aku... Aku harus menyelamatkan tuan putri dengan membawanya ke dunia manusia. Aku tidak tau akan di bawa kemana. Sejak tadi di dalam pikiranku adalah membawa tuan putri ke tempat yang aman".
Yuyan pun menjawab pertanyaan sepupunya itu.
"Jika seperti itu, tinggallah di rumahku yang berada di hutan altar ini. Rumah utamaku tidak jauh dari tempat itu. Jadi jika kalian kesulitan, kalian dapat menghubungiku".
Grey menawarkan salah satu rumah miliknya yang berada di hutan altar.
"Terima kasih sepupuku. Setuju demi tuan putri".
Yuyan pun menerima tawaran itu demi tuan putri. Apalagi dirinya berada di dunia yang asing.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Sementara itu di tempat lain...
Istana Rubby
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Tristan yang merupakan sahabat Pierra itu mencoba memecah keheningan agar Raja Pierra tersadar dari lamunan kecemasannya.
"Ha, tentu kita harus tiba tepat waktu sebelum Viora membuat kekacauan lebih banyak dan membahayakan orang - orang kita. Ayo terbang lebih cepat !".
Pierra yang tersadar dari lamunan kecemasannya itu, berusaha mengatakan hal yang memotivasi kepada sahabatnya itu dan mengajak sahabatnya itu melesat lebih cepat.
"Baiklah sahabat, aku mengikutimu".
Tristan yang mendampingi Pierra pun melesat di sebelahnya hingga akhirnya mereka tiba di Istana Safir. Mereka pun telah berada di ruang singgasana.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Singgasana Istana Safir
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
"Istriku, apa kamu terluka ? Apa yang di lakukan Viora kepadamu ? Luka ini ? Dimana putri kita ?".
Raja Pierra yang baru saja tiba itu, ia langsung melesat memeluk Ratu Anastasya dan memberikan rentetan pertanyaan kecemasannya. Raja Pierra pun tidak sengaja melihat luka di leher istrinya itu. Dia pun merasa murka. Pierra pun melepaskan pelukannya dan ingin bergegas mencari Viora.
"Suamiku tenanglah ! Aku tidak apa - apa. Putri kita juga sudah aman. Sekalipun Viora membumihanguskan istana kita, dia tidak akan dapat menemukan putri kita".
Ratu Anastasya yang melihat kemurkaan suaminya itu, Ratu Anastasya pun berusaha menenangkannya dengan membisikkan jawaban dari pertanyaan sang suami agar Viora tidak mendengar percakapan mereka. Ratu Anastasya pun memeluk Raja Pierra dari belakang untuk menahan kepergian sang suami yang dalam keadaan murka.
Langkah Raja Pierra pun terhenti ketika merasakan kehangatan sang istri. Pierra yang telah tenang pun akhirnya duduk di kursi tahtanya dengan memikirkan sesuatu di dampingi sang istri. Sementara itu, Tristan mencari Viora ke seluruh penjuru istana. Tristan pun akhirnya menemukan Ratu Viora dan Yasvia berada di kediaman Selir Viola dahulu. Tristan pun mendengarkan perbincang mereka di balik pintu kamar Selir Viola.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Kediaman Selir Viola
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
"Wah indah sekali .... Yang Mulia, apakah benar ini kediaman ibu suri ? Kediamannya sangat menakjubkan. Tetapi mengapa Yang Mulia Ibu Suri pindah dari tempat seindah ini ke Istana Violence ?".
Yasvia yang di ajak Ratu Viora yang kelelahan sehabis mengelilingi istana, Yasvia merasa takjub ketika tiba di kediaman Ibu Suri Viola. Kediaman Ibu Suri Viola lebih mewah di Istana Safir ini dari pada Istana Violence. Dalam pikiran Yasvia. Yasvia takjub hingga melontarkan pertanyaan kepada Ratu Viora secara tidak sadar yang membuat Ratu Viora sedikit murka.
"Apakah kamu dapat menutup mulutmu ! Bukan saatnya untuk kagum. Kita harus mendapatkan darah keponakanku walau dengan cara apapun. Jadi bergegaslah untuk pergi mencari".
Ratu Viora Dark Lady pun menahan amarahnya pada pelayan kesayangannya itu, lalu memberi Yasvia titah untuk mencari keberadaan Tuan Putri Anaerra Pierra Dementor Lord.
"Maafkan aku Yang Mulia, baiklah aku akan segera melaksanakannya".
Pelayan Yasvia yang mendapatkan titah dari Ratu Viora pun bergegas melaksanakannya. Yasvia terkejut ketika membuka pintu dan melihat keberadaan Tristan.
"Ka... Kamu.... Apa yang kamu lakukan di depan pintu kamar tuanku ? Dan sejak berapa lama kamu telah ada disini ?".
Pelayan Yasvia terkejut ketika melihat keberadaan Tristan setelah menutup pintu kediaman Selir Viola itu.
__ADS_1
Pelayan Yasvia terkejut ketika melihat keberadaan Tristan setelah menutup pintu kediaman Selir Viola itu.
"Apakah aku harus menjawab pertanyaanmu ? Kurasa hal itu tidak perlu".
Tristan pun menjawab dengan ciri khasnya cowok cuek yang membuat Yasvia kesal namun merasa seksi.
"Tentu saja hal itu perlu. Karena ini kediaman Tuanku. Jika tidak ada kepentingan, maka menyingkirlah dari kediaman ini !".
Yasvia yang merasa kesal dengan jawaban Tristan, akhirnya dengan tingkat kewaspadaan tinggi mengusir Tristan sambil melakukan kuda - kuda ketika ia hendak mengeluarkan kekuatan.
"Hei gadis, apa kamu pikir aku takut dengan ancamanmu ? Baiklah aku akan pergi karena aku tidak memiliki kepentingan di tempat ini. Aku tak ingin kemarahanmu akan melunturkan kecantikanmu hanya karena urusan tuanmu".
Tristan hanya tersenyum penuh arti melihat kemarahan Yasvia. Tristan pun berbalik badan untuk pergi dengan sedikit menggoda Yasvia.
"Dasar cowok mesum. Entah apa yang di lakukan nya di sini. Astaga, dasar cowok sialan. Gara - gara dia aku jadi melupakan tugasku. Aku harus bergegas. Tetapi aku harus memulainya dari mana yah ?".
Yasvia pun tersipu malu karena ulah Tristan. Yasvia hampir melupakan tugasnya karena ulah Tristan. Yasvia pun menggerutu kesal ketika tersadar dari lamunan sejenak itu. Setelah mengingat kembali tugasnya, Yasvia pun bergegas mencari Putri Anaerra.
Sementara itu, Tristan pun tiba di kediaman Raja Pierra dan Ratu Anastasya. Tristan pun melaporkan dan menceritakan semua yang di dengarnya. Raja Pierra dan Ratu Anastasya terkejut dengar cerita itu, kemudian mereka menjadi murka.
Saat mereka mulai murka, untunglah Yuyan menghubungi mereka melalui telepati yang membuat amarah mereka seketika reda. Mendengar suara putri kecil mereka membuat damai di hati mereka.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Sementara itu di dunia makhluk hidup....
Bumi (Hutan Altar)
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Ketika rumah pemberian Grey telah selesai di bersihkan, Yuyan pun menghubungi Raja Pierra dengan Ratu Anastasya. Saat menghubungi dengan telepati, Putri Anaerra pun terbangun dari tidurnya dengan mengeluarkan suara khas sang bayi.
Setelah selesai telepati, Yuyan dan Putri Anaerra pun menjalani kehidupan normal manusia. Tetapi suatu hari, salah satu pelayan Ratu Viora yang bernama Ester pun menemukan keberadaan mereka. Untuk menyelamatkan diri, mereka pun menuju rumah Grey yang berada di luar hutan altar, tetapi masih dekat dengan hutan altar. Sejak saat itu Grey mengadopsi Putri Anaerra dan merubah identitasnya serta mengunci kekuatannya di kalung liontin milik putri Anaerra.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Masa Sekarang
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Putri Anaerra terbangun dari tidurnya ketika mendapatkan mimpi itu. Jam dinding pun telah menunjukkan pukul 07.00. Anaerra pun seketika bangkit dengan nyawa yang setengah terkumpul. Anaerra pun berlari menuju kamar mandi.
Grace yang merupakan istri Grey pun membawa seragam baru milik Anaerra lalu mengetuk pintu kamar Anaerra.
Tokkk.... Tokkk.... Tokkk...
"Geisha, buka pintu kamarnya. Mami membawakan seragam kuliahmu. Mami juga telah membuatkan sarapan kesukaanmu".
Grace mengetuk pintu dan memanggil Geisha. Geisha adalah nama putri Anaerra sejak dirinya tinggal dan menjadi anak Grey dan Grace.
"Mami masuk saja. Pintunya tidak di kunci. Gei sedang di kamar mandi. Gei akan turun jika telah selesai. Mami letakkan saja seragamnya di tempat tidur Gei".
Geisha yang sedang berada di dalam kamar mandi kamarnya, ia mendengar suara Grace ibunya yang sedang memanggil dirinya dari balik pintu kamarnya. Geisha pun menjawab sang ibu dan meminta seragamnya di letakkan di tempat tidurnya.
"Baiklah sayang. Cepat turun jika telah selesai. Mami letakkan seragammu di tempat tidurmu. Mami turun duluan sayang".
Grace pun meletakkan seragam kuliah putrinya itu dan berpamitan turun menuju ruang keluarga.
15 menit kemudian....
Geisha telah selesai mandi dan menggunakan seragam kuliahnya. Dia terburu - buru melakukan segalanya lalu turun karena sudah telat di hari pertama kuliahnya.
Grey dan Grace yang melihat putri mereka itu turun sambil berlarian dari tangga itu, mereka hanya dapat menggelengkan kepala mereka melihat tingkah putri mereka itu. Adiknya Grania yang merupakan anak kandung dari Grey dan Grace itu menggoda sang kakak.
"Kakak, mengapa kakak berlarian seperti itu ? sarapan terlebih dahulu. Mami telah menyiapkan semua makanan kesukaanmu kak".
Grania yang terkekeh melihat tingkah sang kakak pun menggodanya dengan menawarkan sarapan.
"Sudahlah dek, kamu saja yang makan. Kakak sudah terlambat".
Geisha pun hanya menjawab sang adik lalu pergi langsung ke garasi. Geisha pun berangkat dengan mobil Ferrarri berwarna merah kesayangannya itu.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Universitas Panca Arga
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Geisha yang tiba di kampusnya, Geisha pun bergegas keluar dari mobil ketika telah sampai. Geisha pun berlari terburu - buru di lobby sekolah karena Lima menit lagi bel dan lonceng kampus akan segera berbunyi.
"Tak.... Tak. ... Tak.... hosh .... hosh.... hosh...! Hampir saja telat. Ternyata masih ada waktu lima menit sebelum jadwal kuliah benar - benar di mulai. Aku harus cepat".
Suara hentakan sepatu, nafas yang terengah - engah terdengar saat Geisha berbicara sendiri sambil berlarian di lobby menuju kelas kuliahnya.
Ketika tiba di kelas, semua mata tertuju kepadanya dengan tampilan yang sedikit berantakan karena semua harus di lakukan serba instan dan cepat.
Geisha terkejut karena Presma dan senat telah berada di kelasnya. Ketika Geisha melangkah untuk menginjakkan pintu kelas, suara ketegasan pun terdengar.
"Berhenti ! Siapa yang mengizinkanmu untuk masuk ke dalam kelas ? Apakah kamu tidak membaca peraturan ketika mendaftar di kampus ini ?".
Suara bariton tegas seorang pria terdengar di telinga Geisha. Seketika Geisha terdiam dan menghentikan langkahnya.
"Maaf kak. Tetapi saya belum terlambat. Masih ada waktu lima menit sebelum kelas di mulai.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
🔙 Bersambung 🔜
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Hallo semuanya Radders Keith tercinta. Maaf yah semua, revisi chapter 2 memakan waktu yang lama. Keith harap semuanya dapat menunggu dengan sabar.
Terima kasih atas vote, donate, like, favorite dan boom rate like yang telah kalian berikan sebagai tanda dukungan atas karya Author.
__ADS_1
Salam Cinta Dari Author Untuk Kalian Semuanya. I Love You All.