Hubungan Yang Idiot Vol 1

Hubungan Yang Idiot Vol 1
Pasar malam


__ADS_3

Hari Yang Melelahkan


 Hari ini adalah hari selasa, karena aku mendapatkan jadwal piket hari ini. Saat aku datang ke kelas aku langsung disuruh menyapu kelas sampai bersih. Tugas mengepel lantai bukan tugas anak laki-laki karena itu tugas perempuan, Aku hanya menyapu kelas dan teman ku yang bernama Bagus menurunkan bangku yang ada di atas meja.


 Aku menyapu, Bagus menurunkan bangku, dan Ratna ketua kelas mengepel lantai. Aku sangat malas jika disuruh piket kelas. Kalau aku lagi males, aku biasa nya kabur, langsung pulang atau tidak aku berbohong jika aku sudah piket bersama Bagus. Tapi pagi ini aku tidak bisa mengelak karena Ratna datang duluan hari ini. Akhirnya hari ini piket dengan terpaksa.


(Pelajaran pertama)


 Yah pelajaran pertama sangat lah mudah bagiku, aku tinggal melihat jawaban Adit jika aku tidak tahu jawaban dari pertanyaan di papan tulis. Yah aku seperti anak murid laki-laki biasalah, saling contek mencontek sudah biasa. Tapi orang yang mencontek dan tidak mau dicontek itulah musuh kami. karena merugikan kami yang tidak tahu, tapi mereka sudah mendapatkan nilai gede.


 Tidak ada yang spesial memang dari sekolah ini tapi yah hanya sekolah ini saja yang bisa mengumpulkan Aku, Adit, Joe ,Dan Arsya, bahkan bertemu dengan Violet.


Bertemu Dengan Violet


 Aku dan Violet ada di angkatan yang sama yaitu angkatan ke 18, karena itu mungkin hari ulang tahun ku hanya berapa bulan atau beberapa hari dari ulang tahun nya. Saat ini aku sedang melihat kalender yang ada di kelas ku, aku melihat tanggal ulang tahun ku yaitu 30 Mei. Kemudian Adit menghampiri ku dengan perasaan bingung. Lalu ia pun berkata.


"Cel lu ngapain sih."


"Ini cuma liat tanggal doang."


"Oiya ngomong-ngomong tanggal, nanti malem ada pasar malem di lapangan balai desa."

__ADS_1


"Eh serius?"


"Iya."


"Mau kesono gak rame-rame."


"Ayo aja, ntar habis pulang nyambi ya."


Malam Tiba 


 Setelah pulang dari nyambi, Adit dan lainnya menjemput ku di cafe Pak Wahyu. Setelah itu kami bersama-sama berjalan menuju pasar malam yang di katakan Adit itu. Karena jarak Cafe dan Balai desa cukup jauh, kami membeli minum terlebih dahulu di minimarket. Untuk mengisi perjalanan kami, Aku membeli snack kacang, walaupun tidak kenyang tapi bisa lah untuk cemilan malam hari.


 Di perjalanan kami membicarakan tentang hal-hal yang tak mungkin di dunia nyata, seperti alien, monster yang memiliki kaki panjang, dan Excel punya pacar.


"Gak mungkin lah, kalau ada kita udah musnah kali." kata ku


"Dari pada alien aku lebih percaya monster yang memiliki kaki panjang di atas gunung." Kata Aditya


"Emang mitos kaya gitu masih ada ya?" Kata Arsya


"Ya masih lah Syah, kan masih ada orang tua yang nyeritain kaya gituan."

__ADS_1


"Iya bener sih Cel, tapi kalau di pikir-pikir kalau ketemu monster begituan lebih ngeri daripada ngeliat hantu."


"Beuh bener banget."


"Dari semua khayalan yang tadi kita omongin kayanya cuma 1 khayalan gak bakal terwujud?"


"Apaan emang?"


"Excel punya pacar..."


Semua tertawa...


 Tak terasa setelah obrolan yang menyakitkan hati ku, akhirnya kami sampai di pasar malam ini. Disini sangat ramai, pemuda-pemudi ada disini bersama pasangan nya masing-masing. Terkecuali kami ke empat pemuda jomblo yang bisa nya cuma halu. Memang menyakit kan mengetahui bahwa tidak seorang pun menyukai kami, tapi kami tidak peduli.


 Setelah melihat-lihat, kami memutuskan untuk bermain permainan menembak boneka bebek dengan peluru karet. Kami berlomba siapa yang menjatuhkan bebek yang paling sedikit ia akan mentraktir makan kami. Perlombaan ini sangat sengit, seperti biasa Johannes dan Arsya sangat kompetitif. Aku dan Adit hanya bisa tenang dan mengarahkan senjata kami ke bebek-bebek itu.


 Setelah peluru kami habis, sang juri yaitu pemilik kedai permainan ini memberikan nama siapa yang memenangkan pertandingan ini dan nama nya ialah...


"Bang siapa yang menang bang?" Kata Arsya


"Iya siapa?" Kata Johannes

__ADS_1


"Yang menang adalah Kak Excel selamat..."


__ADS_2