
cholis pun melajukan kendaraannya ke kampus nya...didalam perjalanan adam sebenarnya ingin bertanya pada cholis kabar laras namun perkataan bunda membuatnya mengurungkan diri untuk bertanya..
sesampainya dikampus mereka langsung keruangan tempat sidang skripsi akan dimulai...semua mahasiswa yg tahun ini akan sidang sudah bersiap siap ada yg keluar keringat dingin..ada yg gugup..ada yg santai saja...
terlihat cholis sedikit melamun saat melihat taman didekat ruangan itu.sekilas masa masa saat dia mulai mengenal laras bermunculan ada rasa sakit saat dia mengingat laras tak mengenal nya"la...kk rindu...sangat rindu masa masa itu...la...akan kah kau mengingat ku kembali...la...ah....ya alloh bagaimana rasa ku bisa ku buang hanya karna yg dia ingat hanya rendi..aku harus menyelesaikan study ku dan fokus pada usaha serta terus mendekati laras lg...aku yakin akan mendapatkan dia lg...la..doakan kk ya lancar sidang nya"ucap cholis dalam hati sambil terus mengenang masa masa bersama laras di tempat itu sampai adam mengagetkannya.."bro...giliran loe noh..nama loe dah dipanggil..
"oh iya..makasih dam...doain gw ya...moga lancar..
"amiinn..loe fokus ya..yakin bisa.."ucap adam menyemangati sahabatnya sambil mengepalkan tangannya tanda semangat..
cholis pun masuk ke dalam ruangan sidang dengan penuh percaya diri..
◇◇◇◇◇
__ADS_1
"la...ayo dimakan makanannya.."ucap rendi menyuapi laras..
"udah ka..laras kenyang"ucap laras menutup mulutnya dengan tangan
"y udah..kamu mau minum obat sekarang atau nanti...
"nanti aja ka...
"y udah kk tinggal sebentar ya..mo telp ke sekertaris kk dulu"
"aku ceo di perusahaan ayah ku la...jd semua urusan perusahaan aku yg handel.."terang rendi pada laras yg masing bingung dengan perkataannya.
"oh...aku kira kk masih kuliah diluar negri..
__ADS_1
"aku sudah berusia 25 tahun la..mana mungkin masih kuliah yg ada aku ingin kita cepat menikah biar kamu bisa sama aku terus"ledek rendi
entah kenapa saat rendi mengucapkan kata kata itu laras tampak sedih.dia seperti merasa bersalah"ada apa ini kenapa hati ku begitu nyeri...bukankah ka rendi ingin menikahi aku..bukankah ini yg sejak dulu aku inginkan.tp kenapa begitu sakit.dan ka cholis kenapa nama itu g asing dipikiran ku..ah...aku bingung dengan situasi ini..."ucap laras dalam hati yg masih terus melamun menatap rendi yg masih bercerita ini itu..
"la...kamu mau kan nikah sama aku...
"laras masih kuliah ren...biarkan dia selesaikan kuliahnya baru kalian menikah bila memang laras menerima permintaan kamu untuk menjadi istri mu."ucap mama laras
"tp kita kan bisa tunangan dulu ya la"ucap rendi memegang tangan laras...
"terserah kk aja mau nya bagaimana.laras ikutin aja..sekarang laras mo fokus sembuh dulu ka..ga apa apa kan ka kl kita tunangan dulu..
"baiklah terserah kamu aja la...asal kamu tetap bisa jd istri ku nanti..aku akan menunggu mu dengan sabar..
__ADS_1
"bagaimana kl sehabis keluar dr rumah sakit kita tunangan nya.."ucap rendi yg tidak ingin cholis merebut laras untuk kedua kali nya..
"baik lah ka.."ucap laras