
“Selir Ika, sejak kapan kita menjadi kakak beradik. Pangeran, lihat lah di meja ini sudah penuh dengan sisa pesanan kami, adik hanya menawarkan pada Selir Ika ke tempat lain yang lebih bersih disana”, sambung Jen dengan segera sebelum sempat kakak nya menjawab.
“Yang mulia itu…”, belum sempat Selir Ika melanjutkan pembicaraannya, Jen langsung memotong omongannya.
“Tapi, jika Selir Ika ini sangat ingin duduk disini, putri ini akan mengalah”, ucap Jen menyindiri status Selir Ika yang mengusir seorang putri kerajaan. Selir Ika tampak semakin kesal.
“tidak perlu, Adik tetaplah disini, ada beberapa hal yang ingin kakak bicarakan padamu”, ucap pangeran Emus.
“kakak biarlah selir Ika duduk dimeja sana yang lebih bersih, barulah kita bicara”, lanjut Jen dengan hormat. Jen tidak ingin semeja dengan selir Ika pastinya.
“kamu duduk lah disana, setelah kami selesai bicara, saya kan kesana menjumpaimu”, perintah pangeran Emus.
“Baik yang mulia”, jawabnya sambil menunduk hormat. Dengan emosi tertahan ia meninggalkan mereka dan duduk di meja lainnya.
“Adik, kemana saja kamu selama ini?”, Pangeran tampak lega melihat sang adik dalam keadaan baik-baik saja.
“Kakak, adik mu ini diculik, dan dibawa ke negeri lain untuk dijadikan budak, untunglah adik bisa melarikan diri”, jawab Jen memasang wajah sedih.
“siapa yang berani menculikmu apakah kamu ingat”, ucap nya dengan geram.
“Aku tidak tau, hanya sebelum aku tak sadarkan diri, aku melihat Selir Shan disitu”, ucap Jen serius.
“Selir Shan, apakah dia yang merencakan itu”, ucap pangeran menduga.
“Aku belum mempunyai bukti untuk itu, jadi belum bisa mengatakannya”, balas Jen lagi.
“kakak akan mencari pelaku nya dan mencari keadilan untukmu”, balas pangeran.
__ADS_1
“mencari keadilan?, kakak waktu kakak menghukum cambuk ku karna perkataan selir Ika, apakah kakak ada mencari keadilan untuk ku?”, balas Jen kesal.
“bukankah kamu yang mendorong nya ke kolam teratai, sudah jelas ia berada di kolam saat itu, dan hanya kamu yang disana, kalau bukan kamu siapa lagi?”, sambung pangeran Emus heran.
“Selir Ika menyuruh ku memetikkan setangkai bunga padanya saat itu, tapi aku tidak mau.. dia hanyalah seorang selir sedangkan aku putri kerajaan, lalu kami beradu mulut, dan selir Ika berniat mendorong ku, tetapi aku berhasil menghindar, hasil nya ia yang jatuh ke kolam itu”, ucap Jen menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
“kenapa kamu diam saja saat Selir Ika menuduh mu seperti itu”, balas pangeran.
“memangnya saat itu kakak memberikan aku kesempatan untuk menjelaskannya?”, protes Jen.
Pangeran Emus kaget dan terdiam sejenak, ia marasa telah bersalah pada adik nya itu.
“maafkan kakak Jen”, ucap nya sambil menggenggam tangan mungil adik nya.
“Aku tidak marah sama kakak, aku hanya minta keadilan terhadap selir Ika”, jawab Jen tegas.
“Selir Ika adalah selir pertama kakak, bagaimana kalau status nya diturunkan, seta~~~~u ku Selir ketiga kakak sering ditindas oleh nya”, ucap Jen teringat dengan selir Hely, Selir yang waktu itu membantunya setelah hukuman cambuk nya selesai.
“baiklah kalau itu mau mu adik, setelah tiba di istana kakak akan menurunkan statusnya, dan menaikkan status selir Hely”, balas nya sambil mengecup kening Jen.
“Kak, apa kakak juga ikut pertandingan besok?”, Tanya Jen.
“Apa kamu juga”, balas pangeran.
"ya,aku ingin mencoba nya saja”, balas Jen semangat.
Klik, Jen melihat nameboard Pangeran Emus.
__ADS_1
EMUS ( pangeran pertama kerajaan Qua)
LEVEL : 10
KEMAMPUAN : SERIBU PEDANG
Hem, kemampuan pangeran ini diatas rata-rata juga, aku yakin dia bisa masuk 10 besar, pikir Jen sejenak.
“semoga aku tidak berhadapan dengan kakak, aku kuatir nanti kakak kalah”, canda Jen.
“Kalau kita berhadapan, jangan kira kakak akan mengalah sama mu”, canda pangeran membalas ucapan Jen.
Lalu mereka tertawa bersama, hingga tak terasa Anes sudah ada dihadapan mereka.
“oiya, siapa mereka ini?”, Tanya pangeran.
“ini Rin dan Anes, mereka sahabat ku kak”, jawab Jen.
“hormat pada Sang Mulia”, balas mereka kompak sambil menundukkan kepala.
“Terimakasih sudah mau berteman dengan adik ku ini”, balas Pangeran menggoda Jen.
Selir Ika, yang sedari tadi menunggu dengan geram, semakin kesal melihat mereka tertawa lepas dengan sang pangeran, sedangkan ia tidak diperbolehkan bergabung kesana.
Aku akan membalasmu Jen, maki Selir Ika dalam hati.
Hari sudah mulai gelap, dan mereka pun berpamitan. Begitupun selir Ika menyusul Sang Pangeran di belakang.
__ADS_1
hari ini aku puas sekali, akhirnya Selir Ika mendapat balasannya juga, batin Jen.