God Of Assassin

God Of Assassin
Pria malang


__ADS_3

Disebuah desa kecil dengan populasi yang tidak mencapai 100 orang, diujung desa terdapat satu rumah kecil yang cukup usang.


seorang pria muda berumur 15 tahun sedang tidur diatas tempat tidur seadanya, mempunyai rambut perak kulit cukup putih dan tinggi badan cukup proposional, dengan mata perak serta tatapan malasnya justru menjadikan dia semakin menarik.


"hahh malasnya" gumam sosok pria tersebut yang tidak lain mempunyai nama kyle.


Kyle seorang pria sebatang kara sejak kecil karena ayah dan ibunya meninggal saat dia berusia 7tahun. Dibesarkan oleh tetangga yang merasa iba dengan apa yang dialami pria tersebut.


Kini dia tinggal sendiri diujung desa setelah dibangunkan rumah sederhana oleh penduduk desa setempat. Pekerjaan sehari hari nya adalah berburu ke hutan sebelah timur desa, dengan berbekal pedang berkarat kyle berburu babi hutan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari nya.


Hari ini seharusnya dia juga berburu namun, seperti yang terlihat dia masih bermalas malas an di tempat tidurnya. Sebenarnya dari pada berburu kyle lebih suka bermalas malasan namun apadaya jika tidak berburu dia tidak bisa makan.

__ADS_1


"Baiklah waktunya berangkat" ucap kyle malas. turun dari tempat tidur lalu mengambil pedang yang tergantung di dinding barulah kyle keluar rumah untuk berbruru.


Selama perjalanan ke hutan kyle berpapasan dengan warga desa yang sedang menjalani aktifitas masing². Ada yg berjualan berkebun bertani dan sebagainya, kebanyakan warga desa mengenali nya jadi sepanjang jalan banyak yang menyapa kyle.


"Yo kyle pergi berburu lagi? semangat sekali heee " ucap wanita yang sedang membawa keranjang berisi apel kepada kyle, dia bernama maria tetangga kyle.


"Semangat? apakah kamu tidak melihat wajah ini?" ucap kyle menunjuk dirinya sendiri yang sedang menunjukkan wajah malasnya.


"ckckck seperti biasa pemalas satu ini, jika tidak berburu nanti ga bakal bisa makan tau rasa" ucap maria kesal karena sudah tau bagaimana betapa malasnya kyle.


"ya ya aku tau" balas kyle malas meninggalkan maria yang sedang menggerutu karena diabaikan. Kemudian dia melanjutkan perjalanan ke hutan Dengan santai. 15 menit kemudian kyle sampai di depan hutan yang bernama hutan sihir, ya seperti namanya di hutan tersebut berisi binatang sihir walaupun itu berada di kedalaman hutan.

__ADS_1


Kyle tentu hanya berburu di pinggiran hutan yang berisi binatang biasa bukan binatang sihir, karena kyle sendiri tidak memiliki bakat dalam sihir.


Di dunia yang penuh dengan sihir namun tidak bisa menggunakan sihir betapa malangnya. Seperti itulah nasib kyle sekarang, padahal warga desa semuanya bisa sihir walaupun bukan sihir untuk bertarung.


Maria yang sebelumnya kyle temui juga bisa sihir, dia bisa menggunakan sihir penyembuh. Kyle hanya bisa menghela nafas dengan takdirnya yang terbilang tidak beruntung itu.


"Bukan waktunya menyesali nasib, sekarang waktunya berburu supaya waktu bermalas malasan ku tidak berkurang" ucap kyle semangat, yah dia tetap mementingkan bermalas malasan dari pada apapun.


Kyle menarik pedang yang menggantung disisi kirinya lalu mulai memasuki hutan dengan langkah hati hati. Melihat kanan kiri sembari terus berjalan ke depan kyle mendengar suara geraman tidak jauh didepan nya.


"Hm babi hutan dengan serigala, rupanya serigala tersebut sedang berburu babi hutan juga. Tunggu keduanya lemah baru aku ambil kesempatan membunuh keduanya hehe" Kyle menyeringai jahat ketika didepan matanya melihat serigala sedang bertarung dengan babi hutan

__ADS_1


__ADS_2