Hatiku Hanya Untukmu

Hatiku Hanya Untukmu
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Dan anak sahabat Mama Cia pun datang dan ternyata...


"Rey?!."


"Cia?!." Kata mereka berdua secara bersamaan.


"Loh kalian udah saling kenal?." Kata wanita itu yang tak lain adalah Mama Rey.


"Dia pacarku Mama." Kata mereka berdua secara bersamaan lagi


"Ah baguslah kalau kalian saling mencintai rencana kita malah semakin baik saja ya Jena." Kata Denada atau Mama Cia.


"Iya sangat tidak terduga anak ku mempunyai pacar secantik dan semanis ini." Kata Mama Rey.


"Kalau begitu kalian akan menikah 1 Minggu lagi." Kata Denada dan Jena


"Tapi ma.." Kata Cia dan Rey.


"Tidak ada tapi tapian pokoknya kalian harus menikah secepatnya titik gak pake koma spasi atau kata kata lainnya." Kata Denada dan Jena.


"Baiklah." Kata Cia dan Rey yang pasrah akan kelakuan Mama mereka


"Kita akan membuat resepsi pernikahan termegah atas dua anak pemilik bisnis peringkat kesatu dan kedua." Kata Mama mereka.


"Apakah kita harus menikah secepat ini?." Bisik Cia.


"Ya Agara aku bisa langsung mendapatkan mu seutuhnya." Goda Rey pada Cia.


"Ish kamu mah Otaknya mesum." Ucap Cia.


"Jawab pertanyaan ku dengan jujur kamu dulu bukan Bad boy kan." Tanya Cia.

__ADS_1


"Hei mana mungkin aku Bad boy kau berani mengejek calon suamimu sendiri? awas saja ya malam pertama aku akan langsung memakan mu sekali Hap." Goda Rey.


"Kau ini."


"Hehe."


"Baiklah kalau begitu kami akan mengurus segala keperluan untuk resepsi kalian jadi kalian tidak perlu menghiraukan." Kata Mama Jena.


"Hmm baiklah." Jawab Cia dan Rey.


Makan malam pun telah usai Cia dan Rey mengucapkan sampai ketemu lagi dengan sebuah pelukan hangat.


"Mama Tante itu sebenernya siapanya Mama si?." Tanya Cia.


"Namanya Tante Jena, Jena itu sahabat pertama Mama waktu kecil sekecil amuba wkwkwk." Jawab Mama.


"Hah Amuba? emang Mama dulu adalah Amuba pemakan daging? sayuran? ada ada aja Mama." Tanya lagi Cia.


"Ya gitulah." Jawab Mama


Flashback on


"Mama kenapa kita harus pindah rumah?." Tanya Denada.


"Papa kamu dapat pekerjaan di daerah sini Denada jadi kita juga harus pindah kesini." Kata Mela yang tak lain adalah Mama Denada atau Nenek Cia.


"Terus Dena main sama siapa Ma Dena gak mau sendirian terus Dena pengen punya temen Ma Dena bosen." Ucap Denada.


"Tenang aja sayang temen Papa punya anak gadis seumuran kamu dia akan jadi temen kamu." Kata Mama Mela.


"Hah?."

__ADS_1


"Permisi." Suara salam yang lembut sambil mengetuk pintu.


"Iya sebentar."


"Halo saya Anna istri pak Hendra." Ucap wanita itu


"Ah halo juga." Kata Mela membalas senyuman ramah dari Anna.


"Saya mengantar Jena kata Papa nya dia mau dikenalin sama Denada ya kalo gak salah namanya."


"Iya silahkan masuk."


"Eh gak perlu saya minta tolong jagain Jena saya sama suami ada urusan ke pinggir kota sampai jam 5 apa bisa mbak Mela menjaganya?." Tanya Anna.


"Tentu bisa oh iya Jena nya mana?." Tanya Mela.


"Ini dibelakang saya dia malu soalnya belum pernah ketemu jadi agak takut." Jawab Anna.


"Oh sini Jena Tante gak jahat kok nanti main sama Denada ya dia gak punya teman soalnya jadi kamu temenin Denada ya." Ucap Mela lembut.


"Iya Tante mana Denada Jena mau kenalan?." Tanya Jena.


"Denada sini sayang."


"Hai namaku Jena."


"Aku Denada panggil aku Dena saja."


"Dena mau main boneka Jena gak kalo Dena punya boneka juga kita main bareng ya." Ucap Jena yang senang mendapatkan teman baru.


"Iya Dena mau ayo ke kamar Dena, Dena punya boneka banyak."

__ADS_1


Ya begitulah Denada bisa bersahabat dengan Jena.


Flashback off


__ADS_2