Kapan

Kapan
MASA KECIL MENAKUTKAN 3


__ADS_3

"PLAKK!!!!" ayah alexa menampar nya dengan kuat. "tuan kenapa tuan menampar alexa biarkan dia istirahat dia lagi sakit" kata bibi memohon.


"SUDAH KALIAN JANGAN BANYAK BICARA, SAYA MAU KELUAR,ARGGH"


"lexa...mana yang sakit sayang, pipi kamu sakit ya, sini biar bibi obati ya nak"


"*alexa tidak kenapa kenapa kok bi"kata lexa tersenyum meyakinkan.


"lexa....jangan berbohong, bibi tau kok ini sakit, bibi obati ya sayang"


" baik lah bi*"


bibi pun mengobati pipi alexa yang merah karena di tampar tadi.


"*sudah selesai nak, kamu istirahat ya, bibi keluar dulu ya"


"ok bi*"


setelah mengobati alexa bibi pun melanjutkan pekerjaan nya di dapur.


"hiks....hiks....hiks....Tuhan apa salah alexa, kenapa alexa sangat di benci ayah, padahal alexa mencoba untuk menjadi anak yang berbakti, kapan alexa bisa disayang ayah, apakah alexa akan terus buruk di mata ayah. Tuhan apakah alexa merepotkan ayah, apa alexa harus pergi dari rumah ini, ma....mama alexa anak yang jahat ya? tapi kenapa mama sayang sama alexa." alexa berbicara dengan suara kecil sambil menangis.


"kenapa anak berusia 5 tahun bisa berkata seperti itu? apakah penderitaan yang dialami besar sehingga ia berkata begitu. alexa adalah anak yang baik, ia selalu menuruti perintah orang tuanya, ia adalah anak yang polos, anak yang belum mengerti apa itu penderitaan, tapi ia sudah merasakannya, seharusnya ia bisa bahagia." gumam bibi, rupanya saat alexa berbicara seperi itu bibi mendengar perkataannya.


"alexa....." panggil bibi


"eh...iya bi, ada apa?" jawab alexa sambil menghapus air matanya.


"kenapa kamu berbicara seperti itu sayang?"


"bibi mendengar alexa? "


"iya sayang, bibi mendengar semua nya alexa sabar ya, ingat ya sayang setelah badai yang besar pasti ada pelangi."


"iya bi, alexa mengerti kok. alexa tidur dulu ya bi."

__ADS_1


setelah berbincang dengan bibi alexa pun tidur dan beristirahat. setelah cukup lama alexa tidur ia pun bangun untuk membantu bibi.


"*bibi ada yang bisa alexa bantu, badan alexa sudah baikan.


"tidak perlu sayang, kamu bermain main saja ya"


"ok bi, nanti kalau bibi perlu bantuan panggil alexa ya bi"


"ok sayang."


alexa pun pergi bermain di kamar nya.


"kitty, kitty tau tidak alexa sudah tidak sedih lagi loh, kata bibi kalau ada badai besar pasti setelah nya akan ada pelangi, kitty mengerti kan apa yang dimaksud bibi. mungkin sekarang di kehidupan alexa sedang ada badai besar tapi nanti pasti ada pelangi, begitu kan kitty*." alexa berbicara kepada boneka kesayangan nya itu, alexa pun bermain main dengan senang, ia sudah mulai melupakan kesedihannya, tapi saat alexa bermain ayahnya datang lagi dan memarahi alexa.


"ALEXA....ALEXA" teriak ayahnya.


"kitty alexa pergi dulu ya, nanti kita bermain lagi." kata alexa kepada boneka kesayangan nya itu.


"SEBENTAR PAPA" alexa pun berlari ke tempat ayahnya karena ia tidak mau ayahnya marah.


"oke pa, mana uangnya" kata alexa tersenyum, ia sudah tidak ketakutan lagi.


"INI(memberikan uang)"


alexa pun pergi ke warung...


setelah membeli makanan alexa pun langsung pulang ke rumah nya. saat alexa jalan menuju rumahnya ia melihat anak yang sedang kelaparan, ia pun memberikan makanan itu untuk anak itu.


"kamu lapar ya, ini aku ada makanan." kata alexa ke anak yang kelaparan itu.


"iya... "


alexa pun memberikan makanan ayahnya ke anak itu lalu ia kembali ke rumahnya dengan kepolosannya tanpa ia tau kalau ia akan di marahi lagi.


sesampai nya dirumah......

__ADS_1



"SUDAH SAMPAI KAMU, MANA MAKANANNYA" tanya ayah alexa


"tadi alexa kasih ke anak yang kelaparan, lexa kasihan samanya, tidak apa kan pa" kata alexa memohon.


"PLAKK" ayah alexa lagi lagi menamparnya.


"KAMU INI LAMA LAMA KELEWATAN YA...ARGHH...DASAR ANAK TIDAK BERGUNA." kata ayah alexa membetak alexa.


."hiks...hiks....hiks.... lexa kan cuma membantu pah, kan kasihan anak itu, alexa tidak tega pa, lagian kan bibi juga masak"


kata alexa berusaha menjelaskan ke papanya.


"TERSERAH KAMU" ayah alexa pun pergi lagi.


bibi yang melihat kejadian itu pun hanya diam, ia tidak bisa melakukan apa apa. setelah ayah alexa pergi baru lah bibi mengobati alexa, karena ke dua pipi nya merah karena tamparan keras dari ayahnya.


"alexa.. nak kamu kenapa lagi...hiks..hiks..hiks." tanya bibi sambil *menangis.


"jangan nangis bi, alexa tidak kenapa napa kok, kan bibi bilang kalau ada badai besar pasti akan ada pelangi setelahnya" kata alexa sambil menghapus air mata bibi*.


"*iya sayang, bibi obati ya"


"iya bi*"


setelah diobati alexa pun kembali tidur siang...


keesokan hari di sekolah...


"BRUKKK"


 


bersambung......

__ADS_1


 


__ADS_2