
HAP!
Dejun menangkap tangan seorang lelaki yang hampir menampar gadis itu.
Gadis yang dia cari dari kemarin.
Dejun menatap lelaki itu dengan tajam.
Berani-beraninya dia menampar seorang perempuan!
"Lo gak papa?" Tanya Dejun kepada gadis itu.
Gadis itu hanya terdiam agak lama, lalu setelah itu dia baru menganggukkan kepalanya.
Entah kenapa, suasananya menjadi begitu canggung.
"Maafin aku Bor, aku gak bermaksud buat nampar kamu! Aku.. aku gak sengaja! Besok, aku bakalan jelasin semuanya!" Ucap lelaki itu, dia merasa menyesal, dia sebenarnya juga malu dengan Dejun.
Gadis itu menggeleng, dia terlihat menahan tangis, "Gak perlu, Ayo Jen, Ros, kita balik!"
Gadis itu berjalan terlebih dahulu, meninggalkan mereka yang masih di tempat, termasuk Dejun.
Namun setelah itu, gadis itu menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Dejun.
"Terimakasih kak, maaf bikin kakak terlibat dalam masalah ini" Kata gadis itu.
Rasanya jadi malu sekali sudah membuat keributan sampai orang lain juga ikut terlibat dengan masalah ini.
"Bor, tungguin kita Bor!" Seru kedua temannya, setelah sadar kalau gadis itu sudah berlari meninggalkan mereka.
Dejun tidak tahu harus mengatakan apa, sampai semuanya sudah pergi meninggalkan tempat itu, dia masih terdiam dan betah berdiri disitu.
Hingga derap langkah kaki menyadarkan lamunan Dejun.
Ternyata Lucas yang datang menghampirinya.
"Lah, bocah malah bengong! Heh, kesambet lu! Btw.. Eh, Jun itu bener cewek yang lu cari? Sorry ya, gue kira cabe-cabean hehe.. Terus gimana dia? Lu udah dapet nomornya?" Tanya Lucas, sambil menyerahkan otak-otak bakar milik Dejun.
Dejun tidak menjawab, dia hanya menatap Lucas.
Sedangkan yang ditatap memasang wajah kebingungan.
"Apa?" Tanya Lucas.
"Bentar... kok gue malah lupa ya?" Gumam Dejun.
"Hah? Ngomong apa kumur-kumur sih lu? Yang keras Napa ngomongnya!" Sahut Lucas yang mulai gusar.
Dejun menggeleng, dia seperti melupakan sesuatu, tapi apa?
Aduh, apa sih? Kenapa jadi lemot begini?
Dejun menepuk dahinya, dia baru ingat!
Nomor gadis itu!
Astaga, kenapa Dejun bodoh sekali?!
Dejun langsung berlari mengejar gadis itu, berharap dia belum benar-benar pergi dari sini.
Percuma dia menjadi pahlawan untuk gadis itu, kalau masih belum dapat nomornya!
Dejun menoleh kesana kemari, mencari-cari keberadaan gadis itu.
Di tempat ramai seperti ini, rasanya cukup sulit untuk menemukan gadis itu.
Sampai di area parkiran, Dejun bertemu dengan salah satu teman gadis itu, yang entah namanya siapa, Dejun tidak tahu.
"Teh?" Panggil Dejun kepada teman gadis itu.
Dan dia langsung menoleh, "Kenapa ya?"
Dejun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia malu sekaligus bingung bagaimana cara mengatakannya.
__ADS_1
"Hmmm... itu... mau minta nomornya temen teteh" jawab Dejun disertai dengan cengiran.
"Temen gue yang mana? Oh iya btw.. kita kenalan dulu, nama gue Jennie" Jennie mengulurkan tangannya, mengajak Dejun untuk bersalaman.
"Gue Dejun, hmm gue mau minta nomor temen lu yang itu, yang... rambutnya keriting" Jawab Dejun malu-malu, setelah membalas uluran tangan Jennie.
Jennie -Nama teman gadis itu- mengangguk, sambil tersenyum, dia menyerahkan ponselnya yang menampilkan nomor telepon gadis yang dimaksud Dejun.
"Nih, nomornya! Namanya Debora, biasa dipanggil Bor" Ucap Jennie sambil menunggu Dejun mengetik nomornya.
"Oh jadi namanya Debora, yaudah makasih ya? Salam buat Debora" Kata Dejun lalu mengembalikan ponsel Jennie.
"Oke! Gue duluan ya?" Sahut Jennie, lalu pergi meninggalkan Dejun yang masih tersenyum.
Akhirnya...
Tidak sia-sia juga usaha Dejun.
Dengan sumringah, Dejun melangkahkan kakinya untuk kembali ketempat dimana Lucas berada.
...***...
"Parah lo, lama banget! Gue ampe ditinggal! Ngapain sih lo? Udah kek orang gi*la gue disini sendirian, tengak tengok!" Hardik Lucas kepada Dejun.
Namun Dejun hanya tersenyum, dia terlalu senang sampai tidak peduli dengan Lucas yang kesal.
"Ayo balik! btw.. thanks ya Cas, udah ngajakin gue kesini!" Ucap Dejun sambil merangkul Lucas.
"Iya! Tadi aja ogah-ogahan banget pas diajakin kesini! Sekarang seneng kan lo?!" Sahut Lucas.
"Iya, sorry ya! Gue udah dapet nih, nomornya cewek itu, namanya Debora"
Lucas memutar bola matanya, "Pantesan jadi seger!"
...***...
Sepulang dari pasar malam, Dejun langsung mengirim pesan untuk Bor.
Buktinya, mereka bertengkar.
Kekasihnya saja sudah bersikap kasar dengan gadis itu, mana mungkin hubungan mereka masih bertahan kalau kekasihnya sudah main tangan begitu.
Sambil merebahkan tubuhnya, Dejun langsung mengetikkan pesan diponselnya.
To: Debora
Hai! Ini gue, Dejun.
.
.
.
Lima menit,
Sampai tiga puluh menit kemudian, gadis itu masih belum membalas pesannya.
Ah, mungkin dia masih menyelesaikan masalahnya dengan kekasihnya.
Jadi tak apalah sedikit menunggu, toh ini kan pertama kalinya juga Dejun mengirim pesan untuknya.
Selagi menunggu balasan dari gadis itu, Dejun menuju dapur untuk membuat segelas susu.
Minuman yang wajib dia minum sebelum tidur.
Dan baru saja kembali ke kamarnya, ponsel Dejun bergetar.
Dengan cepat, dia langsung mengecek ponselnya.
Matanya berbinar, ternyata gadis itu membalas pesannya!
From: Debora
__ADS_1
Oh iya, kenapa ya kak?
Begini saja, Dejun sudah senang sekali.
To: Debora
Gak papa sih, di save ya?
Btw, lu gak papa kan?
Apa tidak apa-apa ya, kalo Dejun menanyakan keadaannya setelah kejadian tadi?
Semoga saja dia tidak ilfeel.
From: Debora
Iya kak, gak papa kok kak.
Panggilan "Kak" dari gadis itu rasanya manis sekali, Dejun jadi gemas hehe..
To: Debora
Syukur deh, lo lagi apa? Kok belom tidur?
...***...
Tapi sayang, setelah Dejun mengirim pesan untuknya lagi, gadis itu belum juga membalas.
Bahkan, sudah sampai seminggu dia belum juga membalas pesan dari Dejun.
"Dia kenapa sih? Kok chat gue masih belom dibales ya Cas? Apa gue keliatan sok asik ya?" Tanya Dejun kepada Lucas.
Lucas yang asik mengunyah camilannya langsung menoleh kearah Dejun.
"Coba sini gue liat, chat lu sama dia kek mana?"
Dejun langsung menyerahkan ponselnya yang sudah menampilkan isi pesannya dengan Bor.
Lucas membaca isi pesan itu, dahinya berkerut, lalu kemudian mengangguk.
Sedangkan Dejun semakin cemas.
"Lu kecepetan deh keknya, harusnya tuh pas lu minta save nomornya, abis itu udah jangan chat dia lagi, jangan nanya dia lagi ngapain dulu! Biarin bikin dia penasaran dulu!" Ujar Lucas dengan nada menggurui.
Benarkah yang dikatakan Lucas?
"Kira-kira dia ilfeel gak ya, sama gue?" Tanya Dejun, dia jadi merasa khawatir karena perkataan Lucas.
Lucas mengangkat kedua bahunya, "Ya... nggak tau, semoga aja nggak sih. Lagian, lu ganteng mana mungkin dia langsung ilfeel sama lu"
Dejun jadi tersenyum lagi, iya juga! Dia kan tampan, perempuan mana yang tidak suka dengan lelaki seperti dia?
Dari jamannya masih sekolah, Dejun selalu didekati banyak perempuan, dia juga termasuk populer setelah Lucas.
Hanya saja, Dejun agak dingin dan tidak terlalu suka berpacaran. Berbeda dengan Lucas yang sangat friendly dan suka bergonta-ganti pacar sejak jaman sekolah.
Seperti bisa membaca pikiran Dejun, Lucas langsung menatapnya dengan geli.
"Jangan geer dulu lu, cewek mah pandangannya beda-beda!"
"Iya juga sih, keknya tuh cewek juga judes banget orangnya, bakalan susah nih gue deketinnya" lirih Dejun.
"Salah sendiri lu deketin, yang gampang-gampang aja sih, banyak juga kan yang suka sama lu? Tetangga lu aja tuh, si Jamilah, dia kan suka sama lu, tadi aja dia salting banget pas liat lu di depan rumah, manaan bohay lagi" Sahut Lucas dengan senyuman yang tampak mesum dimata Dejun.
"Justru itu, gue sukanya sama cewek yang keliatan judes, gemes aja gitu liatnya, apalagi kalo lagi marah-marah, makanya gue jadi suka sama dia!"
"Aneh lu! Yaudah, coba besok lu chat lagi tuh si Debora, kalo gak dibales lagi yaudah, jangan mewek!" Seru Lucas sambil kembali mengunyah camilannya.
...***...
Lucas 💕
__ADS_1