
-kamar ku terasa hangat karna ada mereka bersama ku, bercanda -
*tiba-tiba ada yang berlari ke kamar ku*
" yiseo... yiseoo sayang " ~ibu
*kami serentak melihat ke arah pintu*
" yiseo kau baik baik saja kan? " ~ayah
" kapan kalian kembali? " ~tanyaku
" ayah dan ibu mengkhawatir kan mu dan langsung kembali ke seoul setelah melihat berita itu muncul, kami menelpon mu dan mengirim pesan pada mu tapi ponsel mu mati " ~ibu
" ternyata teman teman mu menemani mu, ayah dan ibu minta maaf tidak ada untuk mu di saat kau seperti ini sayang, artikel itu membuat mu gelisah kan? " ~ibu
" paman park, bibi lee karna paman dan bibi sudah disini kami ijin pulang dulu ya " ~mingyu
" baik mingyu, bibi akan antar kalian ke depan ya " ~ibu
" baik bibi " ~semua teman
* di depan rumah *
" terima kasih sudah menemani dan bersama yiseo ya, bibi banyak berterima kasih pada kalian semua " ~ibu
" yiseo teman kami bibi, memang sudah seharusnya kami berada di samping nya" ~jiyeon
__ADS_1
" sekali lagi terima kasih ya" ~ibu
" baik lah bibi kami pulang dulu ya " ~mingyu
-di kamar-
" yiseo, dengar kan penjelasan ayah ya " ~ayah
" yiseo akan mendengar kan kalo memang bukan ayah yang melakukan itu " ~kata ku memaling kan muka
" 10 tahun yang lalu di gwangju, dulu kau masih sangat kecil untuk mengetahui ini , ayah pulang bekerja dari perusahaan kakek mu, hari itu ayah melewati gang kecil, ayah melihat seorang lelaki ter geletak di tanah, ayah melihat lelaki itu di pukuli dua orang lelaki.. saat ayah melihat mereka, kepala ayah dipukul dari belakang oleh salah satu dari orang mereka dan mereka langsung pergi, tetapi sebelum tidak sadarkn diri, pelaku itu membuka masker mulut nya, dan dia menjatuhkan sebuah kalung dari saku celana dan ayah mengambil nya, ternyata yang meninggal di kejadian itu adalah teman kerja ayah .. pagi hari ayah sudah berada di rumah sakit, saat membuka mata polisi sudah ada di depan ayah.. saat di introgasi ayah mengata kan semua nya dan menjadi tersangka karna ayah berada di tkp, tetapi teman ayah yaitu ayah mingyu mencari informasi di kejadian itu, ayah memberi kalung itu pada ayah mingyu, ayah mingyu menyelidiki dan mendapat bukti bahwa ayah tidak bersalah dan ayah di bebas kan, lalu ayah membuka lembaran baru pergi ke seoul membuka perusahaan di bantu oleh kakek dan paman kim [ayah mingyu] dan sekarang kita seperti ini " ~cerita ayah
" jadi ayah tau siapa pelaku nya? " ~tanyaku
" tidak, ayah sampai sekarang tidak tau siapa pelaku nya " ~ayah
" dulu dan sekarang itu sama yiseo, berita seperti itu seperti angin sudah tersebar luas dan cepat di cerna " ~
" baik lah ayah, aku percaya ayah tidak melakukan hal seperti itu.. " ~kata ku
" terima kasih kau sudah mendengar kan ayah yiseo " ~ayah
" aku akan menangkap pelaku itu untuk mu ayah " ~kataku
" lupakan lah yiseo, tidak perlu menangkap pelaku nya, toh kita sudah hidup bahagia sekarang " ~ayah
" begitu kah ayah? tapi pelaku nya sangat menjijikan mengkambing hitamkan orang lain" ~kataku
__ADS_1
" iyaa.. tidur lah " ~ayah
" ayah dan ibu akan kembali ke Amerika lagi? " ~tanyaku
" ayah akan disini sampai kau benar benar tenang biar pun waktu yang lama " ~ayah
" tapi ayah.. " ~
" kenapa yiseo? katakan lah " ~tanya ayah
" aku belum siap menghadapi teman sekolah ku besok ayah " ~kata ku ragu ragu
" ayah sudah membereskan semua berita itu yiseo, kau tenang saja tidak ada yang bisa menyakiti mu di sana " ~ayah
" baiklah ayah, karna ayah sudah menceritakan semua kejadian itu, aku akan kembali ke sekolah " ~kataku
" iyaa, kau tau bahwa ayah tidak seperti itu.. jadi kenapa kau harus takut " ~ayah
" baik lah ayah " ~kataku
-disaat bersamaan di rumah chaeyon-
" bahkan di tidak berani menunjukkan wajah nya di sekolah " ~chaeyon
" kau tau kan ini akibat kau ikut campur urusan ku dan menggoda mingyu " ~chaeyon
--
__ADS_1