
" fino,aleya mana?"fatin bertanya matnya mencari anak semata wayang.
" sama teman nya.."fino cuek saja matanya tidak lepas dari hp.
" teman yang mana? sejak kapan dia ada teman".muka fatin sudah kesal,fino senyum senyum lihat kakak iparnya kesal.
" kamu ni kebiasaan".fatin melempar tisu ke fino.
"kak kamu lihat tu putri mu sama teman nya dan sama calon istri ku.".mata fino menunjukan di mana mereka berada sama kakak iparnya.
"mereka siapa fin? kenapa aleya disana.?"fatin masih menanyakan soal aleya..
fino berdiri dan berjalan ke meja tempat aley ,anisa dan kenzo duduk.
" mama kenal kan ini teman aleya ,orang jakarta ,dia kesini mau menghadiri pesta pernikahan tante erin."
belum duduk fatin sudah di kenal kan sama putri nya.
mau marah sebab pergi tidak bilang bilang,tapi melihat keceriaan nya bercerita sama 2 anak itu jadi tidak tega menegurnya,nanti saja di rumah.
" maaf mbak,putrinya sama kami,gpp kan dia berteman sama adik saya." anisa memandang fino,mereka tersenyum ada hati yang lagi berbunga.
fatin menepuk pundak fino,jadi terkejut dia,hampir jatuh.
halal kan cepat biar tidak pandang pandang ,zina mata tau."
anisa mendengar pembicaraan mereka walaupun bicara berbisik.,anisa jadi malu tertunduk ,tidak berani menatap fatin.
" maaf dek ,kakak bercanda."
__ADS_1
fatin duduk sama mereka bercanda biar tidak kaku.
" anisa masih sekolah?"
fatin menatap anisa ,fino ketawa,
" nisa sudah kuliah kak di kedokteran "
fatin jadi terkejut sebab anisa memang imut seperti anak SMA.
"duh sangka kakak kamu masih sekolah."fatin berdiri mengambilkan buah untuk mereka.
"anisa,keluargamu mana?"pino bertanya
" disana ".anisa menunjuk di ujung ruangan ada beberapa keluarga disana .
"kamu undangan dokter erik?"
" iya,kami di undang dokter erik,kata papa,dan kebetulan kami lagi libur makanya jaln jalan nya kesini."
kenzo yang jawab.
mereka saling bertatapan dan ketawa.
"kakak tidak tanya kenzo lo..kenapa kenzo yang jawab." pino meledek kenzo.
anisa jadi ketawa lihat kenzo cemberut ,muka bakpao jadi lucu..
aleya mencubit pipi kenzo ..
__ADS_1
" pipi ini buat gemes..." aleya ketawa pipi kenzo dia putarin.
ajaib nya kenzo malah ikut ketawa.anisa pun heran sebab kalau kenzo kesel yang bisa bikin dia ketawa lagi hanya orang tuanya .
fatin datang membawakan buah sama pelayan.
" makasih dek" fatin mengucapkan terima kasih sama pelayan yang antar kan buah buat mereka.
pelayan membalas dengan tersenyum..
" kalian berdua kesini,kita makan buah di meja itu,biar kn saja om sama kak nisa bicara."
fatin mengajak anak anak duduk di meja yang lain dari pino dan anisa.
dari kejauhan aldi mencari fatin
" akhirnya ketemu juga ,"
fatin melotot ," tidak bisa ditinggal sebentr sudah menyusul."fatin mengomel tapi tangan tetap bekerja meletakkan buah ke piring anak anak." mau juga yank ,tangan aldi memeluk pinggang fatin untung anak anak tidak lihat,sebab aldi duduk di kursi dekat Fatin berdiri.
" duh papa kenapa tidak tau malu ni,depan anak anak lo."
Fatin mencubit lengan aldi dengan kuat saking kesel,tidak tau malu.
" nanti malam kita tidur di hotel juga,anak anak tidur sama oma nya dulu,mau bulan madu juga mana tau aleya dapat dedek."
aldi berbisik sama fatin.
" papa kenapa bisik bisik sama mama," aleya komplen..
__ADS_1
bersambung.