
lihatlah , kemarin aku baru saja berkata bahwa dia ('temanku') baru pergi dan bertekad untuk kembali pada lebaran depan , tetapi lihat. baru juga beberapa hari dia sudah ingin pulang , aku mengetahui itu dari ibuku .
seperti biasa ibuku itu orangnya tukang ngegosip , aku tidak bisa menghentikannya . dia selalu mendapatkan informasi bahkan dimanapun dia berada .
dan entah darimana dia mendapat informasi bahwa 'temanku'ini segera ingin pulang , ibu bilang menurut 'temanku'ini lingkungan tempatnya berkerja atau yayasannya tidak terlalu bagus dan agak tidak bebas disana. dan aku mengetahui dari anak kecil yang mungkin tahu dari ibunya , bahwa hp nya disita .
itu mungkin karena dia suka bermain hp saat sedang bekerja ataupun membantu . lagipula sebegitu inginkah dia menginginkan kebebasan? , aku saja sudah nyaman dengan hidup ku disini walau harus di suruh kesana-kemari.
suatu waktu , aku pulang dari sekolah . sekolah ku jauh dari rumahku apalagi aku tidak bisa memakai motor , jadi aku di antar oleh ibuku saat pergi ke sekolah. pas saat sekolah ternyata waktunya tidak sama dengan waktu biasanya pulang sekolah , jadi ibuku tidak menjemputku karena ibuku sedang bekerja .
aku berjalan kaki sendirian , entah sudah berapa lama sampai ada kakek-kakek yang sedang mengobrol aku berencana untuk menghiraukannya sampai salah satu dari kakek tersebut memanggilku .
aku menengok kearahnya dan lelaki tua itu berkat bahwa aku adalah cucunya . aku ragu , bagaimana aku bisa menjadi cucu lelaki tua ini?. mungkin melihat keraguanku , lelaki tua itu berkata untuk memperjelas bahwa aku benar-benar cucunya dan salah satu lelaki tua disana juga ikut membela . aku mencoba untuk percaya , dan akhirnya aku diantar sampai desaku .
lelaki tua itu banyak bertanya di jalan dan aku hanya menjawab seadanya , lelaki tua itu juga sempat memperjelas bahwa aku benar-benar cucunya dan mengingatkan untuk tidak terlalu dekat dengannya karena badannya basah oleh keringat karena habis bekerja.
aku tidak terlalu peduli tentang bajunya yang basah oleh keringat dan mungkin akan menempel pada bajuku sendiri , tapi aku hanya mengangguk mengiyakan . jadi kakek pertama itu benar-benar mengantarku kedesaku dengan selamat dan lelaki tua itu kembali untuk kembali bekerja.
__ADS_1
jadi yang ingin kukatakan adalah , aku bahkan merasa ragu pada kakek-kakek yang mungkin adalah teman dari kakekku ataupun saudara kakekku . jadi mengapa 'temanku'ini bisa begitu yakin (´(ェ)`).
dan ah, ngomong-ngomong soal teman. aku punya teman yang terkena salah paham saat disekolah, dia difitnah bahwa dia memeluk laki-laki ataupun laki-laki itu yang memeluknya.
suatu hari aku pergi kesekola dan saat di ruang kelas, aku mendengar dari teman sekelasku bahwa ada yang memeluk temanku ini dan temanku ini dengan sukarela menerimanya, mereka mengejek temanku sebagai j****g karena memeluk laki-laki secara sukarela. oh saat mendengarnya aku tahu sekilas itu adalah kesalahan pahaman.
tapi saat itu aku tidak banyak berpikir dan bertindak seolah tidak terjadi apa-apa. saat istirahat dan aku bersama dengan temanku ini diluar kelas, karena aku berbeda kelas dengannya.
dia membahas hal itu, dan tahu kalau dia tidak memeluk laki-laki itu hanya saja laki-laki itu yang memeluknya. bahkan memeluk pun bukan karena alasan, tapi karena temanku ini menangis. aku tidak tahu mengapa temanku ini menangis dan aku tidak bertanya, ini privasi orang lain aku tidak mau ikut campur.
dia berkata bahwa laki-laki itu adalah pacarnya, jadi ada yang memfoto mereka dari belakang dan mereka tampak berpelukan dengan mesra. orang itu menyebarkan berita yang tidak-tidak dan jadilah seperti ini. temanku dijauhi oleh orang lain, dan dia berencana untuk pindah kelas saat banyak orang membicarakannya.
dia bertanya padaku, 'jadi, saat yang lain membicarakan ku kau hanya memperhatikan?'. aku hanya mengerutkan kening sebentar sebelum mengangguk dan 'ya' menjawabnya.
lalu aku kembali berkata dengan bercanda padanya, 'adegan ini hanya pernah kubaca saat aku membaca novel, aku tidak menyangka akan melihat hal itu dikenyataan' aku juga sedikit terkekeh membicarakan hal ini.
temanku sepertinya juga menyadarinya dan berkata 'ya' dengan senyuman.
__ADS_1
setelahnya kami makan jajanan kami, dan tidak lama datang kakak kelas yang ternyata adalah temannya temanku. mereka mengobrol sedangkan aku hanya memperhatikan dari samping, dan aku tidak keberatan karena mereka membicarakan hal yang tidak kumengerti.
aku mengerti beberapa dan terkejut dengan ucapan kakak itu tentang 'minum', apakah mereka berencana mabuk?. sepertinya temanku membuat janji dengan kakak kelas ini tentang dia akan minum Sampai mabuk, tapi tidak jadi karena suatu alasan dan aku masih tidak tahu alasannya.
mereka juga membicarakan tentang rokok, dan temanku merokok. aku berpikir dengan ekspresi rumit, aku tidak menyangka temanku ini ternyata merokok.
yang lebih mengejutkan lagi adalah, mereka juga membicarakan tentang obat-obatan. oh aku merasa sangat terkejut! dengan semua ini, dan aku tidak berencana untuk ikut campur..jadi aku hanya diam saat mereka membicarakan hal itu, aku merasa kehadiranku sangat canggung disini.
mereka juga membuat janji untuk bertemu disatu tempat dengan banyak teman laki-laki, apa-apaan aku bahkan tidak berani saat melihat laki-laki berkerumun dan mereka bermain dengan banyak laki-laki.
mereka juga sering bergadang dan mabuk, merokok, obat-obatan. aku merasa pusing hanya dengan memikirkannya, jadi aku menepis semuanya. lagipula aku hanya bermain dengannya saat disekolah, karena saat dirumah aku selalu berada dirumah dan tidak ada yang bisa membuatku keluar kecuali ibu menyuruhku untuk melakukan sesuatu.
oh~, ibuku sangat mengerikan~ ಥ‿ಥ.
sebenarnya aku berencana untuk pergi ke kelas tetapi temanku menahanku, aku tidak memiliki alasan untuk menolaknya. karena tidak mungkin aku berkata bahwa kehadiranku tidak dibutuhkan disini dan itu seperti lampu bohlam..meski ada selalu diabaikan ಥ‿ಥ, oh~ hidup ini.
jadi aku kembali duduk dan mendengarkan mereka berdua berbicara dari samping, sampai bel berbunyi dan aku langsung pergi ke kelasku sendiri.
__ADS_1
yah jadi, mengapa aku memiliki teman yang sangat nakal~?.
author adalah radar kesalahan pahaman~