
"Chel....!" Kezia dan yana melambaikan tangannya ke arah Chelsi saat chelsi sampai di cafe tempat mereka berjanji akan bertemu.
Chelsi melihat ke arah kedua sahabatnya itu dan langsung berjalan cepat menuju ke arah mereka.
"Maaf ya nunggu lama, aku tadi izin dulu sama mas dimas. "jelas Chelsi duduk di kursi bersebelahan dengan kezia.
" Wiiih... Udah izin izinan nih sekarang?" ucap kezia sambil tertawa.
Tak berselang lama satu orang perempuan datang menyapa ketiganya.
" Lama ya nunggunya?" ucapnya yang membuat Chelsi membulatkan matanya sempurna.
'' Engga kok far, ini chelsi juga baru nyampe." jawab kezia menyebut fara dengan akrabnya.
Chelsi terdiam sekaligus terkejut dengan kedatangan fara, bagaimana bisa yana dan kezia bisa mengenal bahkan berbicara akrab dengan orang yang mereka pukuli waktu itu.
" Chel ini fara, yang waktu itu berantem sama kita di mall,ternyata dia sekretarisnya pak liam. Waaah gue bener-bener ngga nyangka orang yang gue pukulin ternyata sekretaris bos gue sendiri. "ucap kezia cengengesan.
Kezia menjadi brandambasar dari produk-produk perusahaan liam. Dia tidak sengaja bertemu dengan fara saat ia sedang megunjungi kantor liam.
" Fara juga orang yang udah bantuin gue waktu gue kecopetan. Kalau ngga ada fara mungkin barang - barang gue udah raib deh semuanya. "jelas yana juga memperkenalkan fara dengan sosok orang yang paling baik bagi mereka.
Fara tertawa" ngga segitunya juga yan, itu kebetulan aja copetnya kelupaan bawa senjata jadi gue gampang deh nangkepnya. "ucap fara.
" And.... "fara melihat ke arah chelsi" kalian ngga usah kenalin gue lagi sama chelsi soalnya gue sama chelsi udah kenal. '' sambung fara.
Chelsi masih menatap fara tak percaya, Chelsi yakin jika itu semua bukanlah kebetulan fara dan liam sudah merencanakan ini semua agar ia merasa tidak nyaman dan mempermudah mereka mengungkap siapa dirinya yang sebenarnya.
"What... "kaget kezia" seriusan? Kok lo ngga bilang sih sama kita chel. "
__ADS_1
" Kan kita baru ketemu sekarang kez, aku aja juga ngga tau kalau ternyata kalian udah kenal sama fara." jawab chelsi berusaha bersikap biasa - biasa saja agar fara tidak menemukan celah untuk menjatuhkannya di hadapan teman - temannya.
" Oh ya chel tadi gue udah pesanin lo minuman hot chocolate, minuman coklat di kafe ini paling thebeast tau ngga sih loh. Gue yakin lo pasti suka." ucap yana.
"Coklat, bukannya chelsi alergi sama coklat? "ucap fara yang langsung menyela ucapan yana sebwlum chelsi beralasan."Soalnya waktu itu gue bawaan cake coklat ke rumah Chelsi sebagai permintaan maaf gue soal kejadian di mall waktu itu. Tapi pas chelsi makan dia langsung gatel - gatel dan sesak nafas, iyakan chel?" Ucap Fara lagi melihat ke arah Chelsi untuk memojokkannya.
" Mampus lo sekarang, alasan apalagi yang mau lo buat. Chelsi yang asli sangat suka dengan coklat sedangkan lo sangat alergi dengan coklat." batin fara tersenyum sinis melihat wajah chelsi yang tertekan.
"Lo beneran alergi sama coklat chel?"
"Sejak kapan chel?"
Tanya kedua sahabatnya itu tak percaya. Manamungkin seorang chelsi yang sangat suka dengan coklat bisa tiba - tiba saja alergi padahal selama ini ia baik - baik saja dan tidak ada tanda alergi sedikitpun dengan coklat.
Chelsi sangat panik di tatap serta di tanya seperti itu oleh kedua sahabatnya. Fara berhasil memanipulasi keadaan agar ia bisa merasa terpojok dan tertekan seperti ini, dengan begitu orang - orang terdekatnya akan merasa curiga dan tidak mempercayainya. Fara ingin memperlihatkan kepada kedua sahabatnya jika ia bukanlah chelsi. Fara memang selalu menggunakan cara kotor seperti ini untuk memastikan tidak ada yang bisa membantunya nanti ketika ia berhasil menemukan bukti untuk meyakinkan jika yang mengaku sebagai chelsi saat ini adalah amanda dari kampungnya.
"Ngga lah malah dia ratunya kalau soal coklat, kayaknya lo salah deh far chelsi ngga mungkin alergi sama coklat orang dia pencinta coklat kelas kakap. "ucap kezia yang percaya pada chelsi.
Hot chocolate datang bersamaan dengan pesanan mereka yang lain.
" Mungkin iya kali ya.." ucap fara mencoba mengalah biar chelsi yang menjawabnya sendiri.
" Chel." yana memegang tangan chelsi, yana merasa gelagat chelsi kali ini sangat berbeda. "Chel lo ngga alergi sama coklatkan?.gue tau lo abis kecelakaan dan lo lupa ingatan tapi ini ngga ada sangkut pautnya sama makanankan."
"Maksud gue gini loh, setau gue orang yang lupa ingatan kepribadian dan makanan faforitnya ngga ada yang berubah. Dia akan bersikap dan makan seperti biasa karnakan yang bermasalah cuma otak lo bukan perut atau orangan pencernaan lo yang lain." jelas yana yang memang bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit terbesar di Indonesia. Walaupun ia tidak tau detailnya tapi setidaknya dengan kondiai chelsi sepeeti ini ia cukup mengerti.
Senyum fara semakin mengembang, fara sangat tertawa puas melihat Chelsi palsu yang tidak mampu berkutik"waaah gue ngga nyangka dramanya bakal kayak gini, sekarang gimana chel apa lo bisa membantah ucapan yana? Gue penasaran gimana lo nyikapin ini semua. "batinnya lagi yang semakin menggebu - gebu tak sanggup menahan kesenangan yang ia sksikan saat ini.
" Siapa bilang gue alergi coklat? Gue ngga alergi kok kalian juga tau itukan?" ucap chelsi angkat bicara setelah di pojokkan.
__ADS_1
Fara mengerutkan keningnya ia tidak menyangka chelsi akan mengatakan itu, ia pikir chelsi akan beralasan untuk membohongi sahabat - sahabatnya.
" Soal cake yang kamu bawa kerumah itu ngga ada masalah far karna sebelum aku makan cake pemberian kamu aku makan udang yang di buat maid di dapur. "
"Jadi soal coklat aku ngga alergi sama sekali karna sebenernya aku alergi sama udang bukan coklat. "jelas Chelsi menatap fara dengan tatapan menantang.
" Iya juga sih lo kan alergi parah sama udang, gue masih inget lo pernah di bawa pake ambulans ke rumah sakit karna lo ngga tau kalau nasi gorengnya buk atun pake udang. "ucap Kezia.
" Pasti lo kesakitan banget ya chel? Hmmm... Amnesia pasti buat lo menderita banget." ucap yana memeluk chelsi.
Fara memutarkan matanya ia rasa tidak mungkin tebakannya salah. Fara yakin alergi waktu itu muncul karna cake coklat bawaannya bukan karna udang yang di katakan chelsi barusan.
" Yaudah kalau gitu lo cobain dong katanya lo pencinta coklat? "Fara mendorpng coklat panas yang di pesankan yana ke arah Chelsi.
" Iya diminum gih mumpung lagi panas! "ucap yana ikut mendekatkan minuman coklat itu pada chelsi.
Perasaan cemas kembali menguasai dirinya sekarang ia harus bagaimana? Jelas - jelas ia memang alergi dengan coklat bagaimana nantinya jika alerginya kambuh dan teman - temannya mengetahui jika ucapannya barusan itu hanyalah bohongan. Fara pasti akan sangat senang dan merasa menang jika ia meminum ini sekarang.
Chelsi mengambil gelas coklat panas itu, perlahan - lahan chelsi mendekatkan gelas yang berisi segelas coklat itu mendekat ke mulutnya. Bibirnya telah menempel di sisi gelas mulutnya siap menelan semua yang ada di dalamnya.
"Minum chel buktiin ke gue kalau omongan lo barusan itu bener atau cuma akal - akalan lo doang! "batin fara memperhatikan chelsi dengan lekad.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1