
Semenjak kejadian itu,aku tidak lagi berkomunikasi dengan Adam,aku sudah pulang ke Indonesia,hari pernikahan ku tinggal seminggu lagi,
Rencana aku hari ini ingin pergi ke butik,aku mau kasih oleh-oleh untuk kk Zia dan Dita
**
Aya :" assalamualaikum.. kak Zia Dita,kagen baget Aya sama kalian"
kak Zia :"beneran,akak kire Aya tak rindu dengan kami, Mane lah tau rindu dengan beby"
Dita :" betol kak Zia,lihat Aya dah berubah,nampak seri pengantin kan kak"
kak Zia :"ya,Aya lebih cantik pakai jilbab"
Aya :" oauuuuu..makacih ya...,oh ya ini ada oleh-oleh dari Aya" ku serahkan peper beng itu
kak Zia +Dita :" makasih,ya Aya..."
Dita :" wahh..cantik banget batik nya,aku suka banget Aya"
kak Zia :" kak kira Aya dah lupa kan kita berdua ya gak"
Dita hanya mengangguk kan kepala,Karana ia masih antusias melihat kain itu
aku dan kak Zia duduk di ruangan kerja kak Zia
kak Zia :" Aya,kamu kenapa kok kusud gitu muka Nya"
Aya :" gak kok kak,cuman kepikiran aja pernikahan ini"
kak Zia :" kok kepikiran ini kan udah keputusan Aya"
Aya :" Aya pusing kak,Aya gak paham dengan perasaan Aya sendiri,Aya ragu dengan pernikahan ini,Aya merasa sudah suka sama cowok lain"
kak Zia :"hey,siapa yg udah curi hati adik kakak ni,sudah Aya Jagan pikir kan hal-hal yg lain,cinta itu akan ada kalo sudah terbiasa,"
Aya :" tapi Aya gak kenal sama cowok itu kak,Aya takut suatu saat nanti dia akan meninggal kan Aya"
__ADS_1
kok gak kenal,padahal itu kan cowok yg dekat sama Aya,kok dia bilang gak kenal gumam zia
kak Zia :" udah Jagan di pikirkan igat, Sama orang tua Aya,baru aya ambil keputusan"kk Zia memeluk ku
aku hanya mengangguk kan kepala ku,ya aku harus sadar dengan perasaan kedua orang tua aku,kalo aku mutusin sendiri pasti mereka akan kecewa,aku gak boleh egois,ya ini demi mama dan papa..
akhirnya hari pernikahan aku tiba
di sini aku duduk dengan termenung,aku tidak memperdulikan orang yg merias wajah ku.
baju pengantin berwarna putih itu sudah melekat di badan ku..
kak Zia :" Aya,cantik sekali kamu" ku tanggapin dengan senyuman
kak Zia :" hey Aya kenapa ni" seketika tagis ku pecah
Aya :" kak Aya baru sadar ini yg di rasakan oleh Eka dulu,menikah tanpa rasa cinta"
kak Zia:" dah Aya tak usah pikir kan tu,menagis lah Aya sepuas-puasnya,lepas tu Aya tak boleh menagis,Aya harus kuat"
kak Zia :" dah ,ayo kita ke masjid acara ijab Kabul nya akan di laksanakan"
aku hanya mengangguk
****
aku sudah masuk ke dalam masjid aku hanya menunduk kepala,aku tidak sanggup untuk melihat para undangan yg memperhati kan aku,aku tidak ingin mereka melihat wajah sedih ku,aku duduk di belakang calon suami ku,demi menghormati adat calon suami ku,kata mama calon suami ku org luar negri..
hanya satu tariakan nafas,terdegar lah suara
"bagai mana para sakasi sah"
"sah.."
"alhamdulilah"
lolos sudah air mata ku ,yg tak pernah aku mimpikan,aku akan menikah degan orang yg aku gak cintai,siapa dia,apa kah dia akan terima aku apa adanya.. berpuluh puluh soalan di benak ku..
__ADS_1
aku semakin tidak berani untuk mendogak,ya aku masih ingat janji ku akan melihat suami ku ketiak kami sudah di ijab Kabul kan,ini lah hari dimana akau sudah menyandang sebagai istri seseorang yg tidak aku kenal
suami ku sudah duduk di depan ku,dia mengambil tangan ku dan memasukan cincin pernikahan kami,sekarang giliran aku yg memasang kan cincin itu,dengan tangan gemetar aku memasukan cincin itu ke jari suami ku,aku sedikit pun tidak berani menatap nya
setelah masuk,ku raik tangan suami ku dan mencium nya,dia pun mencium puncuk kepala ku,ku tutup rapat-rapat mata ku,aku merasa belum siap memandang nya.
seketika lamunanku buyar karna ada suara yg mengaget kan kami berdua
" Hay, malu-malu pulak,cepat kami mau berfoto"
seketika aku menjadi salting,balson yg merah menjadi lebih merah Karana muka ku terasa seperti kebakar.malu banget
" kejap saye nak kasih istri saye sesuatu dulu" kok suara nya gak asing ya di telinga aku,aku melihat dia mengeluarkan sebuah kotak yg di hias sangat cantik,aku tertegun,gelang siput,itu kan gelang yg sama kok ada degan suami ku aku memperhatikan dia memasang kan gelang itu di tangan ku
" sayang suke tak hadia dari Abang" suara,ya suara itu,kok kayak gak asing tapi siapa,aku ingin sekali melihat suami ku tapi aku takut
" ini hadiah dari Abang untuk istri tercinta Abang" akhirnya aku membawakan kepala ku
lidah ku terasa keluh untuk berkata-kata,ku perhatikan wajah yg ada di depan ku apa kah ini beneran atu mimpi.ku tepuk-tepuk pipi.ku agar sadar,tapi ini emang kenyataan gak mimpi Aya..
Aya :" L...o...Lo...Lo..suami gue"
" ye saye suami sayang"
Aya :" sayang...gue gak mimpi kan"dia hanya menggeleng kan kepala nya
seketika mata ku berkunang-kunang dan...
brukkkkk...
Hay..dukung author dong biyar lebih semangat lanjutin novel nya
Jagan lupa vote laik dan komen ya..
by sampai jumpa lagi
BY:A.S
__ADS_1