
KrystalPOV
"Katanya Mr.david melakukan operasi plastik pada wajahnya bukan hanya sedikit,tapi dia merubah segalanya dari atas sampai ujung kaki dan dulu ia seorang guru les,dia juga sering konsultasi ke klinik Face'D" jelas Amber "Kenapa dia merubah seluruh wajahnya?apa dia diberkati wajah jelek dari lahir?Aku makin penasaran" ucap Amber
Saat Amber mengatakan hal itu,segala aktivitasku berhenti.termasuk bernafas
"...Berapa juta untuk operasi plastik?" ucapku mengela nafas yang kutunda dari tadi
"Mungkin sekitar uang yang kau berikan pada Mr.david,Kamu sudah gila ya...! seharusnya kau beramal padaku saja,bukan padanya" omel Amber padaku
"Aku ingin melakukannya" ucapku yang masih dalam lamunan
"Bicara apa kamu?Kau ingin seperti apa lagi,kau sudah diberkati wajah secantik dewi.kau tidak bersyukur sekali menjadi orang" ceramah Amber
"Aku malu" celetukku
Aku menutup seluruh wajah dengan tangan ku
"Kamu malu karena cantik?" Astaga orang akan kesal mendengarnya" bentak Amber
"Bukan itu.Aku menciumnya" ucapku "Tapi dada ku tidak sesak.itu sangat aneh" ucapku lagi
"Siapa?" tanya Amber dengan Ekpresi kaget, mengalihkan mukanya dari meja rias
Untuk sesaat.Aku tidak bisa berkata apa pun
"Siapa yang kau cium eoh!" tanya Amber yang sangat penasaran
Amber terus mengoyang-goyangkan tubuhku membuat aku bertambah pusing
"Hei kita bolos saja hari ini" mohonku pada Amber
"Jawab dulu...!siapa yang kau cium sampai kau malu seperti anak kecil yang baru mengenal cinta" ucap Amber
"Anak baru itu" Jawabku
"Hahaha...Kasihan sekali anak itu harus dicium janda sepertimu" ledek Amber
"Diam,aku akan membunuhmu" ancamku menunjuk mukanya
"Ayo sekolah,Kita akan terlambat" ajak Amber menggandengku untuk mengalihkan pembicaraan
"Semoga dia tidak datang" ucapku mengatupkan kedua tangan untuk berdua
"Bunuhlah dia agar tidak datang" canda amber
"Haruskah?" tanyaku yang terlihat serius
- - -
AuthorPOV
Krystal yang hampir terlambat masuk kelas,menghela napas panjang dan menyandarkan badannya ke kursi
Ketika pelajaran berlangsung,pusingnya kembali terasa obat pengar yang dia minum tidak manjur pada rasa sakitnya
Aku tidak sanggup menahannya!
"Saem.aku harus ke kamar mandi" teriak Krystal
"Kau ini...cepat!" bentak Mr.Nam
Krystal berjalan cepat menuju kamar kecil yang tidak ada satu pun orang didalamnya
__ADS_1
**Oekk°°
Oeek°°**
"Seharusnya aku tidak minum banyak" ucap Krystal membasuh mukanya diwastafle
Drttt...Drttt
Ponsel nya berdering,ia membaca pesan masuk dengan wajah tanpa datar tapi kesal
**Selamat pagi.Ny
Kami dengan yayasan YJ,diharap anda melunaskan tunggakan yang sudah jatuh tempo**.
Terima kasih
Setelah itu Krystal memandang cermin dihadapnya memantulkan seseorang yang ingin dihindari hari ini.jantung Krystal berdetak diatas rata-rata orang normal,matanya seperti akan keluar ketika melihat bayangan pria itu
"Marahlah,Ketika aku sudah selesai" bisiknya pada Krystal
Wajah Krystal mengerut kebingungan saat memandangnya dari kaca
Saat itu.Pria di hadapannya meraih tangan mungil Krystal menarik kepelukannya
Lalu.pria itu menciumnya
Chu
Ciuman pria itu begitu dalam mulut Krystal terisi oleh lidahnya yang terus mengeledah setiap sudut mulut kecilnya
Krystal bisa merasakan obat kumur yang pria itu pakai,Ini adalah ciumaan pertama baginya
Krystal manatap pria itu dengan mata terbelalak.dia hanya berdiri mematung tanpa melakukan perlawanan
"Berhenti...jangan menyentuhku" perintah Krystal
Krystal berlari tergesa-gesa dengan memegang dada.pria dihadapannya kebingungan melihat tingkah sang gadis yang meninggalkan dia dengan terburu-buru
"Apa napas ku bau?" batinnya
Kelas 3-1
Dikelas pria itu terlihat resah hampir memakan jari telunjuknya yang digigit terus menerus,menggerakan kaki panjangnya sambil melihat kesamping bangku kosong yang tidak ada pemiliknya
"Kamu mencarinya" ucap Jennie yang duduk dimeja pria itu dengan pose seksi
"Tidak..." jawabnya singkat penggalihkan pandangan ke sudut lain
"Dia sakit,Oppa pasti kawatir kan!." ucap Jennie yang terus menatap pria itu nakal
"Untuk apa?" jawab pria tersebut
"Oppa menyukainya?Oppa dia sudah punya pacar bahkan seluruh sekolah ini mengetahuinya" jelas Jennie
"Ibu dan ayahku juga tahu" timpal Lisa
Lisa ketua dance teman Jennie
"Apa maksudmu?" tanya pria itu
"Oppa kau bodoh?untung saja wajahmu menyelamatkan kebodohanmu.Hyungwon,
Chae Hyungwon adalah pacarnya,Jangan menyukainya! Dia hanya akan menyulitkan kamu" jelas Jennie"Oh iya...Ada rumor juga bahwa Hyungwon sudah meniduri Krystal beberapa kali" jelasnya lagi
__ADS_1
"Menjijikan.tapi aku menyukainya mereka sangat romantis" timpal Lisa lagi
"Haruskah ku tanyakan pada Hyungwon agar oppa percaya" tanya Jennie menyakinkan pria dihadapannya
"Cukup" pria itu berdiri "Pantas saja kau dicampakan" ucapnya pergi meningglkan Jennie dan Lisa
"Hei...Kim Taehyung!kamu keterlaluan" teriak jennie yang sangat kesal
"Jangan berteriak,Suaramu akan serak" ucap Lisa meredamkan kekesalan Jennie
TaehyungPOV
Ruang Rahasia
~Hanya bangsawan yang bisa masuk~
Aku memandang terus papan nama dipintu itu,aku ingin mengetuknya tapi aku takut dan tidak jadi terus
"Peringatannya membuatku ingin pergi" batinku
Suara dari belakang punggungku mengejutkan dan menatapku dari atas sampai bawah dengan wajah yang menyeramkan seperti malaikat maut yang ingin mencabut nyawaku
"Siapa kau?" tanyaku yang amat gemetar
"Siapa?kita satu kelas" jawabnya
Wanita itu adalah Luna teman sekelas Krystal.Top 3 wanita terkuat yang kesatu adalah Krystal,Luma dan Amber dan ia juga peroko
Ia menatapku lagi dengan membawa rokok ditangannya membuat penampilannya itu terlihat sangar sekaligus menakutkan
"Aku ingin bertemu Krystal" ucapku
"Dia tidak ada,Bos ku bukan tipe orang yang dicari oleh lelaki sepertimu" ucapnya dengan nada datar
"Apa maksudmu?" tanyaku berpikir keras atas perkataannya
Pintu yang kutunggu akhirnya terbuka yang menampakan wanita dengan rambut pendek sebahu dengan tindik dihidung yaitu amber
"Kalian berisik" keluh Amber
"Oh...teman" ucap Amber terlihat akrab padaku
"Oh... ha..i" ucapku gagap yang makin gemetaran
"Kau ingin bertemu krystal,kan?" tanya Amber
"Ya..apa ada didalam?" tanyaku balik
"Bro,Jangan melakukan itu lagi.Kau mengerti kan maksudku?!" ucap Amber sigadis bob dengan mengusap rambutku dari belakang dan pergi bersama Luna
"Bukankah dia terlihat seperti bunglon dengan rambut biru mencoloknya itu" ejek Luna
"Maksudmu bunglon yang sedang mempersiapkan perkawinannya?" canda Amber
Mereka membicarakanku dengan suara lantang padahal aku masih berada disini. dari belakang meraka tertawa terbahak-bahak dengan menggatai rambutku ini
"Aku mendengarnya" kesalku
"Hah...Bunglon?kalian akan menyesal dengan ucapan itu" ucapku sambil menendang botol dihadapan kaki ku
•
•
__ADS_1
•