GADIS SOMBONG VS KAKEK KAYA

GADIS SOMBONG VS KAKEK KAYA
ADUH GA BISA DI CABUT


__ADS_3

Si Bimo, anak Sekolah Dasar kelas satu, selain rangking satu di kelasnya dia juga cukup ganteng.


Namun demikian, si Bimo memiliki satu kebiasaan buruk yang hanya diketahui oleh teman-teman satu kelasnya. Kebiasaan itu adalah bahwa si Bimo sering tidak gosok gigi.


(Suatu hari, ketika sang ibu wali kelasnya sedang mengajar).


Ibu guru: (Berhenti mengajar sejenak) “Bimo, tadi pagi tidak gosok gigi, ya?”


(Alangkah kagetnya si Bimo. Dia berpikir, siapa gerangan di antara kawan-kawan sekelasnya yang bercerita kepada ibu wali kelasnya perihal kebiasaannya ini)


Bimo: “Kok, ibu guru bisa tahu?”


Ibu guru: (Tersenyum) “Coba lihat, ada sisa sayur di gigimu.”


Bimo: (Mendengar jawaban ibu guru, berteriak dengan riang) “Kalau begitu, Ibu salah. Tadi pagi saya sarapan nasi goreng pake telor dadar. Terakhir saya makan sayur tiga hari yang lalu.”


Pada suatu hari seorang anak yang baru saja masuk Sekolah Dasar (SD) ketika pulang sekolah ditanya oleh kedua orang tuanya


Ibu: “Belajar apa kau hari ini nak?”


Anak: “Belajar menulis bu.”


Ayah: “Apa yang kau tulis nak?”


Anak: “Tidak tau yah, aku belum belajar membaca.”


Dua orang anak Sekolah Dasar yang nakalnya bukan main sebut saja Gareng dan Bagong


Selalu terlambat masuk sekolah. Seribu alasan mereka buat,


(Hari ini mereka terlambat lagi).


Guru: “Gareng! Kenapa hari ini kamu terlambat lagi?”


Gareng: “Anu, anu, bu, semalam saya mimpi jalan jalan naik sepeda sama ayah


saya keliling kota.”


Guru: (Kesal) “Kalau kamu Bagong, kenapa kamu juga terlambat!”


Bagong: “Anu, bu, semalam saya mimpi ketemu Gareng sedang jalan jalan naik sepeda bersama ayahnya, ya udah bu, saya ikutan mereka keliling kota.”


Guru:?


Bu Guru: “Baik, sebelum pulang ada yang mau bertanya?”


Joko: “Saya Bu!”


Bu Guru: “Iya, apa pertanyaannya?”


Joko: “Maukah Ibu jadi pacarku?”


Bu Guru: “Orang kayak kamu mau jadi pacar Ibu? Huek! Ga pentes!”


Joko: “Trus orang ganteng kayak saya ini pantesnya jadi pacar siapa dong Bu?”


Bu Guru: “Kamu ini bandel sekali! Sekolah itu yang bener. Belajar dengan serius. Punya cita-cita ga sih kamu?”


Joko: “Punya dong Bu..”


Bu Guru: “Apa cita-citamu?”


Joko: “Dulu cita-cita saya ingin jadi pilot, tapi semenjak masuk sekolah dan ketemu Ibu, cita-cita saya berubah ingin membahagiakan Ibu..


Bu Guru: “Joko..!! Kamu kalo masih suka godain Ibu, Ibu akan panggil kepala sekolah!”


Joko: “Dih jangan dong Bu, panggil Mas aja biar lebih mesra..”

__ADS_1


Bu Guru: “Ampun Tuhan!” (pingsan manja)


Di sebuah lapangan, ada empat orang anak yang bersiap-siap hendak lomba lari. Sang pelatih pun mulai menghitung. “1, 2, 3, lari!!!!” teriak sang pelatih setelah meniup peluit dengan kencang. Semua peserta lomba berlari, kecuali Paijo.


Pelatih : “lho kenapa kamu gak ikut lari?”


Tarjo : “lha saya nomor 4 pak. Tadi yang disuruh lari 1, 2, dan 3.”


Dalam sebuah kelas Bahasa Inggris di kelas 3 Sekolah Dasar tiba-tiba Robi bertanya pada gurunya,


Robi: “Miss, kalau bahasa Indonesianya Tomorrow apa?”


Guru: “Besok.” (Jawabnya singkat sambil memeriksa kertas ulangan murid-muridnya).


Robi: “Sekarang aja Miss.”


Guru: “Enggak bisa dong Mas, jawabannya besok.”


Robi: “Yah Miss, masa saya tanya satu kata aja dijawabnya besok?”


Hacim adalah salah satu murid yang bodoh di kelasnya tapi dia selalu bikin temanya ketawa karena tingkahnya,, saat di tanya guru nya pun jadi begini


Guru-anak anak jika kalian ibu beri 2 ekor bebek terus di tambah 1 bebek pemberian teman kalian berapa jumlah bebek yang kalian miliki


Murid – 3 bu ( jawab serempak selain hacim)


Guru – pintar kalian – hacim kenapa diam aja kamu gak bisa jawab


Hacim – bisa bu


Guru – terus kenapa diam


Hacim – saya gak suka sama bebek bu walaupun di kasih pasti saya jual lagi bu


Waktu masih sma bowet adalah seorang siswa biasa ,,tak ada yang istimewa darinya ,, di sekolah pun dia bukan siswa pandai malah suka bikin jengkel guru nya karena jawabanya yang agak nyleneh ,,ini salah satu jawaban bowet waktu di kasih pertanyaan oleh gurunya


Guru – coba kamu jawab pertanyaan ibu


Guru – siapa penemu telepon


Bowet – bapak saya bu


Guru – masih sabar,,,  sekali lagi siapa penemu tv


Bowet – bapak saya bu


Guru – mulai kesal ,,siapa penemu radio


Bowet – bapak saya  bu —


Gurupun marah dengan jawaban bowet


Guru – dari tadi saya tanya gak ada jawaban kamu yang benar,,, di tanya penemu telepon, radio dan tv jawaban kamu selalu jawab bapak saya,, emang bapak kamu seorang ilmuwan,,


Bowet – bukan bu bapak saya seorang pemulung


GURU: ?


Bimo yang duduk dibangku Sekolah Dasar ditanya Bu Yati Pesek, Gurunya


Bu Yati Pesek: “Bimo, ada 5 bebek yang lagi mencari makan disawah. Kalo ditembak pemburu, kena satu tinggal berapa?”


Bimo: (Setelah berpikir sejenak) “Ga ada sisanya bu.”


Bu Yati Pesek: “Kenapa ga ada sisanya?”


Bimo: “Yang lain terbang semua karena kaget.”

__ADS_1


Bu Yati Pesek: (Tersenyum bijak) “Yah, sebetulnya bukan itu jawabannya. tapi saya suka cara berpikir kamu.”


Bimo: (Tidak mau kalah) “Boleh saya yang tanya bu guru?”


Bu Yati Pesek: “Boleh.”


Bimo: “Ada tiga wanita makan eskrim, satu makanya dikunyah2, yang satu digigit2 dan yang terakhir dijilat2. pertanyaannya wanita mana yang sudah menikah?”


Bu Yati Pesek: (Tanpa berpikir panjang) “Sudah pasti yang menjilat2 eskrimnya.”


Bimo: (Senyum2) “Sebetulnya yang sudah menikah yang menggunakan cincin kawin bu, tapi saya suka cara berpikir ibu.”


Cerita Lucu Anak Sekolah Dasar Patah Hati


Gareng adalah anak Sekolah Dasar kelas satu selain juara di kelasnya, dia cukup ganteng juga lah. Dia punya satu teman sekolah namanya Oneng, si Oneng cantik dan manis.


Singkat cerita, Gareng jatuh hati sama si Oneng, ternyata Oneng juga punya hati ama Gareng. Suatu hari, karena kagak tahan lagi


Gareng: “Oneng, kamu tahu aku suka kepadamu. Sayang kita masih kecil, bila nanti kita udah dewasa, kita menikah ya!”


Oneng: (Dengan wajah yang memerah merona) “Reng, bukannya aku menolak, aku sih mau aja. Tapi dalam keluarga kami, kami hanya menikah sesama kerabat saja. Paman menikah dengan bibi, kakek menikah dengan nenek, dan bahkan papa menikah dengan mama. Kamu kan bukan kerabat aku Reng jadi gak bisa menikah kita besok.”


(Mendengar jawaban si Oneng, Gareng tidak masuk satu minggu karena patah hati).


Cerita Lucu Anak SD: Panggilan Buat Ibu


Dalam kelas baru murid sekolah dasar kelas satu. Seperti biasa terjadi kenal mengenal antara guru dan murid.


Guru: “Siapa nama kamu?”


Murid: “Nunung.”


Guru: “Kalau ibu kamu siapa?”


Murid: “Mama?”


Guru: “Maksud ibu, nama Ibu kamu?”


Murid: “Iya, Mama.”


Guru: “Okelah, bagaimana Ayah kamu panggil Ibu kamu?”


Murid: “Eh, monyet.”


Bu Guru: “Siapa yang bisa berhitung?”


Semar: (Mengangkat tangan).


Bu Guru: “Benar kamu bisa berhitung?”


Semar: “Bisa Bu. Ayah yang mengajari.”


Bu Guru: “Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?”


Semar: “Empat.”


Bu Guru: “Bagus. Setelah enam?”


Semar: “Tujuh.”


Bu Guru: “Setelah sembilan?”


Semar: “Sepuluh.”


Bu Guru: “Bagus sekali. Rupanya ayahmu benar-benar tau bagaimana mengajar


berhitung. Lalu setelah sepuluh?”

__ADS_1


Semar: (Dengan senyum penuh keyakinan) “Jack, Queen, King & AS! bu.”


Bu Guru: “!@


__ADS_2