
Sekar kembali ke istana Nathan, seperti biasa Ia di sambut baik oleh Dewi juga Dewo dan Sri.
" Akhirnya kamu kembali juga, bagaimana liburannya Sekar. " Tanya Dewi.
Di antara mereka bertiga hanya Dewi yang berbicara santai padanya dengan memanggil namanya saja.
" Biasa saja Dewi. "
Bagaimana tidak biasa, belum genap sehari Sekar bersama keluarganya Ia sudah mendengar panggilan alam dari istana megah itu.
" Ya sudah, aku ke kamar dulu. "
Sekar menuju kamarnya setelah berpamitan, rencananya Ia ingin beristirahat sebentar di kamarnya. Namun tiba-tiba Ia di kejutkan dengan kehadiran Nathan di kamarnya.
" Nathan, aku tau kalau kamu itu bisa menghilang sesuka hatimu, tapi bisa tidak aku minta sama kamu untuk tidak mengejutkan ku. Lama-lama aku bisa terkena serangan jantung, apa ini yang kamu mau. Apa ini tujuan mu mengajak ku kemari, agar aku segera menyusul kedua orang tua ku. "
Baru juga kembali dari liburan Sekar sudah memarahi Nathan dan anehnya Nathan tidak bisa berbuat yang kasar padanya.
" Sudah, jangan banyak bicara. Aku kemari untuk memberitahukan pekerjaan mu selanjutnya, kamu sudah pergi selama lebih dari seminggu lamanya dan sudah banyak pekerjaan yang menunggu untuk di selesaikan. "
Sekar melongo, perasaan dia hanya pulang beberapa jam saja di dunia nyata.
__ADS_1
" Ah bodoh amat, mikirin soal perbedaan waktu membuat aku gila. " Batin Sekar.
Sekar melangkah mencari seseorang, sebelumnya Nathan hanya mengatakan tempat dimana Ia harus menyelesaikan misinya kali ini.
" Semoga kali ini misinya nggak susah- susah amat, semoga para arwah yang sudah meninggal bisa pergi dengan tenang dengan bantuan ku. " Batin Sekar.
Sekar melangkah perlahan melewati ruang demi ruang dengan pencahayaan yang sangat minimal. Ia mencoba meraba- raba dinding untuk tempat berpegangan. Ia sampai di sebuah ruangan dan sontak menghentikan langkahnya ketika sekelebat bayangan melintas di depannya.
" Pasti dia yang aku cari. " Gumam Sekar.
Ia melangkah menghampiri, namun alangkah terkejutnya Ia ketika melihat sosok yang berada di depannya saat ini.
" Kyaaaaa ! Eh pocong, hantu, eh kuntilanak. Eh belatung, aish.....! " Sekar spontan tidak bisa menghentikan mulutnya berbicara ketika melihat sosok mahluk di depannya.
Sekar mengelus dadanya pelan, Ia mencoba berbicara pada sosok abstral itu. Seperti biasa Sekar mencoba mencari cara agar bisa memecahkan teka-teki mengenai apa yang membuat mereka tidak bisa pergi dengan tenang.
Di tempat lain.
" Thana, apa ini tidak berlebihan. Kenapa kamu tidak melepaskan nya saja, kita semua tau kalau seharusnya dia tidak pantas berada disini. "
" Sudahlah, aku tau apa yang aku lakukan. Tidak perlu harus mengajariku tentang mana yang pantas dan yang tidak pantas untuk aku. "
__ADS_1
Naomi lagi- lagi pergi meninggalkan Nathan, Ia tidak bisa memaksakan kehendaknya pada Nathan karena Ia tau semua ini adalah kesalahannya.
Dengan wajah datarnya Nathan pergi ke sebuah tempat, yang juga masih berada di ruangan miliknya.
Dengan tangan di masukkan kedalam saku celana, Nathan memandangi sebuah pohon besar yang berada di dalam ruangan khusus di dalam ruangannya.
Sekar mencari keberadaan Nathan untuk melaporkan hasil kerjanya hari ini, namun Ia tidak mendapati keberadaan Nathan.
Matanya melotot serta mulut mengaga lebar ketika melihat pemandangan indah di depannya.
" Taman bunga, taman bunga sebesar ini ada di ruangan Nathan. " Gumam Sekar.
Nathan terkejut mendengar suara orang lain, bahkan suara yang begitu Ia kenal.
" Kenapa kamu ada disini. "
Dengan cepat, Nathan menarik lengan tangan Sekar meninggalkan taman bunga miliknya.
" Eh Nathan, lepas dong. Kenapa harus di tarik- tarik seperti ini sih. "
Sekar Protes atas perlakuan Nathan, Ia juga menanyakan tempat apa yang baru saja Ia lihat tadi namun Nathan seolah tidak mendengarkan nya. Ia mencoba mengalihkan topik pembicaraan mereka.
__ADS_1
" Bagaimana misi mu tadi, apa lancar atau kamu menemui masalah. " Tanya Nathan.
Sekar menatap wajah Nathan, semakin banyak rahasia di dalam istana itu yang belum Ia ketahui.