
...----------------...
Shen Yuan lalu kembali turun ke tanah. Lalu terlihat seorang murid berlari dengan kencang kearah kediaman ketua sekte.
"Hah... Hah! Ketua sekte! Murid melapor! Puncak pedang abadi hancur tak bersisa dan orang-orang dari sekte Angin langit datang menyerang!" Lapor dari seorang murid.
Mendengar itu Shen Yuan terkejut dan tak mengira akan ada hal seperti itu.
"Cih sialan! Ternyata selama ini ada yang mengawasi sekte ini! Dasar bajingan licik, aku akan berurusan dengan kalian sialan!" Shen Yuan merasa bersalah dan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
*Membuka mata.
Ketua sekte dan Su Yin kemudian membuka mata, dan kultivasi mereka terlihat meningkat.
"Su Yin, aku merasakan ada hal buruk yang terjadi di halaman luar." Ketua sekte merasakan hal buruk.
"Aku juga merasakan hal yang sama ayah. Bagaimana kalau kita ke halaman luar." Su Yin juga merasakan hal yang sama.
Tak lama setelah percakapan itu, seorang murid menghampiri mereka dan menyampaikan sebuah surat. Setelah itu dia langsung pergi tanpa berbicara sepatah katapun.
Di kertas itu tertulis 'Hancur!' yang merujuk kepada sekte pedang Qingyun akan hancur.
"Sialan! Sekte angin langit sialan itu menyerang!" Ketua sekte terlihat sangat geram.
Halaman luar.
"Tolong kami! Kami tidak bersalah!"
"Hmph! Dasar hewan rendahan!" Huo Yi ranah pemurnian tubuh tingkat 10.
"Haha, hewan disini sangatlah lemah!" Yun Qi ranah pemurnian tubuh tingkat 10.
"Mereka hanyalah hewan. Wajar jika sangat lemah dan bodoh." Jiang Li ranah pemurnian tubuh tingkat 10.
Tiga kultivator dari sekte angin langit mengacaukan dan membunuh murid-murid halaman luar.
Mereka membunuh tanpa memandang bulu dan bahkan para tetua halaman luar tak berkutik sedikitpun.
"Bajingan sialan!" Sebuah suara menggema ke seluruh halaman luar.
*Duakk!!***
Sebuah pedang besar tertancap dan menghempaskan mereka bertiga. Itu adalah pedang naga darah milik Shen Yuan yang memiliki kekuatan dari sebuah naga tidak murni.
*Tap!*
Shen Yuan kemudian berdiri diatas pedang naga darah dengan elegan.
"Kukira ketua sektenya yang datang, ternyata hanya antek-anteknya." Hina Huo Yi.
"Benar aku juga berpikir begitu." Yun Qi.
"Kalian berdua saja yang maju. Dia terlalu lemah untukku." Ucap Jiang Li dengan sombong
Shen Yuan tersenyum tipis dan mulai berbicara kepada mereka. "Orang yang menghinaku semuanya sudah mati! Apakah kalian juga akan mati?" Shen Yuan balik menghina mereka.
"Bocah sombong!" Tinju berapi!" Huo Yi langsung menyerang Shen Yuan.
Shen Yuan kemudian mengangkat tangan kanannya kedepan.
"Kubilang maju saja sekaligus. Serangan cahaya Buddha!" Shen Yuan mengeluarkan cahaya dari tangan kanannya.
*Ting!***
Cahaya tersebut seketika melubangi kepala Huo Yi dan membuatnya mati seketika.
"Tidak..." Perkataan terakhir Huo Yi.
Melihat itu semua orang terkejut, karena 1 musuh mati dengan satu serangan.
"Penyelamat sudah datang!" Sorak seorang murid.
"Penyelamat sudah datang!" Murid lainnya mulai mengikuti dan membuat keributan.
Mendengar itu Yun Qi dan Jiang Li mulai risih.
__ADS_1
"Bajingan, diam!" Yun Qi menghempaskan auranya.
"Hmph!" Shen Yuan juga menghempaskan auranya yang membuat Yun Qi terpental beberapa langkah kebelakang.
"Ingin menyakiti orangku? Maka matilah!" Shen Yuan mengancam.
"Ugh! Bocah akan kubunuh kau!" Yun Qi menyerang dengan agresif.
Shen Yuan langsung mengangkat pedang naga darah dari tanah dan melemparkannya ke arah Yun Qi.
***Poushh!!***
Pedang tersebut melayang kearah Yun Qi.
"Pedang besar ini takkan bisa membunuhku!"
*Slash.***
Seketika tubuh Yun Qi terpotong menjadi dua bagian, bahkan tak ada darah yang tersisa karena diserap oleh pedang naga darah.
*Tang.
Pedang naga darah kembali tertancap di tanah.
"Hoo, ternyata itu memiliki kemampuan bawaan dari kerbau darah." Shen Yuan baru menyadarinya.
Melihat 2 rekannya mati membuat Jiang Li kesal. Hawa membunuhnya lalu keluar dan menakuti semua orang disana kecuali Shen Yuan.
"Bocah... Matilah!" Hawa membunuh Jiang Li semakin kuat.
Shen Yuan merasakan kebencian saat melihat aura membunuh. Mukanya menggelap. Terlihat amarah yang luar biasa muncul dari dalam diri Shen Yuan.
Dia kesal karena hawa membunuh dari musuhnya terdahulu telah membunuh orang-orang yang dia sayangi. Itu membuat Shen Yuan sangat marah ketika melihat hawa membunuh mempengaruhi orang-orangnya.
"Hawa membunuh... Mati!!' Shen Yuan dengan rasa amarah yang luar biasa langsung melesat dan mengambil pedang besarnya.
***Tap tap tap!***
Langkah kaki Shen Yuan cepat dan tak kasat mata dan tak mampu dilihat oleh Jiang Li.
*Slash!*
*Slash!*
Sebuah tebasan kembali dilancarkan. Tebasan tersebut menghancurkan semua tulang rusuk Jiang Li.
*Slash!*
Sembilan tebasan pembunuh HongMeng dikeluarkan oleh Shen Yuan. Terlihat tubuh Jiang Li hancur lebur layaknya sebuah Zombie.
"Menjijikan..." Semua orang sangat jijik melihat tubuh Jiang Li.
"Aku tidak suka hawa pembunuh yang menyakiti orang-orang!" Shen Yuan tanpa henti menebas badan Jiang Li sampai hancur lebur walaupun dia sudah mati.
"Hancur!" Shen Yuan memukul Jiang Li dengan keras dipukulan terakhir dan membuat tubuh Jiang Li hancur lebur tak bersisa.
"Inilah hukuman karena berani mengeluarkan hawa pembunuh mu!" Shen Yuan dengan berdarah-darah berbicara.
Setelah kematian Jiang Li seorang ranah kesadaran spiritual muncul dan langsung menyerang Shen Yuan.
***Pouch!!***
Sebuah tinju menghantam Shen Yuan dengan keras.
"Argh!" Shen Yuan terpental beberapa langkah kebelakang dan tulang rusuknya patah.
"Bocah sialan! Kau dan sekte pedang Qingyun mu telah menyatakan perang pada kami! Ini adalah kehancuran sektemu." Ucap orang tua ini dengan sombong.
"Sialan....Kekuatanku hanya tersisa 10 persen. Jelas tak mampu melawan bajingan tua ini." Shen Yuan berada diambang batas kekuatannya.
Orang tua itu berniat menyerang Shen Yuan kembali dan akan membunuhnya.
"Kilat cahaya surgawi!" Teknik milik orang tua.
Sebuah kilat cahay dengan cepat menyambar menuju arah Shen Yuan.
__ADS_1
"Berakhir sudah..." Shen Yuan sudah tak memiliki tenaga.
*Plang!!***
Sebuah tangan menghalau serangan tersebut dan menghasilkan sebuah suara. Tidak salah lagi itu adalah ketua sekte pedang Qingyun.
"Su Yin, pergi sejauh-jauhnya dari sekte dan bawa Shen Yuan kembali untuk beristirahat. Aku akan menghentikan orang-orang disini." Ketua sekte menyuruh Su Yin membawa Shen Yuan pergi.
"Baik ayah." Su Yin kemudian menggendong Shen Yuan dan membawanya pergi.
"Su Yin... Terima kasih." Shen Yuan berterimakasih dan kemudian pingsan.
"Bodoh! Tidak usah memaksakan dirimu seperti itu. Sekarang istirahatlah dan aku akan membawamu ketempat aman." Su Yin menepati perkataan ayahnya dan pergi keluar dari sekte pedang Qingyun.
Didalam perjalanan Su Yin merasa hal buruk terjadi di sekte. Tetapi dia tetap melanjutkan perjalanannya tanpa berpikir selain menyelamatkan Shen Yuan.
Mereka berdua lalu menemukan sebuah goa dihutan dan memutuskan untuk pergi kesana dan beristirahat di goa itu juga.
...
Didalam goa.
Su Yin lalu membaringkan Shen Yuan dan kemudian menatapnya.
"Wajah yang tampan..." Secara tak sadar Su Yin ingin mencium bibir Shen Yuan.
Hawa nafsu mempengaruhi Su Yin. Bibirnya dengan bibir Shen Yuan semakin dekat.
"Shen Yuan..."
Bersambung~
Ranah kultivasi
- Ranah fondasi
- Ranah pemurnian tubuh
- Ranah kesadaran spiritual
- Ranah pemurnian roh
- Ranah alam spiritual
- Ranah inti sejati
- Ranah penguasa
- Ranah raja
- Ranah kaisar
- Ranah kenaikan abadi.
Masing-masing ranah memiliki 10 tingkatan.
Tingkat senjata, teknik, dan pil
- Tingkat kuning
- Tingkat tanah
- Tingkat bumi
- Tingkat langit
- Tingkat surgawi
- Tingkat Raja
- Tingkat Kaisar
- Tingkat abadi
Masing-masing tingkat memiliki empat kelas, rendah, menengah, atas, supreme.
__ADS_1
Sekian. Terima kasih pembacaku yang tercinta, Sampai jumpa.