
Dr. Maya Suryani melangkah dengan percaya diri di koridor Universitas Indah. Matahari pagi menerangi langkah-langkahnya yang pasti, memancarkan aura kecerdasan dan keanggunan. Dengan rambut hitamnya yang terurai indah dan senyum lembut yang mempesona, Maya menjadi pusat perhatian di mana pun dia berada.
Sebagai seorang dosen di Departemen Ilmu Psikologi, Maya menikmati peran pendidiknya. Dia mengajar di kelas-kelas yang didominasi oleh mahasiswa pria, yang tertarik dengan kombinasi kecantikan dan kecerdasannya. Namun, dalam hatinya, Maya merasa ada sesuatu yang hilang. Kehidupannya tampak kosong dan dia merasa terjebak dalam rutinitas yang monoton.
Suatu hari, Maya memasuki ruang kuliah untuk mengajar kelas baru. Suasana berisik dan riuh memenuhi ruangan, saat para mahasiswa mengobrol dan berusaha menemukan tempat duduk mereka. Dalam kekacauan itu, satu sosok menarik perhatian Maya. Dia adalah seorang mahasiswa baru yang duduk dengan sendirian, membaca sebuah buku dengan penuh minat.
Maya berjalan mendekatinya dengan penuh ketertarikan. "Halo, saya Dr. Maya Suryani. Kamu mahasiswa baru, bukan?"
__ADS_1
Mahasiswa itu mengangkat kepalanya dan tersenyum. "Ya, saya Daniel. Senang bertemu Anda, Bu Maya."
Suara Daniel terdengar dalam dan penuh keyakinan, mengisyaratkan kecerdasan yang terpendam di balik raut wajahnya yang tampan. Maya merasa ada sesuatu yang istimewa tentangnya.
"Bagaimana kamu menemukan buku itu begitu menarik?" tanya Maya, tertarik pada minat Daniel yang mendalam.
Daniel menjelaskan tentang kecintaannya pada psikologi dan bagaimana buku itu membantu dia memahami dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Maya terpesona oleh kecerdasan dan wawasannya, dan mereka terlibat dalam percakapan yang mendalam.
__ADS_1
Maya terpesona oleh kedalaman dan kebijaksanaan yang ada dalam diri Daniel. Dia merasakan daya tarik yang kuat, tetapi juga merasa kebingungan dan cemas. Dia adalah seorang dosen, dan hubungan romantis dengan seorang mahasiswa akan melanggar batasan profesional dan etika.
Namun, daya tarik itu terus tumbuh, dan Maya menemukan dirinya terjebak dalam keadaan batin yang rumit. Dia merasa terbagi antara tanggung jawab profesionalnya dan keinginan hatinya yang membara. Setiap kali dia melihat Daniel, hatinya berdegup kencang, tetapi dia merasa tercekik oleh norma dan aturan yang mengikatnya.
Dalam perjalanan cerita ini, Maya harus menghadapi konflik batin yang semakin rumit. Tekanan dari orang-orang di sekitarnya semakin kuat, dengan teman-teman dekatnya memberikan saran yang berbeda. Beberapa mengingatkan Maya akan aturan dan batasan profesional, sementara yang lain mendorongnya untuk mengikuti hatinya.
Sementara itu, Daniel juga berjuang dengan masa lalunya yang kelam, yang terungkap perlahan-lahan. Maya merasa tersentuh dan ingin membantu, tetapi dia juga sadar bahwa dia harus menjaga jarak dan mempertahankan integritasnya sebagai seorang dosen.
__ADS_1
Dalam pertemuan-pertemuan rahasia mereka di perpustakaan atau kafe terpencil, Maya dan Daniel mencoba menjaga api cinta mereka tetap menyala. Mereka saling memberi dukungan, kehangatan, dan inspirasi di tengah kegelapan yang mereka alami. Namun, pertanyaan terus menghantui mereka. Apakah cinta mereka akan bertahan melewati batas yang terlarang? Dan apakah mereka mampu mengatasi konsekuensi yang mungkin terjadi jika hubungan mereka terungkap?
Bab-bab selanjutnya akan mengungkapkan perjalanan emosional Maya dan Daniel saat mereka menjelajahi batas-batas keterlarangan, menghadapi konflik internal dan eksternal, serta menemukan jawaban yang mungkin dalam pencarian mereka akan cahaya cinta di tengah kegelapan yang mereka hadapi.