
Masih dengan suasana yang riuh di sekolahan milik Kenanzo Ferdian..
Kenzo tampak sibuk mencari cari-cari sosok gadis kecil yang pernah ia jumpai kemarin siang di depan gerbang sekolah miliknya..
"Perasaan kemarin dia memakai seragam sekolah ini"
Guman Kenzo..
"Bos anda mencari siapa? " Tanya Evan
"Tentu saja aku mencari nya" Jawab ketus Kenzo
"Apa perlu kita menyuruh kepala sekolah panggilkan dia? " Tanya Evan
"Apa kau bodoh? "
"Namanya saja aku belum tau" Ucap Kenzo
"Ah, kau benar bos" Hehehehe
"Kenapa aku bisa lupa ya? "Tanya kebodohannya sendiri Evan
" Ayo pergi "Ajak Kenzo
" Kemana bos"Tanya Evan
Dengan tatapan mata nya bak seperti singa ingin memangsa..
Kenzo mampu membuat bulu kuduk Evan asisten nya berdiri karena merasa takut..
"Mari bos" Suara pelan Evan
Mereka pun meninggalkan area sekolah tersebut dan berencana ingin pergi ke suatu tempat di mana seseorang yang telah menunggu nya..
Mobil mewah nya pun melaju hingga sampai tepat di parkiran Restoran Mewah..
Dari kejauhan sudah terlihat sosok yang sudah menunggu nya..
"Maaf saya telambat" Ucap Kenzo
__ADS_1
"Tidak masalah Tuan Kenzo" Jawab pria tersebut
Pria itu adalah Vero sang kakak gadis kecil yang ia cari-cari..
"Langsung saja, saya ingin mengajak anda untuk berkunjung ke lokasi proyek kita besok" Ucap Kenzo
"Seperti nya saya tidak bisa pergi" Jawab nya Vero
Membuat Kenzo & juga Evan heran mendengar nya..
Mereka pun berpikir tentang sosok pria di hadapan mereka, bahwa Vero CEO perusahaan besar ternyata benar dengan isu di kalangan para pembisnis bahwa mereka mengatakan Vero sangat jarak untuk di ajak survei lokasi bahkan sampai meeting pun jika harus ke luar kota ataupun negara ia menolak keras..
"Lalu bagaimana dengan survei nya? " Tanya Evan
"Saya percayakan saja pada kalian"Ucapnya Vero
" Semudah itu kah anda percayakan pada kami? "Tanya Evan lagi
" Kenapa saya harus ragu atau bahkan takut? "Tanya balik Vero
Evan semakin heran dengan manusia yang ada di hadapannya..
Dengan mudah nya mempercayai proyek sebesar ini pada orang lain..
Ucapan nya membuat Evan begitu kaget..
Kenapa bisa pria di hadapan nya tau kalau ia sedang berfikir..
"Seperti nya dia cenayang" Guman Evan dalam hati
"Baiklah, jika anda tidak bisa ikut untuk survei proyeknya, saya akan maklumin kesibukan anda tuan Vero" Kenzo angkat suara
"Saya permisi dulu" Pamitnya Vero
Lagi-lagi sifat Vero mengundang tanda tanya di benak Kenzo dan juga Evan..
...****************...
"Kakak "Panggil Angell
__ADS_1
Gadis cantik itu sudah menunggu sang kakak menjemput nya dari 10 menit yang lalu..
" Princess maaf kakak telat menjemput mu"Ucap Vero
"Tidak masalah kak" Ucapnya sambil tersenyum
Karena pertemuan nya dengan sang CEO tadi membuat diri nya terlambat menjemput sang adik kesayangannya..
"Ayo kak, aku sudah lapar" Ucap nya Angell manja
"Wah, ternyata adik kecil ku ini sudah lapar ya"Balas manja Suaranya Vero
" Ihhh, kakak nyebelin "Keselnya Angell
Sang kakak begitu bahagia bisa selalu bersama sang adik kesayangannya..
Apalagi saat menjahili sang adik sampai dirinya tanpa sadar tertawa lepas kalau melihat tingkah lucu gadis kecil itu bisa menjadi hiburan bagi nya...
" Ya sudah, jangan ngambek dong"
"Kalau kamu ngambek, nanti kakak gak jadi belikan eskrimnya" Ucap Vero
Melihat sang adik mulai ngambek Vero pun merayunya dengan belikan eskrim kesukaan Angell..
Ketika mendengar kalimat yang di ucapkan sang kakak..
Membuat wajah tiba-tiba begitu cerianya, karena sang berniat ingin membelikan eskrim kesukaan nya..
"Yang Kakak katakan barusan beneran? " Tanya Angell
Ia ingin memastikan apa yang di ucapkan oleh sang kakak beneran atau tidak..
Karena sudah beberapa hari ini sang melarang dirinya untuk membeli eskrim..
Dengan alasan dari sang kakak, dirinya bisa sakit nanti nya..
"Kau meragukan kakak mu princess? " Tanya Vero
"Tidak,,, bukan begitu maksud ku kak" Ucapnya Angell
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita berangkat princess"Ajakan sang kakak Vero
Mereka pun beranjak meninggalkan sekolahan tersebut dan menuju ke lestoran pribadinya..