
saat Pukul dua belas nampak hujan turun dengan lebat .
selin yang nampak tertidur pulas tidak merasakan hujan lebat . namun kiran ia sangat ketakutan karna petir tak henti berbunyi dan tiba -tiba lampu mati
Satya! tolong aku
Arga yang mendengar teriakan kiran langsung menghampirinya dengan menggunakam senter hpnya.
Arga melihat tubuh kiran yang gemetaran bahkan kiran mengeluarkan air matanya
kau kenapa! Aku di sini
tak berpikir panjang Kiran langsung memeluk tubuh kekar Arga
Aku takut petir ga ! kamu temani aku tidur
Tenang aku di sni kok! seru Arga yang menenangka kiran.
lalu Arga dan kiran berbaring Arga terus saja memeluki tubuh kiran sambil mengelus ngelis kepalanya.
malam itu adalah malam yang tak akan dilupakan oleh Arga dan kiran. seandainya Selin menyaksikan pemandangan tersebut pasti ia bahagi menyaksikan dua insan berpelukan.
Kenapa kau belum tidur! ucap kiran pada arga yang dari tadi membuka mataya
Kau belum tidur ! tanya balik Arga
Aku belum mengantuk! jawab kiran
Aku akan menidurkan mu! bersiaplah
cup
Arga melumat bibir kiran dengan lembut
kiran sangat menikmati ciuman Arga karna ia merasa nyaman de dekap arga
lalu ciuman mereka berubah jadi ciuman panas!
mereka larut dalam malam yang hening .
tampak cahaya dari luar jendela mengenai tubuh kiran sehingga membuatnya terbangun dalam tidur nyeyaknya semalam
di lihatnya selin yanh memperhatiknnya
eh selin udah bangun ya! tanya kiran lalu duduk di pinggir kasur
ia bu , tidurku enak sekali lo. jawab selin
untunglah Arga sudah bangun , kenapa aku bisa bodoh memberikan ciumanku dengan mudah! guman hati kiran
Selin bergegaslah kita mau jalan-jalan! ucap Arga yang keluar dari kamar mandi
sekita muka kiran menjadi merah merona
Selin mandi sama ibu saja , nanti ibu yang memandikan mu. ucap kiran karna tak ingin bersama Arga
Baik bu ! ayo kita mandi
lalu selin dan kiran masuk kamar mandi
terlebih dahulu kiran memandikan selin .
kiran menggendong selin keluar kamar mandi agar kakinya tidak kotor .
__ADS_1
kiran meletakkan haduk di lehernya lalu menjepit rambutnya. bisa di kata kiran mirip mama muda.
lalu kiran memakaikan seli baju.
Arga yang melihat kiran sangat perhatian pada anknya membentuk senyuman tipis ! bahakan Arga memotret kiran sembunyi sembunyi.
Sudah ! sekarang kamu di sini dan janga main kotor! tegas kiran pada selin
lalu menuju kamar mandi.
setalah mandi kikan keluar namun tak di lihatnya selin dan Arga.
hari ini kiran menggunakan clana sepaha dan baju sepanjang celananya dan nampak belahan bajunya di samping kiri
setelah berdandan kiran berniat mencari selin dan Arga namun tiba-tiba seseorang menelefonnya
HAllo !dengan siapa
cepat kemari kita akan sarapan ! sambunga telefon langsung terputus
Dasar duda galak ! tapi kenapa aku bisa memberikan ciuman ku padanya .
ah sudalah tidak usah di fikirkan! guman kiran lalu menuju dapur
bu kiran ayo makan! teriak selin yang dari tadi menunggui Kiran
lalu kiran duduk berhadapan dengan Arga.
kiran menarukkan lauk di piring selin dan Arga lalu meletakkan lauk di piringnya .
Kenapa begitu banyak ! protes Arga lalu meletakan lauk di piring kiran
Kau! belum melanjutkan perkataannya tiba tiba selin tertawa.
Arga dan kiran langsung makan karna mereka tidak mau selin salah paham!
setelah makan mereka masih duduk di dapur agar makanan turun!
bu kiran! selin boleh minta sesuatu ngk? seru selin
Boleh dong sayang asal jangan aneh-aneh ya! jawab kiran
selin boleh ngk panggil bu kiran mama! ucao selin sambil memasang muka kasihan.
Kiran yang mendengar permintaan selin sangat terkejut tapi ia mencoba tenang.
kiran lalu menatap Arga , tanda meminta izin .
lalu Arga mengangguk tanda boleh.
boleh dong sayang ! tapi kala ngk di sekolah ya !
yes ! teriak selin
lalu kiran meraih hpnya dan mengirim pesan kepada Arga.
ini demi selin jadi jangan besar kepala!
Hhhh! selin memintah kau menjadi istriku akan ku isinkan! goda Arga.
kiran langsung membuka sms Arga .
Kiran langsung menatap Arga dengan sinis . sontak Arga memberi kedipan
__ADS_1
ayo siap-siapkeburu matahari panas. ucap Arga lalu berdiri menuju kamar!
kiran dan selin yang sudah siap menunggu Arga di teras rumah.
Ayo kita berangkat ! ajak Arga yang sedang memegangi kamera.
mereka menuju puncak ditemani di temani pak budi .
kita akan jalan kaki! tidak jauh kok dari sinj
lalu mereka berempat berjalan.
pah pegang tangan ku dong . mama juga pegang tanganku ya.
pak budi yang menayksikan mereka membentuk senyuman
Arga langsung mengandeng tangan anaknya .
kiran dengan berat hati mengandeng tangan selin.
di perjalanan nampak pemandangan yang sangat menyegarkan mata aplagi udara sajak sejuk dan cuaca sangat bersahabat
setelah 10 menit berjalan mereka sampai di tempat tujuan seketika mata kiran dan selin melotot.
Wah bagus banget pah! seru selin
sumpah keren banget! guman kiran dengan pelan
Ga fotoin aku dong kan kamu bawa kamera tu! ucap kiran
lalu Arga mengiakan permintaan kiran.
beberapa model gaya yang di keluarkan kiran membuat Arga tersenyum.
Pah fotoin aku juga dong masah cuman mama yang di fotoin. seru kiran yang tak mau kalah
lalu Arga memotret anaknya itu! mungkin Arga bisa disebut seorang foto gtafer.
Ayo kita selfi! ajak kiran pada Arga dan selin
Tidak boleh! balas Arga
boleh lah boleh la! tengek selin pada papanya
Arga pun pasrah
cekrek ! cekrek ! cekrek.
di foto mereka bertiga bak keluarga bahagia
Ayo pulang !ntr keburu sore
bentar lagi ya pa , selin mau kesan bentar sama pa budi.
yaudah ya tapi jangan lama-lama ya! selin sebenarnya sengaja meninggalkan mereka berdua .
Arga mendekati kiran
Trimakasih ! ucap Arga
Trimakasih untuk apa! tanya selin
Karna kau sudah menjadi pengganti ibu bagi selin ! ucap Arga dengan haru lalu menggengam tangan kiran
__ADS_1