Kampung Siluman

Kampung Siluman
Episode 18 Karma Rentenir


__ADS_3

Seorang rentenir di desa siluman nernama wani meninggal dunia karena penyakit yg dia derita Wati adalahrentenir yg sangat kejam dia meminjam kan uang kepada warga dengan bunga yg sangat tinggi .


Bahkan Wati reka merampas harta wargal jika hutang merekatidak dibayar tepat waktu Wati berusia 30 tahun dan tinggal dirumah yg sangat besar di desa tersebut tapi Wati sangat sombong dan kikir.


Wati meninggal dunia di desa karena penyakit jantung yg dia derita Wati terjatuh dari kamar mandi dan meniggal dunia .


Siapa itu Wati


***Sebelum wati meninggal dunia Wati sempat memin jamkan uang kepada ibu Cici seorang ibu yg berjualan di pasar di desa tersebut.


wati:Cici elu kenapa kok wajah elu murung banget"ucap Wati


cici:gini elo Wati Gua kehabisan modal jualan"ucap Cici


wati:emang elu butuh modal berapa gua bisa pinjami elu uang dengan bunga 50 persen"ucap Wati

__ADS_1


cici:nggak bisa rendah dikit bunga nya"ucap Cici


wati:elu kira uang tunggal metik"ucap Wati


cici:iya udah gua pinjam 3 JT nya"ucap Cici


wati:ok "ucap Wati


Wati memberi uang kepada cici 3 jt dengan bunga 50 persen tapi Cici meresa sangat berat dengan bunga tersebut tapi Cici juga butuh uang itu untuk modal .


wati akhir nya mengambil sertifikat toko tas milik cici karena Cici tidak bisa membayar hutang nya semua tas yg ada di toko milik Cici di jual oleh Wati pada orang lain .


dan toko tas sederhana milik Cici sudah berubah fungsi menjadi toko minuman keras Wati menjual minuman keras di toko tersebut.


selain menjual minuman keras dan menjadi rentenir Wati juga menjual wanita muda untuk oppen bo melayai pria hidung belang.

__ADS_1


sudah banyak wanita dari desa yg di imingi kerja di luar negri tapi malalah di jual oleh Wati untuk pemuas napsu para pria.


Wati juga menjual DVD dan VCD bajakan di toko minuman keras tersebut dan menjual barang haram yg dia pasar kan kesetiap diskotik.


***Dan sekarang rentenir kejam tersebut sudah meninggal dunia karena penyakit yg dia derita ketika meninggal dunia pun mayat Wati sama sekali tidak di perlaku kan dengan layak .


para warga menguburkan dia gitu saja tanpa ada peroses pemandian dan di sohlat kan bahkan lubang kubur Wati Juga digali asal asalan.


setelah dimakam kan para warga langsung pulang tanpa berdoa dan makam pun menjadi sunyi dan sangat gelap .


tiyap malm roh Wati selalu datang kerumah warga yg masih berhutang pada nya dan roh wati juga sering menjaga rumah yg dia tinggal kan di desa.


rumah yg sekarang sudah berubah menjadi sangat angker karena tidak terurus menurut warga rumah ibu Wati sudah menjadi rumah sarang hantu.


banyak roh buangan dari Desa lain yg di buang di rumah ibu Wati yg terbengkalai bahkan banyak anak jalanan yg mencoret coret dinding rumah tersebut.

__ADS_1


setiyap malam rumah ibu Wati menjadi ajang uji nyali para anak muda yg ingin melihat roh ibu Wati atau hanya sekedar ingin mencari barang yg bisa dijual***


__ADS_2