
Aaaaaaa terdengar teriakan dari kedua bocah yang sangat nyaring.
"Sial kenapa kau selalu saja menyialkanku" ujar draco kesal
"Kau yang selalu menyulitkanku, keberuntunganku selalu musnah bila bertemu denganmu, kau ferret menyebalkan" jawab hermione marah
"Apa kau bilang, ferret! kau rambut singa, dengan wajah buruk beraninya menghina ku!" jawab draco tak kalah
"Kau ini, lebih baik kau pergi jangan datang kesini, disini adalah tempat damai cocok dengan orang kepribadian seperti ku. Bukan seperti mu yang sangat ugal-ugalan dan berisik" ujar hermione dengan cepat dan kesal
"Hei lebih baik kau lihat dirimu, kau gadis bar bar, ingin bersaing denganku tentu kita berbeda. Kau pikir kau lebih baik dari pada aku yang merupakan keturunan darah murni" jawab draco
"Lihatlah dirumu yang selalu membanggakan keturunan, hanya mengandalkan ayah mu" jawab hermione dengan sangat marah
__ADS_1
"Setidaknya aku bukan darah kotor seperti mu" ujar draco asal-asalan tanpa memikirkan perasaan hermione
Hermione yang mendengarnya terkejut dan sangat marah. Ia menahan air matanya agar tak menetes. Bagaimana mungkin malfoy dapat mengatakan hal yang tak beradap tersebut. Buakn kah kasta sudah ditiadakan.
Segara mungkin hermione pergi tanpa mengucapkan sepatah apapun, ia sangat tersinggung dengan apa yang diucapkan draco rasanya ia ingin mengutuknya.
Disisi lain draco yang mengucapkanya hanya melihat datar ke arah hermione yang tampak ingin menangis. Ia sebenarnya ta ada niatan mengucapkan hal tersebut, namun lagi-lagi mulunya ini sangat kelewat batas.
Hari pun berlanjut, drcao yang sedang menuju danau pun hanya melamun. Ia melihat keadaan danau yang sepi, lebih tepatnya tak ada gadis yang duduk dibawah rimbunnya pohon dengan buku-buku tebal.
Ia pun segera menuju pohon untuk beristirahat. Namun apa daya ia sama sekali tak bisa menutup matanya. 30 Menit pun berlalu, granger masih belum dalatang dalam pikir draco. Ah ya dia gila karena tiba-tiba memikirnyanya.
"Sial aku malah memikirkan rambut singa itu" ujar draco pelan.
__ADS_1
Akhirnya draco memutuskan berjalan-jalan dan melihat sekitar hogwarts bersama temannya. Ia melihat sekeliling namun tak menemukan orang yang ia cari sedari tadi.
Hingga pada saat makan malam ia melihat diantara siswa-siswi grryfindor. Juga ia tak melihat hermione disana. Hari pun berlanjut, ya semenjak beberapa hari lalu draco tidak melihat batang hidung hermione, bak ditelan bumi. Bahkan slytherin yang biasanya akan satu kelas bersama grryfindor kali ini hampir satu minggu tidak memiliki jadwal yang bersamaan.
Hal tersebut membuat draco semakin kesal dan gelisah. Ia hanya ingin memastikan saja bahwa hermione baik-baik setelah kejadian hari itu.
Disisi lain hermione yang berusaha melupakan ejekan draco pun merasa lebih baik. Beruntung ia tidak bertemu satu minggu ini. Sebenarnya ia sangat ingi ke danau dan membaca buku-bukumy namun ia sangat malas bila bertemu dengan draco. Ia masih belum siap bertemu kembali.
Pada akhirnya ia hanya dapat membaca buku-bukunya di dalam kamar. Melihat hermione yang jarang sekali keluar asrama, ron dan harry pun bingung dengan apa yang terjadi. Mereka mencoba bertanya dan terkejut bahwa draco mengejek hermione dengan kata yang tak beradap di dunia sihir.
Mereka pun akhirnya membantu hermione agar dapat tenang di asrama, seperti membawakan makanan dan menghibur hermione.
Hay readers mohon maaf lama gak up ya, jangan lupa tungguh kisah selanjutnya🤓
__ADS_1