
Di perjalanan kerumah sakit Titin yang penasran pun bertanya kepada arwah pasutri tersebut
"Nama bapak dan ibuk siapa"
"Nama saya Herman istri saya Nini"
"Kenpa bapak bisa ketabrak sama truk tadi"tanya lagi kayak nya Titin cosplay jadi wartawan deh
"Saat kami mau belok kiri ternyata ada truk dari depan saya tidak melihat nya mungkin sudah takdir kami meninggal seperti ini"jawab bapak Herman
"Oo bisa gitu ya pak" kata nya sambil manggut2 kepalanya
"Lo apaan deh Tin banyak tanya kayak wartawan aja lo"
"Kan gue penasaran"
"Pak gimana caranya kami ngomong sama keluarga bapak " kali ini Selsy yang bertanya "iya pak" sahut Titin
"Kami juga tidak tahu" jawab nya yang membuat Titin sama Selsy mendengus bersamaan
"Nak kalian harus bantu kami karna itu keinginan kami yang terakhir kalinya" ibu Nini
"Masalah nya kami tidak tau caranya"pikir Titin sama Selsy
Tak lama kemudian sampai lah mereka di rumah sakit disana ternyata sudah ada keluarga pak Herman dan bu Nini yang menunggu. Titin sama Selsy pun mengikuti keluarga ke dalam ruangan
"Maaf kalian siapa" tanya salah satu dari keluarga pak Herman kepada Serlsy dan juga Titin
Mereka yang di tanya pun bingung jawab nya gimana jadi mereka tidak menjawab karna mereka berdua sibuk dengan pikiran nya masing2, karna tidak mendapat jawaban orang itu menepuk bahu Titin akhirnya dia tersadar dari lamunannya tapi tidak dengan Selsy lalu Titin menepuk Selsy dengan keras
"Auu sakit tau" katanya kepada Titin yang mendapat plototan dari Titin Selsy yang sudah mengerti pun hanya tersenyum canggung karna orang2 menatap mereka berdua
Akhirnya Selsy yang menjawab
"nama saya Selsy dan teman saya Titin, kami disini untuk menyampaikan amanah tetakhir almarhum" jawab Selsy
"Kalian dapat amanah dari mana" tanya wanita yang masih muda kemungkinan anak nya almarhum
"Dari arwah nya "jawab Titin polos
Semua orang yang mendengar tidak percaya apa yang dikatakan Titin
"tidak ada yang namanya arwah mereka barusan meninggal, keluarga kami sedang berduka mendingan kalian pulang "usir laki tertua disana
__ADS_1
"Kalo kalian tidak percaya ya sudah kami hanya menyampaikan nya saja karna arwah bapak Herman sama ibu Nini ada disini "jawab Titin
"Kami gadis indigo "timpal Selsy
"Kalo memang kalian indigo apa yang dikatan ayah dan ibu kepada kalian "tanya anak laki2 mungkin seumuran dengan Titin sama Selsy
Mendengar ucapan anak laki2 tersebut semua orang menunggu jawaban mereka
"Beliau minta dimakamkan di kampung halaman nya "jawab Selsy
"Itu saja" tanya lagi
"Iya" jawab Titin
Tiba2 arwah bapak Herman bicara tolong jangan bersedih kami sangat menyayangi kalian tolong jangan bersedih lagi karna itu membuat jalan kami susah kata nya
tidak ada yang mendengar bapak Herman bicara hanya Titin sama Selsy lah yang mendengar akhirnya Titin menyampaikan seperti apa yang di bilang sama bapak Herman keluarga pun hanya mengangguk
Lalu ibu Nini juga bicara kepada anak bungsunya jangan jadi anak nakal lagi dan segera bertobat dia juga bilang sangat menyayangi semua anak2 nya. Lalu Selsy menyampaikan kepada keluarganya
Bapak Herman juga bicara separuh harta warisan di sumbang kan kepada panti asuhan karna ia tidak ingin anak nya berebut harta nya. Lalu Titin menyampaikan nya
Keluarga pun mengiyakan apa yang Selsy dan Titin katakan ada yang percaya ada juga yang tidak
"Terima kasih kami karna kalian telah menyampaikan amanah almarhum ayah dan ibu, saya anak bungsu almarhun nama saya Dino"
Arwah bapak Herman dan ibu Nini juga berterima kasih kepada mereka berdua
"Huh untung nya mereka percaya "pikir mereka berdua lalu keluar dari ruangan tersebut dan berjalan menuju luar rumah sakit tapi jalan mereka tidak mulus
"Sel tadi persaan tidak ada apa2 deh di tangga kenapa sekarang banyak penunggunya"
"Mungkin mereka baru datang"jawab Selsy asal
"Kita lewat jalan lain aja yuk lo liat tuh masa ilernya netes terus liat di lantai banyak pasti licin"
"Lewat mana lagi ini jalan satu2 nya"
"Yah terus gimana dong mereka lagi reunian nanti dia ngamuk lagi kita lewat sana"
"Terobos aja pura2 gak liat kayak suster itu" jawab Selsy sambil nunjuk suster yang barusan melewati tangga menbrak salah satu dari mereka
"Beda cerita kalo suster itu dia gak liat juga gak rasain kalo lagi nabrak hantu beda sama kita emang lo mau nabrak terus ilernya nempel iih jijik tau" Titin
__ADS_1
"Mau gimana lagi kalo lo ngga mau gue tinggal"
"Yaudah deh tapi lo jalan di depan "
"Yaudah ayok keburu penuh ntar ni tangga sama mereka"
Akhirnya Selsy yang jalan duluan dia menabrak semua hantu itu tanpa rasa bersalah Titin mengikuti dari belakang ngga mau lia hantu2 itu karna seram. Hantu yang mereka tabrak jatuh kebawah dan dia marah kepada Selsy tapi Selsy pura2 ga tau, beda sama Titin yang menjawab hantu yang penampakan nya seperti kakek tua kepala nya berlobang matanya juga pecah
"Kalian menuhin jalan yaudah tabrak aja"jawab Titin, Selsy yang mendengar pun menepuk jidat nya kenapa punya teman ***** pikirnya
Akhirnya Selsy menarik tangan Titin untuk lari dari sana orang2 yang melihat mereka berlari terheran2 ada apa dengan mereka seperti lagi dikejar hantu saja pikir nya padahal emang lagi dikejar hantu
Karna mereka sibuk berlari tidak memperhatikan didepan sehingga menabrak seorang dokter laki2 tapi anehnya dokter tersebut hanya diam saja saat mereka berdua minta maaf
"Maaf dok saya tidak liat anda"kata Selsy
Tidak ada jawaban
"Sel dokternya pucat bangat kayak mayat hidup" bisik Titin ke telinga Selsy
Ternyata dokter nya dengar dan melotot marah kepada Titin
"Maaf dok jangan marah2 nanti cepat tua"kata Selsy lagi namun masih tidak mendapat jawaban suster yang lewat pun bertanya kepda mereka berdua
"kalian bicara pada siapa "
"Ini sus sama dokter Hendry"kata Titin karna dia melihat ada papan nama di baju dokter tersebut
"Kalian jangan mengada ngada dokter Hendry sudah meninggal 3 bulan yang lalu"
Kata suster itu
"Hah" kata mereka kompak
"Kalau begitu saya permisi dulu" suster itu buru buru pergi dari sana karna dia sudah merinding
Titin sama Selsy melihat kaki dokter Hendry ternyata tidak napak sama sekali jadi mereka tancap gas untuk lari lagi dan menabrak hantu dokter itu lagi
Tunggu up selanjutnya
Typo bertebaran
Jangan lupa like comment and vote
__ADS_1
Happy reading
Salam sayang dari Author B-)