
huuuwaaaah.... aduuuh pusing bangett kepala gue.. Riiiiiin..... lho uda bangunnn... (sambil memegang kepala perlahan2 Rania membuka matanya)
Hahhhh... kok gue ada disini sih...
Rin.... rin... rin.... lho dimana... (sambil melongo mengingat ngingat kejadian semalam)
Astagaaaaa rinjani...??? ya Alloh kemana dia.... apa dia pergi belanja....aaaa gk mungkin... stok makanan masih banyak dikulkas.. sepatu??? coba gue lihat sepatu Arin... hah..??? sepatunya gk ada.. ya Alloh rin dimana eluu... rinnn....
(Sambil menangis Ran mencoba beberapa kali menelfon Arin..)
...Ya Alloh gk diangkat...angkatttt donk rin... luuu dimana sih rin... siapa yg nganter gue pulang coba......
hi iiiii hi iiii hi iiii.... tangiss Aran memecahkan keheningan rumah kos mereka..
Disisi lain Dua manusia masih dengan mimpi mereka, belum menunjukan tanda2 kehidupan.. perlahan sinar matahari mulai masuk kedalam ruangan dingin itu... Sang Penguasa mulai sedikit demi sedikit membuka matanya... Dengan tatapan kaget bercampur bingung. Mata elang sang penguasa mulai menatap tajam pemandangan indah didepan matanya. sambil mengangkat salah satu ujung bibirnya Tuan Muda tampan itu mulai penasaran dengan gadis yg baru dikenalnya..
hmmmmmm... Aku Tidurrrr???? tanpa obat??? siapa gadis ini.. aromah tubuh yg menenangkan... bahkan bisa dengan mudah membuat q tidur ... (Batin Rey)
Gadis cantik itu mulai menggeliat, mulai menunjukkan tanda2 akan siuman dari tidurnya...
Dengan cepat sang tuan muda memejamkan matanya.. mencoba pura2 tidur, ingin melihat bagaimana reaksi gadis itu.. apa sama dngan wanita wanita yg sudah dikenalnya selama ini.. yg dengan rela menyerahkan tubuhnya kepadanya. yaaaa walaupun tak ada satu pun disentuhnya....entah mengapa dia tak pernah tergoda oleh kemolek"an wanita2 yg dengan sukarela menyerahkan tubuhnya itu.. Rey lebih senang memberikan mereka uang agar mereka segera pergii jauh2 dari pandangannya..
Sedikit demi sedikit mata Rinjani terbuka.. alih alih ingin merentangkan tangannya sebagaimana biasanya dia sa"at bangun tidur, tangan itu terasa berat serasa ada yg mengikatnya...
Aawww... (Sambil melotot Arin mencoba menyadarkan otaknya) apa2an ini.... sambil meneliti setiap inci tubuhnya dibawah selimut. kenapa pria brengsek ini ada disini. Dengan menutup mulut rapat2 perlahan Arin melepas pelukan Rey. Dasar Pria brengsek... umpat Rinjani. Dalam hati Rey dia tertawa didalam kepura2anya....
gadis ini lumayan menarik juga.. lumayan untuk mainanku dirumah ini. (batin Rey). Disaat Arin dengan sekuat tenaga mencoba melepaskan pelukan rey tanpah ingin membuatny bangun.. Rey dengan cepat malah semakin mempererat pelukannya...
Awwww... hey... kamu pura2 tidur ya... jangan kurang ajar!!! lepaskan aku!!
mencoba memberontak, Arin memukul tubuh atletis Rey... tanpa sengaja pukulan mendarat tepat didada bidang telanjang milik Rey.
Kamu mencoba menggodaku sayang??? Sambil mendekatkan bibir seksi nya, Rey mencoba menggoda gadis manis dipelukannya. Rinjani diam membisu membayangkan ciumanny bersama Tuan Muda itu semalam.
OMG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! dengan spontan Arin menutup mulutnya dengan satu tangannya.
__ADS_1
Kamu lumayan mesum Honey. apa yg kamu bayangkan..? apa kamu membayangkan aku akan menciummu.. mencumbumu dan hemmmm ber****..
Belum selesai Rey berbicara, dengan sekuat tenaga Arin mendorong tubuh Rey..
si..si.. siapa juga yg punya pikiran mesum.. kamu yg mesum. kamu mesum.. Dasar mesum! Dasar Pria Breng... Ucapan Arin terhenti sa"at melihat Sang Tuan Muda bermain main dengan sebuah pistol yg selalu dia bawa kemanapun dia berada... bahkan sa"at tidur.
...Kenapa berhenti bicara honey.. aq sedang mendengarkan. teruskan sayang.... pria Apa????? pria brengsek... katamu sayang????...
Dengan tubuh gemetar rinjani mencoba menatap pria itu..
Anda yg mulai tuan, sa sa saya hanya mencoba membela diri.. ke ke napa tuan tidur disini???
*ini kamarku.. aku berhak atas semua yg ada didalam kamar ini. (Rey)
tapi saya kan???? (Arin)
kamu termasuk isi dari kamar ini.. kamu tidur disini, dikamar pribadiku.. Diranjangku..
Tapi supir anda yg mengantar saya kesini, Saya hanya mengikutinya, saya hanya mencoba menurut.. mana saya tau ini kamar anda, saya lelah jd saya hanya tidur dan saya*......."
Suaranya terhenti sa"at matanya bertemu Mata Elang milik pria tampan didepannya...
sambil meremas remas ujung bajunya Rinjani menatah nafas nya... tatapan pria itu sukses membuat arin gemetar karna ketakutan.
" apa sih yg pria ini inginkan,, aku serba salah didepannya.. apa yg harus aku lakukan. aku takut dengan keanehan Orang ini.. Ya Alloh selamatkanlah hamba... (batin Rinjani)
Berbeda dengan batin Rey yg begitu gembira bisa menggoda gadis lucu didepannya. Dalam hati Rey, dia tertawa terbahak bahak..
hhhhhhhhh... Astaga.......hanya dengan menggoda gadis ini aq begitu bersenang2. lihat wajahnya yg begitu menggemaskan serasa aq ingin mencumbunya..
baru kali ini aku begitu bersenang2. (batin Rey)
Rey berdiri dari duduknya mulai berjalan menghampiri Arin dengan tanpa memakai pakainnya.. dengan sigap Arin langsung menutup kedua matanya.
*Ada apa sayang...? bukannya semalam kamu dengan leluasa memegang dadaku.. kenapa sekarang kamu menutup mata? apa kamu ingin mencobanya lagi?
__ADS_1
"Haaa??? Dasar gila mesum... Anda mau kemana tuan jangan kesini?! jangan ke si ni!!!!!!
*hmmmmmm... aku maw mandi... apa kamu mau ikut?
" Hah???? Dasar gila!!!!
*hahahahahahahhaahhaahh*....
Didalam kamar mandi Rey melepaskan tawanya..
Sungguh menarik... aku belum pernah selepas ini.. hah...(sambil membuang nafas kasar) Si dingin itu tersenyum senyum sendiri didalam kamar mandi.
Setelah Dada bidang sang tuan muda menghilang dari pandangan, Rinjani segera berlari menuju pintu kamar itu mencoba kabur keluar..
Aduuuuuuh dikunci lagi kamarnya.... dimana ini kunci pria gila itu simpan,, coba gue cari dilaci..
Sa"at sedang asyik mengobrak abrik meja.. arin gk sengaja menyenggol sebuah bingkai foto..
Pyuarrrrrrrrr.......... suara bingkai foto yg jatuh cukup mengagetkan Arin..
Aww....... apa ini???? ya ampun bingkai foto ini pecah?? bagaimana ini.... (Sambil gemetar Arin memungut fto yg pecah itu)
Tanpah dia sadari ada Mata mematikan yg menatapnya sedari tadi.. Arin mencoba sebisa mungkin mengumpulkan pecahan Bingkai foto itu..
Lancangggg!!!!!
Dengan ekspresi yg mampu membuat jantung berhenti Rey langsung merebut bingkai foto itu,, tanpa terasa potongan tajam bingkai itu melukai tangannya... darah pun mengucur keluar membasahi lantai dimana rinjani tersimpu takut...
Foto siapa itu ? knpa dia sangat marah, a a apa tidak bisa diganti yg baru bingkainya.?. yg rusak kan hanya bingkainya... foto didalamnya mungkin masih baik2 saja... (Batin Rinjani bergejolak.. Nafas seakan sulit untuk berhembus... tak berani melihat bahkan arin hanya menunduk dengan tangan & kaki yg gemetar) Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya dia mencoba bicara.
***Ma"af.........
Nb; Hallo gaesss sekedar info yaaaaaaa... Arin itu adalah panggilan Sayang Author untuk Rinjani yaaaa....
Author mohon dukungannya yaaa.... jangan lupa tinggalkan jejak 👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1
Trimakasihhhhhh...😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘