
Tak terasa satu bulan berlalu...
Rizal sekarang sudah memutuskan bahwa dia ingin lanjut untuk mengkhitbahnya, dan rizal pun sudah memberi tahukan niatnya kepada kedua orang tuanya.
flashback:
Saat rizal bersama umi dan abi sedang berkumpul di ruang keluarga di rumah uminya di bandung, dia berniatan ingin memberi tau umi dan abinya.
"Abi umi rizal ingin bicara.."
"Iya nak mau bicara apa.."
"Rizal berniatan ingin mengkhitbah seseorang umi.."
Abi dan uminya kaget setelah di beri taukan tentang anaknya yang ingin mengkhitbah seseorang.
"Alhamdulilah.." serempak ucapan yang di keluarkan umi dan abinya
"Orang mana dia nak, dan trs namnya sypa?.." tanya umi pada reza
"Dia orang serang mi, dan dia namnya indah.."
"Jauh amat nak kamu kenal dari mana?.." kali ini abi yang bertanya
"Teman reza yang ada di serang dia kenalin reza ama indah, dan teman reza menyarankan untuk ta'aruf dan reza pun setuju..."
"Lah ta'aruf? Sejak kapan kamu ta'arufnya nak kenapa tidak bilang sama umi dan abi..." umi menimpali
__ADS_1
"Sejak satu bulan yang lalu umi, reza tidak ingin memberi umi dan abi krna reza takut ta'aruf ini tidak berlanjut dan membuat umi sedih..."
"Haa yasudah, owh iya kamu punya fotonya tidak umi mau liat..."
"Ada umi sebentar reza cari dulu..."
setelah ketemu fotonya rezapun langsung memperlihatkan foto indah kepada umi dan abinya.
Umi dan abinya pun terkejut setelah melihat foto indah.
"Kamu serius dengan wanita ini?..." tanya abi
"Insya allah serius abii..."
"Memangnya dia umur brapa nak..." tanya umi
"Tiga puluh tahun umi, memang kenapa umi..."
"Insya allah reza yakin umi dengan apa yang reza pilih dan insya allah reza tidak akan memyakitinya umi..."
"Alhamdulilah, yasudah kalau itu keputusanmu nak.."
"Kapan abi bisa melamarkan nak indah untukmu..."
"Terserah abi dan umi saja kalo bisa lebih cepat lebih baik hehe..."
"Dasar anak nakal, udah kebelet nikah dia bi..." abi umi pun tertawa tak lupa rezapun ikut tertawa
__ADS_1
"Yasudah kalo minggu depan gimna..."
"Iya abi reza setuju..."
Saat sudah memberi tahukan umi dan abinya reza langsung pergi kedalam kamarnya untuk menghubungi temannya.
Tut tut tut tut
"Hallo assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumussalam. Eh za tumben km nelfon ada apa?...." tanya pak ustd sekaligus tmnya reza
"Ini saya ingin bicara tentang ta'aruf yang bulan kemarin, saya ingin bernitan ingin mengkhitbah indah dan saya juga sudah memberi tahukan kepada abi dan umi saya tentang ini, dan alhamdulilahnya abi dan umi sudah setuju..."
"Alhamdulilah klo kamu ingin mengkhitbahnya dan umi abi sudah merestui, terus kapan kamu ingin mengkhitbahnya?..."
"Insya allah minggu depan..."
"Alhamdulilah yasudah nanti saya beri tahu kepada pihak perempuan kalo kamu ingin melanjutkannya..."
"Yasudah terimakasih buat bantuanya..."
"Iya sama-sama, saya tutup dulu telfonya assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumussalam..."
flashback off:
__ADS_1
Satu minggu pun berlalu, sekarang indah dan keluarganya dan tak lupa pak ustad dan istrinya sedang menunggu kedatangan reza dan keluarga.
tak berselang lama para rombongan pun datang dan turun dari mobil, dari kejauhan reza dan tak tupa di sampingnya umi dan abinya perlahan mendekat kearah keluarga indah, yang memang sudah menunggu kehadiran keluarga reza.