
di sebuah Rumah sakit jiwa, seorang Ibu yang selalu menantikan kedatangan putri nya.dia selalu berharap suatu saat putrinya akan dan membawanya pergi dari sini.tapi ada satu hal yang membuatnya selalu melukai dirinya sendiri,, yaitu ketika dia ingat,,saat dia memukuli putrinya dan mengusir nya dari rumah..
"Ibu.....''panggil Atari sambil berlari untuk memeluk ibu nya. sementara yang di panggil hanya diam, tidak ada merespon sama sekali.
"ibu... ini Atari anak ibu,,,kenapa ibu seperti ini..."Atari menangis melihat kondisi ibunya. dan, di saat Atari mau berdiri, ibunya memegang tangannya. dan berkata
"apa kau Atari putriku??"tanya sang ibu
"iya ibu, ini Atari putri ibu. apakah ibu mengenaliku?"tanya Atari
"tidak.aku tidak mengenalmu.dan, putriku sudah pergi, karena kesalahan ku sendiri."jawab sang ibu
"Atari..."panggil Arvind
"tuan Arvind... tolong, bantu aku sekali lagi,,aku ingin ibuku sembuh..ku mohon tuan Arvind."kata Atari memohon.
"Atari....apa kau ini bodoh atau apa, hah.. kau ini seorang dokter Atari,, seorang dokter tidak akan lembek seperti kamu""bentak Arvind
"Atari,ayo kita bawa ibu kamu ke rumah sakit. aku sudah bicara sama dokternya tadi. kata dokter, selama 1 bulan ini ibu kamu, sudah agak membaik.. "jelas Evlin
__ADS_1
"tidak evlin,,, aku tidak bisa bawa ibuku ke rumah sakit. aku hanya ingin ibuku di bawa saja di apartemen aku. aku tau ibuku seperti ini, karena dia mencari ku.." jelas Atari
"okey...baiklah, kita bawah ibumu ke apartemen mu" jawab arvind
"savia , apa kau mau ikut dengan ku ? "tanya Atari
" iya Atari, aku mau ikut dengan mu "Jawab Savia
"baiklah, ayo kita berangkat sekarang. " kata
Arvind
di sinilah mereka sekarang, di sebuah apartemen milik Atari.Setelah arvind dan Evlin pamit pulang tadi,,Atari dengan talen membantu ibunya mandi,menyuapin ibunya makan, mengajak ibunya berbicara.
"Atari.... " 'panggil savia
"iya savia, apa kamu butuh sesuatu ?" tanya Atari
"tidak Atari... aku hanya mau bilang,, selamat untuk mu.. "jawab savia
__ADS_1
"selamat untuk aku ... tapi,, untuk apa savia ??"tanya Atari bingung
"iyaa tentu saja,untuk mu.. karena, kamu sudah jadi dokter. bukan kah, menjadi seorang dokter adalah impian mu ddari kecil?""tanya savia
"savia... kau memang temanku yang paling baik.Terima kasih juga untuk mu,, karena sudah menjaga ibu ku.. ""jawab Atari
"iya Sama-sama Atari.. "Jawab savia
"kau tau savia,, hari ini aku sangat bahagia. aku sudah bertemu dengan ibuku, berkatmu. dan mulai hari ini dan seterusnya,,kita akan tinggal bersama di sini... "jelas Atari sambil memeluk temannya.
2 bulan kemudian
kondisi ibunya Atari sudah membaik. dan ibunya, sudah mengenali atari..dia sangat bahagia sekarang, karena sudah bertemu dengan Atari. hari ini Atari akan mulai bekerja di rumah sakit argawal. dia sudah bersiap-siap dengan jas putihnya.sang ibu yang melihat nya, merasa terharu, dengan putrinya
"ibu...apa ini,, kenapa ibu malah menangis." tanya Atari sambil menghapus air mata ibunya
"tidak sayang,, ibu tidak menangis... "jawab sang ibu
"benarkah?? kalau ibu tidak menangis, lalu apa ini. ""tanya Atari sambil menghapus air mata ibunya
__ADS_1
"Atari... ibu memang menangis, tapi itu bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan.. " jelas savia