
' gilaaa gue ngomong apa ya ini ? mana ada gue suka sama cowok ' batin Vina bingung
" ayo vinn jawab gue siapa cowok yang Lo suka " paksa Maya
" ada dehhh pokoknya rahasia gue itu "
" ahh nggak seru Lo Vin " ucap Maya cemberut
" siapa sih Vin gue kepo nihh "
" Lo suka Ama siapa? sama David ? apa sama Ronald ? atau fengki ? apa sama Juan ? "
" nggak semua mayaaa udah diem jangan berisik "
" gue tau Vin Lo pasti suka ya sama Rafli "
" hahhh? anak songong itu ? ogah gue "
" ekhemmm ekhemmm halo " ucap Aldo melambaikan tangan sambil tersenyum
kedatangan Aldo membuat Maya diam seribu bahasa.
" silahkan kak duduk " ucap Vina mempersilahkan Aldo
" iya Vin " jawab Aldo sambil duduk di sofa samping maya
" aduhhh perutku sakit banget aku ke toilet dulu ya kak, may " pamit Vina pada keduanya
Vina berdiri dan ingin meninggalkan keduanya, namun sebelumnya ia menghampiri Maya dan membisikkan kata-kata di telinga maya .
kafe permadani menjadi kafe terbaik di kota itu. selain karena lokasi nya yang strategis juga karena bangunan nya yang dinilai mewah oleh publik.
__ADS_1
Di lantai atas tidak ada toilet karena memang lantai atas tempat nya kecil dan banyak sekali orang yang mengantri duduk di lantai itu menikmati indahnya pemandangan kota dari atas .
Vina harus ke lantai dasar untuk menuju toilet . pergi ke lantai dasar kafe pun menggunakan lift.
suasana malam itu tidak begitu ramai namun juga tak tampak sepi .
Vina memasuki lift bersama seseorang. ia tak melihat siapa sosok itu karena ia memasuki lift sambil bermain hp.
sesampainya didalam dan pintu sudah tertutup , tiba tiba saja lampu didalam lift padam menandakan lift rusak .
" lohhh kok mati "
Vina yang kebingungan pun tak tau harus meminta tolong siapa . internet hp pun tidak akan berfungsi didalam lift tersebut.
" santai aja , sebentar lagi pasti berfungsi kembali "
saat orang yang membalas ucapannya itu menoleh, Vina seketika terkejut dengan sosok itu . karena pasalnya ia di gosipkan akan pergi berkencan dengan Sheila namun tiba-tiba menjadi teman terjebak didalam lift
" Lohh kok elo si "
" bukan gitu "
" lalu gimana? " tanyanya mengejek
tiba-tiba saja lift berguncang namun lampu di dalam nya masih padam.
" ampun ampun takut banget "
reflek Vina memeluk Rafli dan mengucapkan kata-kata tersebut
Rafli tersenyum dengan tingkah gadis di sampingnya itu.
__ADS_1
" maaf gu-gue reflek, ng- nggak sengaja "
" its oke gapapa "
Vina yang masih memeluk Rafli pun segera melepas pelukannya dan sedikit menjauhkan jarak diantara keduanya.
Rafli pun duduk dilantai lift tersebut sambil menyalakan senter hp nya .
" sini duduk aja gak capek apa berdiri terus sampe besok "
" ogah duduk Ama Lo " ucap Vina sambil memalingkan wajahnya
Rafli hanya tertawa melihat tingkah Vina.
sementara itu disisi lain ...
" may kok Vina belum balik juga ya " tanya aldo
" mungkin rame kak "
" kamu kok tau si kak nama ku? "
" kamu kan temen Vina , semua hal yang berkaitan dengan Vina aku berusaha mengetahuinya "
" ohhh ... kakak udah suka sama Vina lama ya? " tanyanya sedikit bingung
uhukk uhukkk .... Aldo yang sedang minum pun tersedak mendengar ucapan Maya .
" ehhh maaf kak maaf " ucap Maya sambil mengambilkan tisu untuk Aldo
" nggak papa may "
__ADS_1
" kamu mau bantu aku buat deketin Vina nggak " pinta aldo
' hahhhh kok jadi gini? ' batin maya