
Lin Feng berlari dengan cepat di pegunungan, menggunakan kecepatan tercepat untuk bergegas menuju lokasi cahaya ungu.
Itu adalah batu yang menonjol di tebing, cahaya ungu merembes keluar dari baru abu-abu gelap. Berkedip secara ritmis seperti napas manusia.
Setiap kali cahaya ungu menyala itu akan mengeluarkan suara gemuruh, suara gemuruh yang dalam.
Lin Feng memindai sekitarnya, tidak menemukan penyergapan orang lain. “Cukup beruntung, sepertinya aku yang pertama kesini.”
Lin Feng dengan cepat memanjat tebing. Satu tangan seperti cakar mencengkram batu dengan kuat, tangan lain tidak menggunakan mantra, hanya mengedarkan mana dan meninju ke batu yang menonjol.
Batu itu pecah dari tebing, jatuh kedasar tebing. Lin Feng turun dan mengambil batu itu. Meskipun jatuh ke tebing, batu itu masih memancarkan cahaya ungu seperti hidup, melepaskan semburan suara gemuruh.
Lin Feng menghancurkan batu yang mengungkapkan harta yang tersembunyi di dalamnya. Itu adalah Kristal ungu seukuran bola sepak, melepaskan raungan Guntur dari dalam.
Permukaan kristak ungu tidak rata, bergelombang dan kasar, bentuknya tidak beraturan.
Merasakan keadaan sekitar sebentar, Lin Feng menemukan bahwa Kristal ungu ini masih bukan tubuh harta karun yang sebenarnya. Ini seperti batu giok yang dibungkus dengan lapisan kulit batu.
Lin Feng perlahan mengirim mana kedalam Kristal ungu, mencoba untuk teerhubung dengan harta karun di dalam Kristal.
Gemuruh!!
Lin Feng merasakan dirinya masuk ke dunia petir, melihat semua semburan Guntur dan kilat. Semacam kekuatan yang sangat besar dan sombong.
Petir yang ganas, hukuman kuno para dewa, kilat yang ganas, momok dunia baru, menyebabkan jiwa semua orang yang menghadapinya gemetar ketakutan, tetapi masih melaju dengan sendirinya dan kemudian sepenuhnya di leyapkan.
__ADS_1
Semacam tekanan penghancuran sejati, yang langsung dihancurkan menjadi bagian-bagian di bawah gunung!
Lin Feng tekejut, teknik dao Sembilan Guntur Surgawi secara otomatis beredar. Itu tidak melawan, tidak mengasimilisasi, tetapi mengendalikan.
Aku adalah penguasa Guntur, mengendalikan petir dari surga.
Seolah-olah itu hanya sesaat, tetapi juga seolah-olah sudah lama berlalu, Lin Feng kembali keakal sehatnya. Melihat Kristal ungu ditagannya lagi itu sudah terbelah menjadi dua dari tengah, mengungkapkan bola emas cahaya yang bulat sempurna di tengah.
Suara Guntur dan cahaya dari kilat sudah menghilang semua, yang tersisa hanyalah bola seukuran kepalan tangan yang memancarkan cahaya keemasan. Itu terlihat sangat tenang tapi Lin Feng bisa merasakan bahwa di dalam bola itu menimpan energi Guntur yang sangat menakutkan.
Jika semua energi guntur ini meledak, itu akan lebih dari cukup mngubah pegunungan yang saat ini Lin Feng masuki menjadi kawah besar.
Dalam system perdagangan ada item yang identic, namanya adalah Heaven Thunder Moon Jade dan membutuhkan 2000 poin perdagangan.
Menurut deskripsi system, item ini sangat langka. Di perlukan ribuan kilat untuk terus menerus menyerang batu yang sama agar ada peluang satu banding seratus untuk menciptakanya, ini mengandung sejumlah besar esensi energi guntur dan merupakan artefak yang tak ternilai bagi para kultivator yang mempraktikkan teknik dao kelas Guntur.
Samar-samar suara terdengar dari hutan di bagian bawah gunung, Lin Feng cepat-cepat menyingkirkan Heaven Thunder Moon Jade dan melihat ke bawah. Di melihat di kedua sisi gunung ada dua kelompok orang yang berbeda dengan cepat begegas.
Dari dua kelompok, salah satunya adalah kelompok Xiao Budian. Dia tampak putih dan imut seperti boneka kecil, tetapi dia gesit seperti binatang buas, dengan cepat berlari di dalam hutan.
Sebelumnya Xiao Budian tidak pernah mengungkapkan apapu sehingga Lin Feng hanya sekarang menemukan bahwa anak yang belum berumur 4 tahun ini sebenarnya memiliki tingkat Qi Murid Level 2.
Lin Feng menggaruk hidungnya dengan perasaan bahwa tekanannya sebesar gunung: “kepala desa itu adalah orang gila, bukan? Mengajari anak kecil seperti itu untuk mempraktikkan teknik dao.”
Kelompok yang lain adalah orang-orang dari Desa Serigala.
__ADS_1
Lin Feng menghitung kecepatan kedu bellah pihak. Mengkonfirmasi bahwa Xiao Budian dan Penduduk desa Batu akan tiba lebih dulu, dia mengeluarkan cangkang batu yang tersisa setelah mengeluarkan Heaven Thunder Moon Jade, yaitu Kristal ungu yang pecah menjadi dua bagian dan meninggalkannya di tempat. Dia kemudian dengan cepat meninggalkan tempat kejadian.
Meskipun Heaven Thunder Moon Jade telah diambil, tapi Kristal ungu yang telah di pelihari Moon Jade begitu lama, walaupun sudah terbelah menjadi 2 bagian itu tepat menyimpan sejumlah besar energy, itu juga harta yang sulit di dapatkan.
Langit mendung dengan awan gelap, suara Guntur bergema. Lin Feng mengangkat kepalanya menatap langit, bergumam pada dirinya sendiri: “badai akan terjadi…”
Seperti yang diprediksi Lin Feng, Xiao Budia dan penduduk Desa Batu selangkah lebih awal. Mesikipun sangat disayangkan bahwa seseorang telah untuk mengejar harta yang sebenarnya di dalam cangkang batu, tetapi setidaknya mereka tidak kembali dengan tangan kosong. Sekelompok orang kembali ke desa mereka dengan semangat tinggi.
Disisi lain penduduk Desa Serigala kecewa. Tidak hanya mereka tidak mendapatkan daging, mereka bahkan tidak mendapatkan apa pun, keluar dengan tangan kosong. Tentu saja mereka tidak tahu bahwa harta karun yang sebenarnya, Heaven Thunder Moon Jade telah jatuh ketangan Lin Feng, mereka berfikir bahwa Desa Batu telah sampai di sini lebih dulu.
Kebencian baru dan dendam lama menambah orang-orang di Desa Serigala segera meledak mengejar Xiao Budian dan penduduk lainnya dengan mata memerah.
Pada saat ini Lin Feng sangat “kebetulan” menabrak penduduk Desa Serigala. Kakek Lng Feng, Lng Liqing melirik Lin Feng dengan wajah gelap: “apa yang kamu lakukan disini?”
Lin Feng berkata dengan wajah malu: “aku ingin memasuki gunung untuk mendapatkan pengetahuan, tapi akhirnya aku tersesat.”
Lang Liqing tidak sabar melambaikan tangannya dan tidak memperhatikan Lin Feng, meminpin kelompok dan terus mengejar kedepan.
Lin Feng menyadari statusnya dan mengikuti dibelakang kelompok. Menyembunyikan kekuatannya, dia berjalan dengan lemah di pegunungan, tampak seperti dia bisa keluar dari kelompok kapan saja.
“dua orang itu…” Lin Feng tampak seperti dia tertekan, tapi dia benar-benar mengamati kelompok itu sepanjang waktu. Dengan sangat cepat ia menemukan dua orang setengah baya dalam kelompok yang belum pernah di lihatnya di Desa Serigala.
Pakaian kedua orang ini juga khusus, berbeda dari orang-orang di pegunungan.
Bibir kedua orang itu sedikit bergerak, namun mereka tidak mengeluarkan suara apapun. Setelah sekilas Lin Feng menurunkaan kelopak matanya seolah-olah tidak ada yang salah.
__ADS_1
Kedua orang ini sebenarnya adalah seorang kultivator. Salah satunya adalah Qi Murid level 3, dan yang lain Qi Murid level 4 seperti Lin Feng.