Gadis Desa Yang Takut Dosa

Gadis Desa Yang Takut Dosa
Bab 20. Tetangga baru


__ADS_3

Di sebrang sana Aldi nampak senyum-senyum sendiri melihat


tingkah istrinya yang sedang memijat pelipisnya, setelah membaca surat yang di berikan oleh nya.


" Nina, pesona mu, sungguh luar biasa, aku nggak bisa menyangkal hal itu.


Baru beberapa hari kita tidak berjumpa, tapi hati ini begitu rindu!"


Ternyata kebiasaan Aldi masih sama, ia mengamati terus pergerakan Nina dari bangun tidur bahkan sampai tidur lagi


Terlalu sayang kalau di lewati, seperti saat ini, wanita yang sudah jadi istri seorang Aldi Kurniawan terlihat sedang duduk bersila, di hadapkan dengan meja kecil dan di atasnya sudah ada buku dan alat tulis


Mungkin mau menulis atau membalas surat


Wow, coba ku intip ah!


To: suami ku


Wa'alaykumussalam warahmatullah


Alhamdulillah saya baik suami ku


Ck kalau ngomong itu di pikir dulu, gimana saya ngasih nomor telepon, orang saya aja juga tidak punya nomer anda, kalau tanya-tanya Vika atau pak Aji nanti malah jadi malu-maluin.


Ni nomer saya 085123445255


Tok...tok...tok....


Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar, Aldi yang sedang serius melihat tulisan sang istri dari jauh, mengumpat kesal


" Ck siapa sih ganggu aja!" Laki-laki itu melangkahkan kakinya menuju pintu


Ceklek


" Tuan maaf mengganggu, di luar ada tamu yang mencari anda!" Ucap seorang pelayan


Aldi memicingkan matanya

__ADS_1


" Siapa?" Tanya Aldi datar


" Kurang paham tuan, ada seorang laki-laki dan perempuan, seperti nya bapak dan anak!"


Karena di landa penasaran, Aldi langsung keluar dari kamar dan menuju pintu gerbang,


di sana sudah nampak 2 orang yang masih berdiri


" Siapa kalian?" Tanya Aldi menghampiri mereka


" Maaf, apakah kami boleh masuk, panas nih?" Ucap seorang perempuan berjilbab dengan lembut


Kalau bukan karena aku lagi berusaha memperbaiki diri, aku tidak akan Sudi memasukkan tamu yang nggak jelas ke rumah! Ungkap Aldi dalam hati


" Oh, silahkan!"


Pelayanan tadi membukakan pintu gerbang, ia mempersilahkan tamu asing itu masuk dan tentunya menyuruh mereka duduk.


" Tolong buatkan mereka minum?"titah Aldi datar, ia langsung duduk, bergabung dengan tamu tadi


Benar-benar tampan, beruntung banget nih aku, di jodohkan dengan nya!


" Heh, nona jaga pandangan anda, kita bukan muhrim!" Ucap Aldi tegas, ia benar-benar di buat jengah oleh kelakuan permpuan asing yang belum ia ketahui siapa namanya.


" Maafkan kelakuan anak saya, perkenalkan nama saya Abdullah, dan ini anak saya Hafshah, kami tinggal di daerah sini, saya sering melihat anda shalat jama'ah di masjid komplek, apa anda warga baru di sini?" Tanya laki-laki paruh baya itu dengan sopan


Aldi mengerutkan keningnya


" Maaf kami hanya ingin mengenal anda!" Ucap laki-laki itu, ia merasa tidak nyaman dengan tatapan mata sang tuan rumah yang begitu dingin dan angkuh


" Saya Aldi, saya bukan warga sini, saya hanya sementara di sini!" Kata-kata Aldi begitu kaku dan datar


Tamu asing itu hanya manggut-manggut


" Kalau sudah tidak ada lagi yang mau di bicarakan, saya masuk duluan karena masih banyak pekerjaan!" Aldi langsung berdiri dan pegi meninggalkan mereka.


" Dasar laki-laki sombong, kalau tau anak dari Putra seperti ini kelakuan nya, aku tidak akan menyetujui perjodohan ini!" Umpat laki-laki yang bernama Abdullah dengan kesal

__ADS_1


" Abi, jangan gitu, Hafshah menyukai mas Aldi, dia begitu tampan dan Soleh!"


Aldi kembali masuk ke dalam kamar, ia kembali menghadap laptop, Nina sudah tidak ada di kamarnya


" Sial, gara-gara tamu asing tadi, aku jadi tidak melihat kelanjutan surat yang di buat Nina!"


Laki-laki itu menghempaskan badannya di atas ranjang, sambil menatap langit-langit kamarnya.


Tok...tok...tok...


" Siapa lagi sih, ganggu aja!" Aldi melangkahkan kakinya membuka pintu ia sudah bersiap untuk marah, namun mengurungkan nya karena yang mengetuk pintu adalah Vika


" Loh, kamu ngapain ke sini?"


" Assalamu'alaikum kak, Vika mencium punggung tangan sang kakak dengan sopan


" Wa'alaykumussalam warahmatullah


Kamu ngapain ke sini?" Tanya Aldi lagi


" Aku kangen kakak!" Jawab Vika ia langsung masuk ke dalam kamar sang kakak, menghempaskan tubuhnya yang lelah ke atas sofa yang tersedia di sana, Aldi pun mengekori Vika


" Lah terus istri ku, kau tinggal sendiri di sana?"


" Biar lah aku lagi kesel sama dia


ups... Keceplosan Vika langsung menutup mulutnya


" Maksudnya?" Aldi duduk di samping Vika, la menghadapkan badannya ke sang adik sehingga mereka saling berhadapan


" Coba jelaskan apa yang kakak dengar tadi?" Laki-laki itu begitu serius ingin mendengarkan kejelasan tentang apa yang akan di ucapkan Vika


Di tatap seperti itu,Vika tidak menjawab ia langsung memeluk Aldi.


" Hiks...ma-maafin aku kak!" Ucap Vika menangis sesenggukan


Laki-laki itu semakin di buat bingung dan penasaran

__ADS_1


" Ada apa sebenarnya?"


Bersambung


__ADS_2