INGIN MATI BERSAMAKU?

INGIN MATI BERSAMAKU?
Chapter 10 - Incarnation


__ADS_3

Belakangan ini aku tidak pernah bermimpi tentang gadis itu lagi. Aku bahkan tidak tahu apa pemicu mimpi tersebut, tapi dulu setiap aku tertidur aku akan selalu bermimpi di jembatan tua tempat kami berdua berbincang. Dibawah bintang yang bersinar dengan terang, dan memanjakan mata. Kami berdua saling bertukar isi hati satu sama lain.


Kepalaku mulai pusing, wajah gadis yang ada dimimpiku mulai kabur. Aku tidak bisa mendengarkan suaranya lagi, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, seperti tv yang akan segera rusak. Ingatanku mulai kacau, ingatan lain mulai muncul dikepalaku, ingatan tentang seorang yang bernama Zhou dan gadis yang bernama Ning Er.


Mereka berdua berdiri bersama dikelilingi oleh lingkaran api. Mereka berdua tersenyum, mereka berdua berpelukan dengan air mata yang mengalir di wajah.


Siapa kedua orang itu? Kenapa mereka berdua muncul didalam mimpiku? Namun, aku merasakan perasaan yang terhubung dengan mereka berdua. Kenapa?


"Ning'er, mungkin surga tidak menginginkan kita. Tapi kita akan selalu bersama, tidak peduli apa yang menghadang, tidak peduli bahwa kita akan menjalani hidup yang berbeda, takdir pasti akan mempertemukan kita berdua kembali. Percayalah Ning'er, bahwa kita akan selalu bersama selamanya."


"Zhou, aku yakin kita akan bersama. Meski kita adalah ras berbeda, kau adalah ras Iblis, sedangkan aku adalah seorang Dewi. Tapi aku yakin bahwa kita akan baik-baik saja jika bersama."


Diatas mereka berdua, terdapat dewa tertinggi yang melayang di udara. Tubuhnya bercahaya, dan dia melihat kedua orang itu dengan marah, kobaran api semakin besar karenaya. Hubungan antara Dewa dan Iblis adalah tabu di alam semesta.

__ADS_1


"Dengan ini aku akan mengutuk kalian berdua untuk bereinkarnasi menjadi manusia, aku juga mengutuk kalian berdua untuk tidak dapat merasakan apa itu yang namanya kebahagiaan, dan akan selalu menderita seumur hidup" ucapnya.


Lalu seutas cahaya yang semakin membesar tercipta, melenyapkan mereka berdua dalam sekejap.


***


Aku terbangun hanya untuk mendapati diriku sedang berada didalam kelas. Pelajaran masih berlangsung jadi mungkin karena bosan aku tertidur. Mengamati lingkungan sekitar, aku menemukan Haruka yang masih dengan fokusnya mencatat materi yang dibahas oleh guru.


Aku termenung, melihat Haruka rasanya aku teringat dengan wanita yang berada didalam mimpiku. Wanita yang bernama Ning'er. Wajah mereka berdua tumpang tindih didalam kepalaku. Selain itu aku bertanya-tanya tentang siapa dua orang yang muncul dalam mimpiku tersebut.


"Ya pak!"


Guru pergi setelah mengumumkan hal itu, kelas menjadi lebih ramai daripada sebelumnya. Tapi festival budaya kah, aku tidak terlalu tertarik karena festival itu akan menjadi festival yang akan dikunjungi banyak orang, artinya festival itu akan menjadi ajang keramaian.

__ADS_1


Karena aku adalah murid yang paling tidak berkontribusi didalam kelas, mungkin aku tidak akan terlibat langsung. Tapi tetap saja merepotkan jika harus melakukan ini atau itu.


Secarik kertas dilemparkan di mejaku, itu berasal dari meja Haruka namun saat aku melihatnya, dia hanya melirikku beberapa kali, tidak jelas ... Namun sepertinya dia adalah orang yang melemparkannya, karena kami berdua tidak bisa berbincang dikelas jadi aku mengerti situasinya.


Aku membuka secarik kertas yang terlipat tersebut, hanya untuk membaca isinya.


[Akira, apa yang kau inginkan di festival budaya?]


Aku melirik Haruka yang mengangguk padaku beberapa kali lalu melihat pada catatan kecil itu kembali. Apa yang kuinginkan di festival budaya? Sepertinya itu hanyalah ketenangan ku dan hari libur tapi sepertinya Haruka tidak mengharapkan jawaban seperti itu.


Aku benar-benar tidak mengharapkan sesuatu pada festival kecil tersebut. Jadi aku akan menulis apa yang diharapkan oleh kebanyakan orang pada umumnya, namun sesaat sebelum bolpoin yang kupegang menyentuh kertas tiba-tiba saja tanganku berhenti.


Apa yang kuharapkan dalam festival budaya terlintas dalam pikiranku. Meski peluangnya sangatlah kecil tapi aku berharap bahwa aku bisa merasakannya. Semacam perasaan lega dan menghangatkan yang belum lama ini kurasakan, setidaknya aku ingin merasakan untuk kedua kalinya. Sesuatu yang sangat ingin kumiliki dalam hidup ini.

__ADS_1


[Kebahagiaan, mungkin.]


__ADS_2