Elang Samudera

Elang Samudera
Part 37


__ADS_3

Setelah hampir satu jam akhirnya ibu tiri Alin datang dengan angkuh nya. "Dasar anak tidak tahu malu!! Sekarang masalah apa lagi yang kau buat, Alin!!" Ryan dan pak haris yang berada di ruangan itu terkejut mendengar ucapan sarkas ibu Alin. sedangkan Alin hanya memejamkan mata nya dan berharap ibu tiri nya itu tidak memfitnah nya lagi seperti yang lalu lalu.


Pak Haris lalu berdiri dari duduk nya untuk menyambut kedatangan ibu tiri Alin. "Silahkan duduk buk, kita bicara kan baik-baik" kata pak Haris mempersilahkan.


Ibu tiri Alin pun duduk di samping Alin. "Ada apa ini pak? apa lagi yang di lakukan anak ini?" tanyak nya to the point sembari menunjuk Alin.


Pak Haris menghembus kan nafas sedikit kasar lalu menceritakan apa saja yg baru dia lihat sembari memperlihatkan CCTV di bagian koridor sekolah.


Setelah melihat dan mendengar penjelasan pak Haris, ibu tiri Alin lalu tersenyum evil sembari melirik Alin yang duduk di samping nya dengan gemeteran.

__ADS_1


"Jadi gini pak, saya minta maaf sebelumnya, tapi saya sendiri sudah capek menghadapi sifat Alin yang selalu bermain dengan banyak pria di luar sana, saya juga sudah menasehati nya tapi Alin justru menganggap saya sebagai wanita jahat" ucap ibu tiri Alin dengan raut wajah sedih.


Sementara Alin menggeleng sembari menatap ibu tiri nya dengan tatapan tajam. "Anda jangan sembarangan bicara ya" ucap Alin tidak Terima. Sedangkan Ryan hanya melongo dengan apa yang barusan dia dengar.


"Saya mohon pak, keluarkan saja dia dari sekolah ini. Saya tidak ingin menanggung malu lagi atas semua perbuatan nya" ucap nya dengan terisak.


Pak Haris masih terdiam belum bisa mengambil keputusan. "Tidak!! Enak saja kau bicara seperti itu!! apapun yang terjadi aku tidak mau keluar dari sekolah ini" ucap nya dengan tegas.


"Tapi... "

__ADS_1


"Keputusan ibu sudah bulat, kau akan pindah sekolah hari ini juga" ucap Ibu Alin tidak ingin di bantah.


Setelah mendengar perdebatan ibu dan anak itu, akhirnya pak Haris angkat bicara. "Begini saja bu, kebetulan seminggu lagi sekolah kita akan mengadakan pertukaran murid dengan sekolah lain. Jika ibu mau, Alin bisa bertukar sekolah dengan siswa tersebut" saran pak Haris yang langsung di angguki oleh ibu tiri Alin.


"Maaf Pak, tapii menurut saya ini sudah melanggar aturan. Saya dan Alin tidak melakukan apapun di dalam toilet. Kalau pun kami melakukan itu, bukan kah hukuman ini tidak adil?" protes Ryan.


"Lebih baik kau diam saja" ibu tiri Alin menatap Ryan tak suka lalu kembali melirik Alin yang duduk di samping nya. "Jika sudah tidak ada urusan lagi, apakah kami sudah boleh pulang?" tanya ibu tiri Alin.


Pak Haris mengangguk. "Boleh buk, untuk informasi selanjutnya nanti saya akan kabarin" kata pak Haris.

__ADS_1


Tatapan Alin dan Ryan sempat bertemu beberapa saat. Entah mengapa Ryan kurang percaya dengan apa yang di katakan ibu Alin barusan.


Walaupun Alin adalah tipe cewek humoris dan gampang bergaul tapi Ryan tetap tidak percaya dengan ucapan ibu Alin barusan yang mengatakan jika Alin sering bermain dengan pria lain.


__ADS_2