
Bulan malam itu bersinar terang, ditambah dengan semilir angin sepoi sepoi yang mengenai kulit gadis itu..Meiza berdiri di depan jendela kamar nya yang terbuka setengah..sambil memandang ke langit Mei mencoba melepaskan semua beban yang ia pendam sendirian
“Mahh..aku rindu mama malam ini.keadaan mama ayah dan adik gimana?mei sangat rindu kalian malam ini..apa yang harus Mei lakuin Tuhan?” Batin Mei
Tidak terasa air mata mengalir dari kelopak mata Mei..Mei berusaha tetap tegar dan mencoba baik baik saja..namun saat membuka handphone nya tidak sengaja Mei melihat isi whts up nya bersama mama..teringat jelas kenangan saat saat bersama mama nya, saat dimana dunia benar benar tidak terasa berat, saat selalu ada kehangatan di setiap hari yang ia jalani..semua kenangan itu seolah olah seperti film yang diputar kembali di Fikiran Mei..
Saat itu Mei menangis sejadi-jadi nya, Mei terduduk lesu di samping tempat tidurnya.. Mei berusaha untuk tetap tidak terdengar Suara apapun dari kamarnya..ia tidak ingin ibu nya datang dan melihat ia sedang menangis..
“Meiza..kamu harus kuat..kamu harus Sabarr..” Meiza mencoba menguatkan dirinya
Lalu Mei mengambil buku diary yang ada di bawah lemari pakaian nya..
__ADS_1
Ternyata Mei sering menulis isi hati nya di dalam buku itu..terlihat sebuah buku saku berwarna biru muda dengan gambar sebuah keluarga yang sedang duduk rapi dan berpose..Yap benar itu adalah foto keluarga Mei..Mei merahasiakan keberadaan buku itu dari siapa pun, termasuk ibu nya..
Mei membuka buku itu lembar per lembar nya..
Tangan nya terhenti di sebuah lembar kosong yang nanti nya akan di isi Mei dengan semua curahan hati nya..
“Hay Maa apa kabar?? Sudah lama ya kita ga berbincang bincang? Sudah lama ya kita ga makan bareng? Mama rindu Mei ga? Mei rindu bgt sama mama dan semua..mama bahagia ga? Ga lama lagi mama ulang tahun yaa??semoga mama selalu diberi kesehatan dan umur panjang ya mah..maaf sekarang belum bisa membahagiakan mama.maaf sekarang Mei belum bisa berkumpul dan bercanda dengan mama..maaf kalau Mei sering buat mama sedih..Mei sayang bgt sama mama..semoga mama selalu bahagia ya..Mei sangat berharap kelak kita bisa kembali berkumpul seperti dulu mah..i lob u so much mah..peluk hangat dari meiza♥️”
Tulisan Mei yang membuat air mata nya jatuh tanpa henti..
“Tuhan berikan hidayah mu..aku mohon Tuhan..kuatkanlah diri ku Tuhan.aku harus kuat, perjalanan ku masih sangat panjang..” Batin Mei.
__ADS_1
“Mei kamu udah tidur ? Tok tok tokk” ibu memanggil dari luar..
Tidak ada sahutan dari dalam kamar mei, padahal jelas mei mendengar panggilan ibu, hanya saja mei tidak ingin ibu melihat dan khawatir dengan keadaan mei sekarang..
“Meizaaa..tok tokkk” suara ketukan kembali terdengar..
Namun mei tetap enggan membukakan pintu untuk ibu..
“Aku akan berpura pura sudah tidur besok jika ibu bertanya..” batin mei
Malam itu mei tidur dengan keadaan sedih,tidak karuan, semua perasaan itu bercampur aduk sehingga membuat malam yang lelah itu menjadi semakin berat.mei kembali berbaring di atas tempat tidur nya..sambil melihat langit langit kamar nya, mei membatin..
__ADS_1
“Ya Tuhan kapan ya semua ini akan berakhir ?”