
pagi hari nya pun ruben berisap untuk bekerja di lihat jam tangan nya sudah menunjukan pukul setengah 7 pagi.
"mati gw kalo telat bisa ngomel tu nenek lampir"
ruben pun bergegas ke kediaman zia.
dan di lihatlah sekeliling spertinya zia belum ada tanda tanda akan keluar
"syukurlah" ruben sambil mengusap dadanya
"woii apa kw tidak ingin bekerja, aku sudah terlambat ini"
suar itu terdengar familiar oleh ruben ya benar saja itu zia yang sudah stay dari tadi di mobil menunggu ruben.
ruben pun membelalak mata
"kapan dia naik mobil, mati gw, " gerutu ruben
"cepat" ucap zia
"baik nona"
kantor zia
aku akan masuk dulu,tunggu aku disini jangan kemana mana atau aku akan memecatmu, ancam zia kepada ruben
"baik nona"ucap ruben dengan sangat manis
**hati ruben**
pecat saja aku aku akan lebih mudah membuat mu bangkrut dan kw akan bersujud meminta belas kasihan ku,
1 jam berlalu namun zia tidak kunjung keluar dari kantornya entah apa yang dia kerjakan ruben yang sedari tadi menunggu pun sudah muak dan sangat gerah menunggu di dalam mobil.
benar saja ruben tidak keluar dari mobil karna zia bilang klau dia pergi akan memecatnya.
ruben oon apa gimana sih.
tok tok tok
__ADS_1
bunyi ketukan kaca jendela mobil
"buka tukang tidur aku sudah selesai"
yap.. itu zia si nenek lampir bagi ruben
ruben pun membukakan pintu mobil untuk zia
di dalam perjalanan zia pun bertanya kepada ruben.
apakah ruben pernah bertabrakan dengan seorang gadis di bandara 4th yang lalu,zia mennya dengan sangat hati hati takutnya itu bukan ruben jadi akan membuat kesalah pahaman.
"swpertinya aku tidak pernah menabrak orang di bandara nona, kalau boleh saya tau kenapa nona"tanya ruben
"bukan kw yang menambraknya bodoh,tapi orang itu? "
"aku tidak ingat nona"ucap ruben membuat zia sedikit sesak ya zia mengharapkan rubem supirya itulah yg ia tabrak 4th yang lalu
apa lagi zia yg slalu bersama ruben beberapa hari ini terasa sangat nyaman.
"antar aku makan!!" perintah zia
"baik non"
"belum non"
"baiklah kita akan makan bersama"ucap zia membuat ruben terbelalak,rencana apa yabg di pikirkan nenek lampir ini tanya ruben dalam hatinya
"eh tidak apa non, saya akan membeli yang lain saja"ucap ruben dengn sungkn
"ini perintah bukan tawaran"zia dengan tegas
sesampainya di restoran zia pun memesan beberapa makanan untuknya dan ruben.
bagimana bisa dia makan begitu elegan seperti orang kaya pada umumnya
zia yang melihat ruben pandai memainkan garpu dan pisau nya untuk memotong daging yg iya makan.
aku semakin curiga kepada orang ini aku akan mwncari tahu tentangnya ucap zia.
__ADS_1
"aku ketoilet dulu" zia yang berlalu meninggalkan ruben
di dalam toilet zia menelfon seseorang untuk mencari tahu tentang ruben itu siapa sebenarnya.
"aku tunggu dalam seminggu sudaj selesai"tegas zia
"baik"
"apa makanan nya enak"
tanya zia membuat ruben tersedak karna zia mengejutkannya.
"ee nn aak non"ucap ruben terpatah patah
***
di dlam perjalanan pulang zia bertanya kepada ruben,bagaimana menurut pendapat mu tentang seorang yang akan di jodohkan ruben?? tanya zia
"aku kurang suka soal perjodohan non"
"kenapa"
"ya karna kita harus menikah dengn orang yang kita cintai non,apa lagi kalau prinsio saya sih non menikah sekali seumur hidup non"
"hmm, menung zia
"nona kenapa?
"aku akan di jodohkan dengan anak teman papaku.
"hah seorang zia yg begitu pemberani ini di jodohkan siapa yng mau dengannya hanya ada orang takut terhadapnya"batin ruben
"nona hany perlu hilang kepada orangtua nona kalau nona tidak menyetujui pernikah ini,ucap ruben kepada zia
"mereka bersikeras akan menjodohkan ku karna itu sudah di buat dari aku kecil.
"bagimana ya nona saya juga kurang mengerti
nan"
__ADS_1
zia hanya termenung memikirkan perjodohan nya
sesampainya di rumah...