Dua Belas Bersaudara

Dua Belas Bersaudara
bab 3


__ADS_3

malam pun tiba, kami setelah shalat mangrib pun mengaji bersama, bagian kami pula lah yang mengajari adik kami mengaji, ayah memang pandai mengaji, suara nya pun cantik, tapi tak sabar mengajari adik ku,


jadi lah kami yang mengajari nya, asal-asalan, yang penting bisa mengaji, tak ada dari kami yang tak bisa mengaji, semua nya bisa mengaji, selesai sudah, kami pun akhirnya mengajari mereka belajar, setelah selesai kami pun ada ancang-ancang untuk bermain malam ini,


mau kemana rupa nya kita kak, tanya ku kepada kakak ku,


'' mau ketempat nya si ria, ikut nya kau, tanya kakak ku


'' ikut lah, bosan aku di rumah, jawab ku, dan akhir nya kami pun langsung berjalan kaki menuju rumah nya teman kami yang bernama ria itu, tak terlalu jauh, hanya berjarak beberapa rumah saja,


''kemana si ria bi'' tanya kakak ku kepada mama nya si ria


'' di kamar itu, kata mama si ria menunjuk arah kamar anak nya, kami pun langsung berjalan masuk setelah memberi salam


'' ngapain nya kau ya, tanya kami ketika kami di kamar nya


'" lagi dandan, kalian kenapa kesini, Aku mau kesana, kita jalan-jalan ke luar, ucap nya


" mau kemana, nanti mama mu marah, kalau kita keluar malam,, jawab ku


" kita di sini aja, gak usah kemana mana, nanti bapak mu ngamuk baru tau.. jawab Kakak ku


" tenang, aku tadi di suruh ngambil gaji, jadi aku bebas.. jawab nya sambil tertawa Pelan, kami hanya bisa geleng kepala melihat nya


" ayok la.. we.. keluar kita.. aku udah siap ini.. ucap nya lagi, dan akhir nya kami menuruti kemauan nya


" gak pa.pa ini,, kereta nya di bawak kambam tiga,.. tanya kakak ku lagi


" iya .. nanti.. mamak.. mu marah.. jawab ku menipali


" tenang mama ku gak bakalan marah.. jawab nya lagi santai


" siapa yang bawak ini, tanya nya kepada kami


" kau aja lah,.. ucap kami, dia langsung melihat ke arah kami,


" kakak aja lah kak fit,.. ucap nya sambil memberikan kunci kepada kakak ku

__ADS_1


" mau kemana kita.. ini.. tanya Fitri


" mau ke tepat toke dulu, baru kita nanti main, jawab nya lagi


tak terasa sudah hampir lima belas menit kami berkendara akhir nya sampai juga, ria masuk ke dalam untuk mengambil gajinya, sedang kan kami menunggu di luar,


"dapet gak gaji nya, tanya ku


"dapet, ini.. kita masuk kan kedalam jok begasi dulu, nanti ilang pulak, ucap nya lalu membuka jok begasi motor yang kami bawa


"lanjut ke mana, .. tanya kakak ku


" lanjut keliling dulu, baru nanti kita kelapangan sekolah, ucap nya


dan pada akhirnya kami pun berkeliling desa sekitar setengah jam lebih, setelah puas kami pun berhenti di lapangan sekolah SD, kami di sini guna nya untuk mencari siknal untuk menelpon,


karena di desa kami, terkenal dengan julukan susah siknal dan di sini bukit-bukit, mungkin itu juga yang membuat tempat ini susah siknal, atau tempat ini jauh dari kota, aku pun tak tau,


yang lain asyik dengan hape nya, sedang kan aku hanya melihat saja, aku tak ada hape, sedang kan kakak ku ada hape nya, jaman kami ini di desa punya hape yang berlipat atau hape berbentu blek bery itu sudah orang mampu kali di sini,


"carik siknal,, ungkap kakak ku singkat


" cari siknal, apa mau gatell,, tanya nya lagi


" nih.. orang Mulut nya, kalau ngomong gak pernah di saring dulu kali ya,, ucap kakak ku manggerutu, hampir terdengar marah


" kalian udah, dari tadi di sini,, tanya teman nya yang satu lagi


" enggak, kami baru nyampek, jawab ria cuek, aku hanya diam saja, dan pada akhir nya mereka pun bergabung dengan kami


di antara kami bertiga hanya aku saja yang tidak banyak bicara, kalau kakak ku dia pandai bergaul, dia orang nya gak cantik cuman dia hitam manis, dan dia tidak tinggi, dia pendek


sedang kan teman ku yang bernama ria ini, lumayan lah, ketimbang kami yang hanya setengah dari kata standar,


dia cantik, tinggi nya lumayan dari kami, tapi tak pala putih juga, tapi lumayan lah, dia kurus tinggi, sedang kan aku, jangan tanya aku berbadan besar dan memiliki kulit yang putih memang, cuman aku tak pandai merawat nya seperti kakak dan teman ku ini,


aku terlalu kaku untuk berdandan, yang aku tau hanya memakai bedak Beby, dan memakai hembody, parpum, dan sekedar nya saja, aku tidak pandai memakai meka.up atau memakai celak dan semacam nya, yang ku tau hanya lah selepas mandi ya bersisir dan memakai hembody dan bedak Beby pelengkap nya, aku pun tak tau cara menata rambut biar lebih bagus, yang aku tau ya model kucir kuda saja,

__ADS_1


" ayok.. pulang kita kak, ucap ria mengajak pulang


" ngapain pulang kalian, kayak anak kecil aja, yang mau ***** sama mamak nya,.. ? ucap putra sambil tertawa mengejek ke arah kami,


" ribut kali kau put.. suka-suka kami lah, mau ngapain, sibuk aja kau..? jawab kakak ku


"fit..fit.. kau ini loh.. jadi cewek galak kali.. ucap nya lagi


"dari pada kau, ngomong asal aja, gak mikir omongan mu itu salah apa udah betul.. jawab Kaka ku galak, dan akhir nya dia terdiam, dan mengajak teman yang lain diam saja


" kalian mau kemana, tanya yang satu lagi sopan


"kami mau pulang bang, nanti kami di marahin , ucap kakak ku sopan juga


"ya udah sana lah.. pulang, ini udah malam..? jawab nya ketika iya melihat jam di hape nya sudah mengarah jam setengah sepuluh malam


dan akhir nya kami pun menyalakan mesin motor kami, dan berlalu dari hadapan mereka semua, kami kembali kerumah hampir jam sepuluh malam, kami di turun kan di persimpang jalan mau masuk ke rumah kami sedang kan diri nya melaju kan lagi kendaraan nya untuk pulang ke rumah nya,


sesampai nya kami di rumah, di sambut lah kami dengan drama, mama lagi mencari keberadaan anak perawan nya yang tak kunjung pulang


"dari mana nya kalia, .. tanya mama kami ketika kami sudah berdiri di depan pintu rumah


" habis ngawanin si ria, ngambil gaji panen ladang nya,. jawab Kakak ku


" betul itu ni.. tanya balik mama ku kepada ku untuk membwnar kan apa yang di katakan oleh kakak ku


" iya ma, sekalian kami keliling,.. jawab ku tak mau berbohong


" nanti tau mama nya kalian kenak marah baru tau rasa,.. kata mama ku lagi


"mama nya tadi yang nyuruh ma. jawab kakak ku lagi


" jadi, ngapain kalian masik di luar, kenapa gak masuk, ucap mama ku menyuruh kami masuk,


akhirnya drama telah selesai, kami pun secepat mungkin masuk kedalam kamar agar mama ku tak lagi mengomel, mama ku bukan orang nya yang cerewet dan kejam, atau mengekang anak nya,


dia selalu membebas kan anak nya, asal kan dia tau tujuan nya kemana, dan hendak pergi kemana, apa lagi kalau kami pergi nya berdua, pulang nya hanya sendiri, habis lah diatara salah satu dari kami mendapat kan drama dari nya''

__ADS_1


__ADS_2