
setelah Naura menjemput sahabat sahbat Naura melaju kan mobil nya ketempat tujuan nya. putri sedari tadi diam didalam mobil memikirkan sesuatu akhir nya membuka suara nya
Ra. kak Aldo pangeranku mana. ucap putri akhirnya. sambil melihat Naura yang masih fokus menyetir mobil nya,
kak Al aku tinggalin dirumah, ribet Bawak kak Al. kan kita mau pergi berempat aja. tanpa embel embel kak Al. jawab Naura sambil masih fokus menyetir
ia nie put. kenapa sih kamu asik mikirin cowok Mulu. kita tuh mau mengenang masa masa kita SMA dulu yang sellau berempat dan tertawa lepas. jawab Naila sambil memperagakan tangan nya merentang dan memecamkan mata nya.
putri menatap Naila sebal. selalu saja Naila membuat mood putri bete dengan ucapan nya
Naura Hana tersenyum mendengar pertengkaran Naila dan putri sedangkan Desi yang duduk di samping Naura hanya asik dengan ponselnya tanpa mempedulikan ocehan dua manusia itu.
Naura yang sedang menyetir tiba tiba harus menghentikan mobil nya mendadak saat ada mobil yang menghadang nya.
putri dan Naila terbentur dengan kursi depan sampaii mareka meringis kesakitan
au Ra hati hati Napa sih kamu Bawak mobil nya. ini mah kamu bukan nya Bawak kita ke pantaii tapi kerumah sakit. ngoceh putri sambil mengelus jidat nya yang terbentur. sedangkan mobil yang menghadang mobil mareka turun lah 4 orang dengan bertumbuh tinggi dan berbadan besar. dan dari kursi kemudi jalanlah satu laki laki yang Naura pernah lihat
Naura melihat lelaki itu di laporan yang ia terima dari anak buah nya berserta foto lelaki itu denga perempuan
ngapain dia menghadang perjalanan kita Ra. mau cari mati yu orang.ucap Desi marah akan kelakuan orang yang ada didepan nya
__ADS_1
seperti nya mareka mengincar aku Des. jawab Naura masih menatap wajah mareka
what. apa masalah kamu sama dia Ra. apa selama ini kamu.. ucap putri tergantung sambil menutup mulut nya
Naila yang tau apa yang akan putri katakan langsung menoyor kepala putri
kalo Gomong mikir dulu put. pengen deh aku lempar kamu ke samudra Hindia. untung sahabat. jawab Naila jengkel
Uda udah ini bukan waktu nya berdebat. kita harus turun kita harus menghadapi mareka. mareka semua itu suruhan nenek lampir. jawab Naura sambil menglihat salah satu dari mareka menghampiri mobil Naura dan meng ngedit ngedit kaca mobil nya
turun kalian. cepat. kata lelaki itu
Naura dan sahabat nya memutus kan untuk turun setelah turun. Naura dan sahabat nya berdiri menghadap kearah lelaki lelaki itu yang berjumlah 5 orang salah satu dari mareka pemimpin pereman itu
Naura. putri, Naila dan juga Desi tersenyum kecut mendengar ucapan Dian
untuk apa saya takut dengan anda tuan DIAN. jawab Naura dingin sambil menatap Dian dengan waja yang tak terbaca
sebuah kejutan bagi salah kamu mengenal saya. jadi saya tidak perlu repot-repot mengenalkan diri saya dan juga tidak perlu repot-repot menjelaskan tujuan saya menghabisi nyawa mu jawab Dian sambil menyirangi iblis
Naura yang mendengar itu tersenyum kecut. setelah berbincang bincang yang tidak ada manfaat nya. anak buah Dian langsung menyerang Naura dan sahabta nya dengan gesit Naura dan sahabat nya melawan mareka. cukup lama mareka berkelahi sampaii anak buah Dian tergeletak tidak sadar kan diri. Dian yang melihat itu membelalakkan mata nya tidak percaya. bagaiman 4 orang gadis didepan nya bisa dengan mudah melumpuhkan anak buah nya itu
__ADS_1
Naura yang melihat raut wajah Dian tersenyum kecut
apakah anda sudah puas bermain main dengan saya tuan DIAN. ucap Naura dengan wajah penuh kemenangan. Dian yang sudah kalah akhir nya mengeluarkan pistol mengarahkan ke arah Naura. belum sempat Dian menembak Naura. Rendy menendang tangan nya hingga pistol yang iya pegang terlempar cukup jauh.
Dian yang terkejut ingin melarikan diri dengan sigap Aldo mengeluarkan pistol dan mengarahkan ke kaki Dian. Aldo melumpuhkan kaki Dian hingga Dian tidak bisa bergerak.
sedangkan Rendy yang khawatir dengan Naura berlari memeluk Naura Rendy memegang pipi Naura
kamu tidak apa apa kan Naura. aku sangat megkhawatirkan mu. jangan pernah pergi tanpa ku dan juga Aldo. aku takut kehilangang mu. ucap Rendy tanpa sadar sambil merengkuh Naura kedalam pelukan nya lagi.
Naura yang terkejut dengan prlakuan Rendy diam mematung tanpa berniat menjawab nya
sedangkan Naila, putri, Aldo dan Desi tak kalah terkejut nya dari naura
kamu harus menjelaskan ini pada kami Naura. ***batin Naila, putri dan Desi bersamaan
apa kabar leader. apa hari kalian menyenangkan
salam rindu dari author nya
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya. vote sebanyak banyak nya
__ADS_1
yang udah tinggalkan jejak nih kado dari author๐๐๐
yang belum buruan***