
Seorang pria tampan dengan tinggi badan kira-kira 180 cm , kulit putih , mata indah dan bibir tipis badan yang kekar di balut dengan kemeja putih dan jas hitam , dia benar-benar terlihat sempurna tanpa dia tahu aku menatapnya dari ujung rambut hingga ujung kaki , jarang sekali aku bertemu pria setampan ini " ujarku di dalam hati " , rasanya ingin sekali aku menyapanya .
Aku biasanya hanya bertemu dengan dua teman kecilku yaitu udin dan randi yang selalu mengenakan kaos oblong dan celana sobek di bagian lututnya , tapi mereka adalah sahabat kesayanganku .
Saat aku sedang fokus menatapnya tiba\-tiba terdengar suara " Gubrak " benar sekali lift nya bermasalah , aku benar\-benar panik saat itu karna lampunya mati , aku yang takut kegelapan langsung teriak dan duduk sambil merintih ketakutan aku tidak bisa melihat apapun pada saat itu karna aku terlalu panik .
Lalu tiba-tiba ada sebuah cahaya yang mengarahku serta aku merasa ada sebuah tangan yang menyentuh bahuku sambil berkata " tidak papa aku ada disini " sentuhannya sangat hangat hingga menenangkanku .
Saat sudah tenang sambil tetap mengarahkan cahaya ke arahku dia menekan tombol bantuan , " Tolong kami terjebak di lift " ujar pria itu yang kembali menyentuh bahuku sambil menepuk-nepuk dengan lembut .
Saat itu aku merasa sentuhannya tidak asing , aku merasa pernah merasakan sentuhan itu sebelum nya , tapi aku tidak tahu kapan aku merasakannya .
__ADS_1
Tak lama kemudian bantuan datang dan lift pun terbuka seketika aku merasa sangat lega , dibantu pria itu akupun keluar lift , aku masih sedikit syok sampai aku lupa mengucapkan Terimakasih kepadanya , saat aku hendak mengucapkan terimakasih aku melihat pria itu sudah berada jauh dari tempatku. " sudahlah lain kali jika bertemu lagi aku akan mengucapkan terimakasih dan mentraktinya makan "
Lalu aku ingat tentang tujuan awal ku , yaitu melakukan interview pekerjaan , aku bergegas menuju Ruangan interview dan aku berhasil menjawab setiap pertanyaan mereka .
" Untunglah pertanyaannya tidak terlalu sulit sehingga aku masih bisa menjawab "
karna sudah selesai akupun bergegas segera pulang , mereka bilang akan memberikan hasilnya lewat email .
dan sejak kejadian itu aku mengalami gangguan panik saat di ruangan yang gelap , terkadang sedikit muncul ingatan yang menyeramkan .
aku sudah mencoba ke psikiatre tapi tetap saja tidak sembuh
__ADS_1
Sesampainya dirumah aku disambut hangat oleh ayahku yang saat itu sedang cuti .
" Ayaaah "
" Iya nak , bagaimana dengan interview mu "
" Berjalan lancar ayah , mereka bilang akan mengumumkan hasilnya lewat email , semoga saja aku di terima "
" Baguslah sayang , ayah berdoa yang terbaik untukmu , ayo makan ayah sudah menyiapkan makanan untukmu ".
" Benarkah , ayah memang yang terbaik "
__ADS_1
., Sambil memeluk ayah lalu beranjak kemeja mkan .,
Aku memang memiliki keluarga yang bahagia , ada atau tidak ada ibuku , ayah sangat mencintai ibuku bahkan setelah 5 tahun kepergian Ibuku ayah tidak berniat mencari penggati ibuku , tentu saja karna akupun tidak menginginkannya .