Gadis Ceria Jadi Dingin

Gadis Ceria Jadi Dingin
bab 5: perasaan ara


__ADS_3

tak terasa hampir 1 tahun sudah putri pindah kesekolah nya yang sekarang,dan satu minggu lagi ujian kenaikan kelas.untuk menentukan siswa siswi naik ke kelas 3


seluruh siswa dan siswi tengah sibuk mempersiap kan diri untuk menyambut ujian kenaikan tersebut,begitu juga kelas 11 ipa 3 yang sibuk mempersiap kan diri


tapi berbeda dengan ara dan vino yang tampak lebih cuek dari yang lain nya dalam menyambut ujian kenaikan kelas ini


wajar saja jika mereka berdua seakan cuek karna mereka lah yang selalu memegang gelar sang juara.


.


.


.


kini dikelas 11 ipa 3 keadaan sangat kacau karna lagi lagi guru yang mengajar di kelas ini tidak masuk.bukan hal baru untuk 11 ipa 3 saat guru tak masuk karna sakit atau ada hal mendesak bahkan tak jarang guru itu tak ingin masuk kedalam kelas karna melihat kelakuan siswa di kelas itu yang selalu bertingkah aneh


vino dari tempat duduk nya terus memperhatikan putri yang sedang serius belajar walau kelas saat itu sedang ribut.


vino sudah tak bisa menahan perasaan nya pada putri yang sudah di pemdam nya saat pertama bertemu dengan putri


vino terus memperhatikan dan menunggu waktu yang tepat untuk mengungkap kan perasaan nya itu


DISISI LAIN


ara ternyata juga menyimpan perasan kepada vino sejak kelas 10,tapi dia tak tau harus menyampaikan nya bagai mana,karna dia adalah tipe cewek yang tak mudah untuk menyatakan cinta pada seseorang.tapi menurutnya vino berbeda walau dia dekat dengan semua orang dia tak seperti cowok kebanyakan.


ara dari tadi juga sedang memperhatikan vino melihat vino hanya fokus memandang pada satu arah ara mengikuti arah pandangan vino dan saat ara tau siapa yang tengah fokus dipandang vino hatinya seakan memanas dan terasa sakit,pikiran nya kacau'vino merhatiin putri?,apa vino suka sama putri ya?,'saat sedang berbincang dengan pekiran nya sendiri ara melihat vino yang ingin menghampiri putri.


ara tersadar apa yang akan dilakukan vino,ia langsung menarik tangan putri kasar dan berjalan keluar kelas sebelum vino menghampiri putri'kayak nya tadi vino pengen ngomong yang serius sama putri,untung aja aku gercep narik tangan putri keluar kelas'batin ara yang terus berjalan keluar kelas dengan tatapan yang susah diartikan


putri yang tangan nya ditarik kasar oleh ara masih tercengang dengan apa yang dilakukan ara

__ADS_1


"ara kita mau kemana?"tanya putri yang sedari tadi mengikuti ara


ara tersadar bahwa tangan putri belum di lepas nya dari genggamannya,langsung melepaskan genggaman nya"aku mau ngomong serius sama kamu"sambil terus berjalan menuju gudang sekolah dan masih diikuti oleh putri


sampai digudang sekolah ara membalikkan tubuhnya menatap putri dengan tatapan mengintimidasi dan bertanya to the point,tapi putri yang ditatap seperti itu nalah merasa biasa saja


"put kamu suka sama vino"pertanyaan yang keluar dari mulut ara sontak membuat putri diam mematung seperti ada ribuat volt listrik tegangan tinggi yang menyengat tibuh nya


putri juga sebenar nya masih ragu tentang perasaan nya pada vino ntah itu bisa dikatakan suka atau hanya sebatas kagum


dengan gugup putri membalas ucapan ara


"k-kok....kamu na-nanyanya...gitu ra?"tanya putri balik dengan gugup


mendengar ucapan putri yang terbata bata ara seperti tersulut emosi


"jawab yang bener put"teriak ara yang sedikit membentak


mendengar jawaban putri hati ara sedikit tenang 'setidak nya hanya vino yang suka sm putri tapi putri enggak'batin ara lalu memeluk putri


"kamu suka kan sama vino"tanya putri pada ara


ara yang tadinya memeluk putri kini melepas kan pelukan nya mendengar pertanyaan sahabat nya itu,dan benar saja ara tersenyum dengan pipi yang merah


tapi ada perasaan aneh dalam diri putri di satu sisi dia senang melihat sahabat nya bahagia sedang kan di sisi yang lain nya putri merasakan perasaan yang sangat sedih yang dia sendiri tak tau apa penyebab nya


setelah merasa lega ara akhir nya membawa putri menuju kelas lagi


#VINO POV


"ya aku harus bilang perasaan aku sekarang sama putri"batin ku

__ADS_1


aku berjalan menuju tempat putri duduk sekarang tapi belum sempat aku menemui putri ara malah menarik dan membawa putri keluar kelas tanpa aku ketahui apa penyebab nya


saat itu juga aku menghentikan langkah ku dan kembali ketempat duduk ku sambil terus memikirkan kenapa ara membawa putri pergi dari kelas


aku terus berfikir dan tak lama kemudian ara masuk dengan wajah yang sangat gembira sedang kan putri terlihat jelas di raut wajah nya ada kesedihan tapi berusaha ditutupinya,dan bahkan sikapnya tak seperti biasa saat ingin masuk kelas


biasanya putri akan tersenyum di depan pintu kelas dan berteriak selamat datang putri yang cantik memuji dirinya sendiri dihadapan teman teman kelas


tapi kini dia masuk kekelas langsung duduk di kursi nya dan langsung membaca buku


aku menghampiri nya dan duduk disebelah nya tepat nya di kursi ara karna ara sedang duduk di depan


"put kenapa kok masuk wajah nya langsung di tekuk"tanya ku pada putri


putri kaget melihat ku ada di sebelah nya


"hm gak ada vin lagi capek aja" jawab nya dengan senyum terpaksa


"put nanti siang jalan yok"ucap ku mengajak putri jalan


awalnya putri tersenyum tapi tiba tiba senyum nya memudar dab putri terdiam beberapa saat seperti ada yang di fikirkan nya lalu dia mengatakan bahwa ia tak bisa jalan dengan ku


"yaudah gimana kalau kita nonton dirumah....."


"aku gak mau vin mending kamu pergi deh dari sini"ucap putri memotong ucapan ku dan sepertinya dia sedang sangat marah dan tak ingin di ganggu


"hmm yaudah put,tapi gak usah marah marah juga,kan kmu bisa bilang nya baik baik"ucapku yang sedikit kecewa dengan prilaku putri


#VINO POV END


🌹bersambung🌹

__ADS_1


__ADS_2