
Di atas sebuah bukit terlihat dua orang anak kecil sedang melakukan pertarungan kedua orang tersebut adalah Tang San dan juga Kim mereka melakukan latihan dan merupakan latihan terakhir mereka sebelum Tang San akan pergi menuju akademi
" Xiao San hari ini adalah kemenangan ku..." ucap Kim sambil bergerak menggunakan dua buah kayu se ukuran tongkat namun lebih pendek.
Kim melakukan serangkaian serangan dengan menggunakan kedua kayu hal ini bertujuan untuk membiasakan diri menggunakan roh beladiri nya.
Tang san terpojok melihat rangkaian serangan Kim yang acak serta cepat dua kayu yang di gunakan Kim terus menyerang membuat beberapa bagian tubuh Tang San terkena serangan.
" serangan yang sangat mematikan tapi itu tidak akan cukup...." ucap Tang San yang kemudian menggunakan salah satu kemampuan yang bernama Ghost perplexing track yang membuat semua serangan beruntun milik Kim berhasil di hindari dengan mudah dan dengan beberapa gerakan beladiri Kim kembali terjatuh.
" ahhhh.... aku kalah lagi...." ucap Kim sambil berdiri dan membersihkan pakaian nya.
[ Terdeteksi]
[ Kecepatan]
[ kekuatan]
[ mental ]
[ Ghost perplexing track ]
[ Y/N].
__ADS_1
Kim yang melihat itu tersenyum puas dan kembali duduk yang di ikuti oleh Tang San duduk di sebelah Kim.
" besok saya akan ke kota memasuki akademi .." ucap Tang San pelan.
mendengar itu Kim hanya tersenyum kemudian berbaring sambil menatap langit.
" kau harus berjuang disana..." ucap Kim
" ya...kah juga harus menjadi kuat...." ucap Tang San mencoba menyemangati Kim
mereka kemudian saling bertukar cerita sampai malam dan mereka masih di sana melihat bintang Kakek Jack yang mencoba menyusul kedua anak tersebut hanya tersentuh melihat persaudaraan mereka berdua dan berbalik kembali ke desa tanpa mencoba untuk memanggil mereka.
Esok harinya Kim dan kakek Jack mencari Tang San yang ternyata masih sempat mencari kayu.
" baiklah kakek saya akan mengabari ayah ...." ucap Tang San bersemangat dan masih melihat ayahnya sedang menempa.
" ayah saya akan berangkat ke akademi hari ini ....." ucap Tang San bersemangat.
" Xiao San perhatikan ini....." ucap Tang Hao sambil melakukan penempaan dengan sangat cepat dan kuat.
" ini.... seperti bukan teknik menempa biasa..." ucap Tang San dalam hatinya.
" cobalah....." ucap Tang Hao sambil menyerahkan sebua palu kepada Tang San
__ADS_1
Tang San kemudian meraih palu itu dan mulai melakukan hal yang sama yang di lakukan oleh ayahnya.
beberapa saat kemudian kakek Jack dan Kim datang kerumah Tang San.
" Tang Hao......!!! kau setidaknya mengantarkan anakmu menuju akademi..." ucap kakek Jack kesal melihat kelakuan ayah Tang San.
" diam lah.....kan ada kau kakek tua...." ucap Tang Hao malas.
" sudahlah kakek....!!" ucap Tang San sambil terus mengemasi barang nya.
dan menaiki kereta bersama dengan kakek Jack sedangkan Kim tidak ikut dan berencana untuk melakukan hal yang sama di lakukan oleh Tang Hao yaitu meninggalkan surat dan bersiap untuk melakukan perjalanan nya sendiri.
Kim kemudian bergegas kembali kerumahnya dan mengumpulkan barang yang akan di bawahnya untuk pergi namun sebelum itu dia kembali kerumah Tang San meminta untuk di buatkan dua buah pedang untuk bekal perjalanan nya.
" paman Hao....." panggil Kim kemudian memasuki rumah Tang San dan melihat bahwa saat ini Tang Hao juga bersiap.
" ada apa bocah...." tanya Tang Hao.
" saya ingin paman membuat kan saya dua pedang kembar....." ucap Kim sungguh sungguh.
" apa kau punya uang....?" Tanya Tang Hao.
" maaf paman saya hanya punya ini dari hasil tabungan saya...." ucap Kim mengeluarkan sebotol minuman keras.
__ADS_1
" Baiklah saya akan buatkan kau..." ucap Tang Hao melihat Kim dengan malas sambil mulai menempa kembali.