Istri Dadakan.

Istri Dadakan.
part 25


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"Apa yang kau fikir kan sekarang?"Mark mendekat, tangan nya melingkar di pinggang ramping milik Nisa.


Deg!.


Nisa menarik lamunan nya, mengulas senyum sangat tipis,seakan Baik-baik saja.


"Wah kalian pasangan yang romantis.”


Nisa hanya diam, Raut wajah nya berubah datar dan dingin seperti biasa.


"Kita mulai!"Nisa meminta semua orang bersiap di posisi masing-masing,sebelum fashion week mereka akan mengadakan sedikit promosi untuk fashion musim ini.


"Nisa, bagaimana dengan pakaian ku?"Nisa yang sibuk dengan i-Pad milik nya,menoleh.ternyata Mark sudah siap Dengan pakaian rancangan milik KNN boutique.


"Hem"Nisa ber-dehem singkat.mendekat ke arah Mark, Merapih kan ujung lengan baju yang sedikit kusut.


“nona keputusan anda untuk menjadi kan mr.asterio sebagai global ambassador sangat tepat,ini menjadi tranding.”sekertaris Lee berdecak heboh.


Aku tidak pernah salah mengambil langkah.


Nisa hanya diam tanpa ekspresi.sibuk mengamati pemotretan yang tengah di jalani oleh Mark.


Tampan.


Mark memang tampan.walau pun usia Nisa dan Mark terpaut cukup jauh yaitu 8 tahun,tapi pesona yang di miliki Mark menjadi ciri khas tersendiri.


"Pesan makan!"


Sekertaris Lee mengangguk.mulai menghubungi restauran halal milik sahabat Nisa.


"Selesai"


Nisa mendekat, melihat hasil foto.


"Lumayan"singkat padat dan jelas.


"Kami akan segera memosting nya nona"Nisa mengangguk.


"Ini benar-benar melelah kan"Mark mendekat ke arah Nisa,sembari menegak air yang di beri kan staf.


"Suami mu terlihat tampan bukan?"Mark mengangkat kedua alis nya, menggoda sosok dingin di hadapan nya.


"Hem.”


"Nona Kim,pesanan sudah datang"sekertaris Lee berteriak.meminta orang-orang mendekat,mengambil makan siang masing-masing.

__ADS_1


"Kita makan di sini"pinta Nisa.


Mereka segera duduk di lantai bersama dengan pekerja yang lain nya.mark tampak mulai akrab dengan para karyawan sang istri.


"Kau tidak makan?"Mark menoleh.menatap tajam ke arah Nisa yang sibuk sendiri dengan pekerjaan nya.


"Tidak lapar"acuh.


Gadis ini benar-benar.bagaimana bisa dia bilang tidak lapar, padahal tadi pagi tidak makan.apa ini yang membuat kondisi mu semakin parah?kau tidak peduli pada kesehatan mu sendiri.


Mark berdecak kesal.mengambil sendok,mulai menyuap kan makanan pada Nisa.


"Makan!jangan sakit"nada memerintah jelas terdengar dari mulut Mark.


Nona.saya sudah melepas anda pada laki-laki yang tepat,semoga Tuhan melimpah kan kebahagiaan untuk anda.


Dari pojok sana, sekertaris Lee memandang sang nona dengan perasaan yang sangat bahagia, karena merasa Mark adalah orang yang tepat untuk Nisa.


"Nanti malam aku boleh ikut kan?"Nisa meletakan iPad di lantai,tidak mengatakan apapun.


"Tuan,jika anda ikut serta nona Kim pasti bahagia"sekertaris Lee mengambil alih,melirik Nisa yang hanya diam.


***


Malam ini,Mark tengah bersiap.sebagai global ambassador KNN boutique,dia sibuk menatap cermin,memasti kan bahwa penampilan nya sangat perfect.


Dert,dert.


Dengan malas Mark mengangkat nya.


[Halo tuan?nona Alicia Elizar sudah sadar,dan dia terus berteriak menanyakan keberadaan anda].


Deg!.


Mark tersentak.sudut hati nya bahagia, karena wanita yang masih bertahta di hati nya sudah sadar.


"Kau tampak bahagia?"suara Nisa terdengar dingin dan menusuk.


"Apa karena dia sudah sadar?"Nisa berdiri tegak di hadapan Mark, menghela nafas karena ia lebih dulu mendapat kabar dari anak buah dragon white tentang keadaan Alicia Elizar.


"Aku tidak mau membahas nya"mark berjalan pergi.


"Kenapa? karena hati mu tidak bisa menampik bahwa kau mencintai nya bukan?"tetap berdiri di tempat Nya, Nisa menghunus tajam ke arah punggung Mark.


"Nisa!"suara Mark naik satu oktaf.


"Marah?itu sebuah fakta.kau tidak benar-benar menerima ku di dalam pernikahan ini.kau hanya menjadi kan ku pelampiasan, karena penghianatan kekasih mu"


Tebakan Nisa tidak pernah meleset.sebagai orang berpengaruh di dunia bawah,ia bisa mengenali siapa saja dengan cepat.

__ADS_1


"Nisa?!"Mark hendak melayang kan tamparan di pipi Nisa, tapi wanita itu lebih dulu menepis nya.


Tanpa sungkan,Nisa memecah kan guci di sebelah nya.hingga pecah menjadi ratusan butiran tak berarti, kemarahan terlihat jelas di mata nya.


"Kau tidak bisa menyentuh ku sedikit pun"Nisa mundur satu langkah ke belakang.


"Kau fikir aku wanita lemah di luar sana yang bisa kau tampar sesuka hati mu?kau salah tuan Asterio,aku lebih mematikan dari pada yang kau pikirkan"


Nisa menyeringai,menyahut tas serta gelang berlian,mulai memakai nya,berlalu tanpa kata dari hadapan Mark.


Di bawah, sekertaris Lee berdiri di sebelah mobil milik nya.menunggu wanita yang telah menjadi nona nya selama tiga tahun keluar dari rumah.


"Selamat malam nona Kim"sekertaris Lee membungkuk, menatap kagum ke arah Nisa.


Istri Mark itu terlihat sangat cantik,dengan gaun berwarna hitam dengan aksen kristal di berbagai sudut,di tambah dengan jilbab berwarna senada,dan juga kalung berlian putih yang melingkar di luar jilbab nya.


Perfect.


Satu kata yang menggambar kan sosok Nisa.penampilan adalah segala nya, dan Nisa memapu memadukan nya,selain cantik dia juga multitalenta.


Setelah Mark dan Nisa masuk ke dalam mobil.sekertaris Lee segera mulai melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"Nona.papa anda meminta untuk segera pulang, akhir-akhir ini kondisi beliau memburuk"


Di tengah perjalanan, sekertaris Lee memberi tau kondisi ayah kandung Nisa.


"Siapkan penerbangan secepat nya"tanpa berdebat Nisa langsung mengiyakan.


"Tuan besar Kim juga meminta Anda untuk mampir sebentar ke mansion.anda tau kan betapa murka nya tuan besar Kim ketika mengetahui anda menikah tanpa memberi tau beliau?"


"Aku sibuk"Nisa menjawab acuh.


"Nona"Nisa menatap tajam ke arah sekertaris Lee,melarang nya untuk berbicara lagi.


"Dengar kan saya nona,anda sudah dewasa kan?.tidak bisa ya anda menuruti keinginan papa dan ayah anda?mereka hanya ingin tau keadaan putri mereka sebentar saja!"


Kemarahan sekertaris Lee tersulut,sikap Nisa yang pemberontak semakin menjadi.


Mark yang sedari tadi jadi pengamat dalam diam ikut beraksi.tidak suka dengan sikap Nisa yang benar-benar acuh pada orang-orang di sekitar nya.


"Bagaimana bisa kau tidak peduli pada orang tua mu sendiri?"Mark ikut bersuara.


PYAR!


Kaca rias di tangan Nisa pecah, karena remasan tangan gadis itu.


"Jangan ikut campur"suara dingin mendominasi.


Kalian tidak tau betapa aku menyayangi mereka.aku tidak Perlu bersikap manis hanya untuk menunjuk kan kasih sayang ku pada mereka.

__ADS_1


#Like, vote komen.


__ADS_2