
Lilith mengucapkan satu kalimat terakhir untuk lucifer"Kelak di masa depan aku akan terlahir kembali.... ku mohon agar anda setia menunggu ku"Setelah mengucapkan itu tubuh Lilith terbakar dan hanya meninggalkan cincin yang di berikan Lucifer.
"Lucifer gue mau pulang"Charlote
"No.. malam ini kamu nginep di kastil Aku...."Lucifer
"Tapi Luci besok kan sekolah"Charlote
"Besok gak usah ke sekolah aku akan bawa kamu ke suatu tempat"Lucifer
"Tapi kan...."Charlote
"Lilith dulu kamu gak pernah membangkang sama aku"Bentak Lucifer
"hehh gue bukan Lilith lo dan jangan pernah sekalipun ngebentak gue"ucap Charolote dengan nada yang lebih besar dari Lucifer sambil mendekatkan wajahnnya ke wajah Lucifer dengan tatapan yang sangat tajam
Melihat Charlote marah Lucifer Langsung berlutut di depan Charlote sambil memeluk kaki Charlote lalu meminta maaf
Charlote masih memandang Lucifer yang tunduk di hadapannya dengan tatapan yang sama tanpa rasa kasihan sedikitpun.
Charlote memang wanita yang cukup kejam dan tidak memiliki perasaan iba.Dia biasannya mencambuk atau memukul pegawainnya yang berbuat salah.hatinnya mungkin saja terbuat dari baja yang sangat keras.sangat berbeda dengan Lilith tentunnya.
Charlote juga tidak memiliki rasa takut dan menyukai tantanngan.Dan jika Charlote menginginkan sesuatu dia pasti akan berusaha untuk memilikinnya.
Charlote sudah beberapa kali membuat sang raja iblis berlutut dan tertunduk di hadapannya.Lucifer bahkan belum pernah sekalipun tertunduk di depan Lilith.
__ADS_1
Entah kenapa Charlote memiliki aura yang lebih kejam dari Lucifer.Mungkin karna Lucifer sudah sedikit Lembut karna Lilith yang pernah hadir dalam hidupnnya.
Lucifer lalu mempersilahkan Charlote untuk masuk ke sebuah kamar yang sangat besar dengan interior yang di dominasi warna merah dan emas.
Lucifer lalu mengecup kening Charlote sekilas lalu keluar untuk membiarkan Charlote beristirahat.
Ke esokan harinnya Charlote sudah siap menggunakan gaun merah yang sangat indah.Dia menggunakan gaun itu karna cuma itu gaun yang di sediakan Lucifer untuknya
Charlote berjalan menghampiri Lucifer di depan kastil yang sudah berada di dalam mobil.Charlote sedikit tidak nyaman karna gaun yang dia kenakan.
"Luci apa gak ada baju lain..."protes Charlote
"Ada tapi aku mau kamu pakai gaun itu"Lucifer
"Tapi kamu cantik pakai gaun itu... sangat cocok dengan kulit mu yang sangat putih"puji Lucifer
"Jadi kita mau ke mana"Charlote
"ke suatu tempat"Lucifer
"iya gue tau ke suatu tempat tapi tepatnya di mana"Charlote
"Kamu akan tau Nanti"Lucifer
__ADS_1
"Terserah lo..."ucap Charlote kesal
Setelah mengendarai mobil selama beberapa menit mereka sampai di suatu tempat yang cukup menyeramkan.Jaraknya tidak terlalu jauh dari kasti Lucifer.Tempat ini terlihat cukup terbengkalai.
Lucifer lalu masuk ke salah satu pintu di tempat tersebut.Dia melihat di tempat tersebut terdapat lukisan Lucifer yang sangat Besar
Lucifer lalu memasang kalung yang slalu tergantung di lehernnya ke bagian bawah lukisan tersebut.Sebuah puntu yang menuju ruangan bawah tanah pun terbuka.
jalanan tersebut hanya di terangi oleh beberapa obor di kiri dan kanan lorong.saat sampai di ujung lorong terdapat sebuah pintu yang sangat besar dan tinggi.Dalam ruangan tersebut terdapat sebuah singgasana yang mewah.
Saat Charlote berjalan dia melihat cairan merah kental memenuhi lantai.Bukan hanya di lantai Cairan merah tersebut juga berada di setiap sudut dari ruangan yang mereka datangi.
Bau khas darah sangat tercium di Ruangan tersebut.Charlote terkejut namun dia tetap menunjukkan wajah datarnnya di depan Lucifer.
"Apa kamu takut"Lucifer
"Enggak..."Jawab Charlote singkat
"Apa kamu ingin duduk di sana"tawar Lucifer
"Bukanya itu singgasana lo"Tanya Charlote sambil menunjuk kursi yang begitu megah tersebut.
"Yahh Aku memang Rajannya.Tapi kamu adalah Tuan ku"jawab Lucifer
__ADS_1
Lucifer lalu mempersilahkan Charlote untuk duduk di singgasana tersebut.Lucifer kemudian berjongkok dan mencium punggung tangan Charlote.