
( Dalam mimpi),,,aini bertemu dengan sosok pria ntah itu sperti apa rupanya aini blm tau..
aini berkenalan langsung
"assalamualaikum akhi" ucap aini
"waalaikumsalam ukhti" jawab pria itu.
dengan penasaran aini coba mnjelaskan rupa wajahnya itu,tapi mengapa sulit sekali gumam aini,iya terus berusaha mendekat agar dapat melihat jelas wajahnya,dengan ragu dan tekad akhirnya terlihat sangat jelas,begitu indah dan sempurna bagi kaum wanita,tampan dan saat tersenyum begitu manis tapi itu tidak menimbulkan rasa cinta dalam hati aini,aini hanya mengagumi..aini memberanikan untuk menanyakan namanya kepada pria yg ada di depannya, "maaf kalau boleh tau siapa ya nama akhi?" tanya aini dengan berani,, dan saat ingin menjawab pertanyaan aini tiba-tibaa...!
kriiiiiing,kriiiiiiing,kriiiiing, alaram aini berbunyi , waktu menunjukkan jam 05.00 pagi saatnya aini menunaikan ibadahnya. setelah selesai, terdengar dari ruang makan suara uminya yg sedang memanggil aini, "nduuukk kalau udah shalat turun ya nduk,sekali-kali bantu umi masak,," triak uminya,
"iyaa umi bentar lagii" sahut aini. aini merasa agak heran" tumben-tumben umi nyuruh aini mbantu masak,???
ah entahlah,,mungkin umi repot gumam aini,. aini dengan cepat membereskan kamarnya dan turun membantu uminya yang sedang memasak. ini pertama kalinya aini masak,aini tidak pernah memasak sebelumnya. tapi aini tetap berusaha meskipun sangat sulit.
satu jam kemudian "alhamdulillah akhirnya selesai juga" ucap syukur aini
"ayo panggil abimu buat sarapan,hari ini kan abi mau kekantor" ucap umi.
aini pun pergi menghampiri abinya,
"pagii abiii" sapa aini sambil tersenyum
"pagi nduk" jawab abi, "bi ayo sarapan bareng,abi kan nanti mau kekantor lagi " ucap aini, "yaudah ayo nduk" jawab abi menerima ajakan aini.
Di tengah-tengah menyantap makanan yabg ada di meja,tiba" aini berkata
Aini; umi,abi,sebelum aini menjawab masalah perjodohn,aini boleh ngga mi,bi, di pertemukan duluan" ucap aini yg mengejutkan orang tuanya dan membuat mereka tersenyum senang. serentak mereka menjawab "boleh nduk"...aini yang tadi nya menunduk karna malu,tiba-heran melihat tingkah orang tua nya.
umi; ya udah kalau gitu kita pertemukan nanti siang yah biar ngga kelamaan,mumpung jam setudy aini sebentar" ucap umi aini hanya mengangguk tanda iya meng iyakan ajakan uminya.
waktu terus berjalan sampai tibalah jam 12.45 dan terdengar kumandang adzan yang membesarkan zat tuhan pencipta alam, begitu indah terdengar . namun aini belum siap untuk pulang ia sengaja menunggu hingga siang.sembari mengulur waktu berharap pria yang ada di rumahnya pergi terlebih dahulu iya melakukan kebiasaannya(menunaikan ibadahnya), selesai shalat ia berencana pergi kerumah bella yang katanya keadaannya sudah bisa di katakan membaik ya walau kakinya belum bisa berjalan normal.
sampailah ia du rumah bella
aini; assalamualaikum,,
tak lama setelah aini mengucapkan salam terdengar dari dalam
ibu bella; waalaikumsalam,
jawab ibu bella sembari membukakan pintu.
"owalaaaah ternyata nak bella to"
aini; iya bu,saya lupa njenguk bella di rumah sakit kemarin,soalnya belum ada waktu,terus kata ririn bella sudah pulang
ibu bella; iya nak,ibu juga lupa ngasih tahu kamu kalau bella udah pulang,,oh ya mari masuk nak,bellanya lagi di kamar
aini; oh iya bu, jawab aini sambil berjalan menuju kamar bella yang ngga jauh dari ruang tamu,
__ADS_1
ibu bella; beel ini ada temen bella,
bella; oh iya bu,suruh masuk aja
aini membuka pintu dan tak lupa mengucapkan salam
aini ; assalamualaikum bel,
bella; waalaikumsalam oh aini to,sini masuk.
aini berjalan menghampiri bella,dan duduk di samping tempat tidur bella,merkapun mulai ngobrol-ngobrol, tiba-tiba..!! hp aini berbunyi
aini ; assalamualaikum
umi;waalaikumsalam nduk,lagi di mana to ko belum pulang,udah d tungguin ni nduk
aini; aini lupa bilang ke umi aini mau kerumah temen aini
umi; ya udah sekarang pulang ya nduk,di tungguin nih
aini; y udah iya mi
ucap aini (yah padahal kan emang sengaja ) gumam aini dalam hati,
umi ; ya udah nduk assalamualaikum,jangan lama-lama ya nduk,
aini ; waalaikumsalam , iya umii.
bella; oh iya ni,maaf ya aku ngga bisa nganterin kamu keluar,soalnya kaki aku belum pulih...
aini; iya bel ngga ppa ko,kan kita friend hehe,,
ucap aini ngeledek
bella; haha bisa aja kamu ni,
aini; aku pamit pulang ya bel,assalamualaikum
bella; waalaikumsalam.
lalu aini pergi berjalan keluar dari kamar bella,dan terlihat ada ibunya bella yg hendak membuatkan minuman buat aini,aini pun menghentikan langkah ibunya bella
aini; bu saya pamit pulang dulu ya bu
ibu bella; loh ko udah mau pulang aja beru berapa menit nak,
tanya ibu bella heran
aini; tadi di telvon umi bu suruh pulang,
ibu bella; oh iya nak,,ya udah salam ya buat uminya,,
__ADS_1
aini ; saya pamit dulu ya bu,assalamualaikum
ibu bella; waalaikumsalam,,
Samapai lah aini di rumah
"assalamualaikum mi"
"waalaikumsalam nduk"
umi; sini duduk sini,ini loh yang namanya nak reza
aini mencoba melihat pria itu,betapa terkejutnya aini,ternyata pria yg di dalam mimpi itu adalah temen abinya,
"ayo dong kenalan”
" saya reza de"
" saya aini"
reza; ini bpk saya,
aini; oh saya aini pakde
bpk reza; gini nak aini kedatangan pakde kesini buat ngelamar aini untuk anak saya,gimana nak lamaran anak saya reza bisa si terima atau tidak
abi; gimana nduk di terima apa ngga
"insyaallah aini trima bi" bisik aini kepada abinya,
abi ; saya mewakili putri saya menerima lamaran nak reza
" alkhamdulillah"ucap mereka yang ada di ruangan itu.
aini; tapi maaf, ada syaratnya,kira-kira mas reza dan pakde bisa terima ngga??!
bpk reza; apa syaratnya,insyaallah selagi itu baik dan wajar,,
aini ; syaratnya,saya menerima lamaran mas reza tapi dengan beberapa syarat ,yaitu ,saya tetap menjalankan kulian dan pernikahan saya harus d rahasiakan sama temen-temen kampus saya dan dosen-dosen saya,gimana sanggup tidak maz,pakde,abi,umi??!
reza; sebenarnya saya agak ragu tapi saya juga ada syarat untuk meng iyakan syarat de aini
aini ; syaratnya apa
reza; de aini harus bisa jaga jarak sama teman prianya
aini; oh kalau itu mah aini sanggup,gimana dil kan,
reza; oke maz juga dil,
kedua orang tua aini dan bpknya reza hanya bisa terdiam dengan keputusan anak-anak mereka,,"apa boleh buat" gumam orang tua mereka.
__ADS_1